Arsip

Arsip untuk 10 April 2008

BANGSA YANG PELUPA

Oleh: A Makmur Makka

Obyektivitas sejarah selalu dipengaruhi oleh obyektivitas manusia pada suatu zaman tertentu. Setiap sejarah akan dipengaruhi oleh semangat zamannya,tetapi “semangat zamannya” sangat relatif, karena mungkin berupa data baru yang ditemukan kemudian, bisa juga karena faktor penguasa baru yang muncul kemudian. Inilah yang selalu hadir dalam usaha “penjernihan”, “pemurnian” atau “pelurusan” sejarah.
Read more…

Categories: Blogroll

Satu Lagi Buku “Membela” G30S PKI

10 April 2008 suciptoardi 1 comment

Copy-paste tulisan berikut ini adalah bentuk “kekesalan” diriku yang merasa “bodoh” ketika diperkuliahan ada sedikit pembahasan tentang buku ini. Baca neh sampai selesai!!!

Kamis, 27 Maret 2008

Profesor sejarah Universitas Columbia Inggris menulis tentang G30S/PKI. Untuk kesekian, buku “meringankan” PKI. Tapi mengapa muncul setelah Soeharto tak tak ada?

Read more…

Categories: Blogroll

Pertanyaan Terkait G 30 S (?????)

Ini tulisan dapat mencari dari search engine Google, tahun terbitnya: 2006. Menarik. Judulnya gahar baget : “Buat Yang Pengen Ngerjain Guru Sejarah dan PMP”. Dari judulnya, saya yakin yang posting di forum ini sudah tidak sekolah lagi, atau tidak mengikuti perkembangan dunia pendidikan. Sekarang bukan pelajaran PMP, tapi PPKn, dan PKn. Isi tulisan ini merupakan “kegelisahan” Salim Said dalam berbagai pertanyaan, tentang Peristiwa tanggal 30 September tahun 1965.

Kepada pembaca budiman, selamat menyimak.

Sejumlah Pertanyaan Yang Muncul Di Sekitar
Gerakan Tiga Puluh September 1965.

GESTAPU sudah terjadi lebih dari 40 tahun silam tapi sampai kini masih saja ada mengandung misteri yang belumb terungkap. Berikut ini saya mencoba mengkompilasi sejumlah pertanyaan yang saya percaya akan bisa menuntun kita ke arah terungkapnya misteri GESTAPU tersebut.

1. Apa sebenarnya yang disampaikan Latif kepada Pangkostrad, May. Jen TNI Suharto di rumah sakit Angkatan Darat pada malam 30 September? Apakah waktu itu Latief mengatakan bahwa para Jenderal akan diambil/diculik untuk dihadapkan kepada Presiden Sukarno keesokan harinya? Apakah Latief memberi tahu siapa yang akan melakukan aksi penculikan itu? Apakah Latief berbicara tentang GESTAPU dengan keterlibatan Untung dan Suoardjo? Dalam peleidoinya
Latif mengaku tidak tahu, bahkan terkejut (dalam sebuah wawancara)
mengetahui terbunuhnya para Jenderal. Dengan informasi ini bisakah
disimpulkan bahwa Latief tidak menyampaikan kepada Jenderal Suharto bahwa para Jenderal akan dibunuh?
Read more…

Categories: Blogroll

Siswa Abaikan Sejarah

Jakarta, Kompas – Lantaran tidak diujikan dalam ujian nasional, mata pelajaran Sejarah kini cenderung dipandang remeh oleh siswa. Jika hal itu dibiarkan berlarut-larut, upaya membangun karakter bangsa pada diri siswa hanya akan tinggal sebatas slogan.

Demikian wacana yang mengemuka dalam pertemuan guru-guru sejarah tingkat SMA di Jakarta, Rabu (28/2). Pertemuan yang diprakarsai Onghokham Institute dan Departemen Kebudayaan dan Pariwisata tersebut menampilkan Magdalia Alfian (Direktur Nilai-nilai Sejarah, Departemen Budpar) dan Ratna Hapsari (Ketua Asosiasi Guru Sejarah DKI Jakarta).
Read more…

Categories: Blogroll

Ken Arok Mati Tiga Kali

10 April 2008 suciptoardi 1 comment

Oleh
Priyandono SPd
Guru SMPN 2 Balongpanggang, Gresik
priyandono_ku@yahoo.com

Thursday, 03 April 2008
Tugas guru tidak hanya sekedar menyampaikan materi untuk mengejar target kurikulum. Peserta didik tidak seharusnya sekadar menghafalkan materi pelajaran. Sejarah bukanlah masa lalu yang tanpa arti. Bukan pula dongeng penghantar tidur. Juga bukan legenda yang penuh dengan hal-hal irrasional. Sejarah adalah peristiwa masa lalu yang bisa dijadikan dasar untuk memprediksi perubahanperubahan yang akan terjadi di masa yang akan datang.

Fakta sejarah diyakini dapat memprediksi kecenderungan apa yang bakal terjadi di kemudian hari. Karena itu, ruang dan waktu menjadi kata kunci dalam belajar sejarah.
Read more…

Categories: Blogroll

Kualitas Guru Sejarah Masih Kurang

10 April 2008 suciptoardi 1 comment

Rabu, 25 Juli 2007 | 17:33 WIB

TEMPO Interaktif, Bandung: Sejumlah ahli sejarah menilai kualitas guru sejarah yang ada saat ini masih kurang. Sebab, “Masih banyak persoalan yang ditemui guru saat mengajar di lapangan,” ujar Agus Mulyana, dosen sejarah Universitas Pendidikan Indonesia di sela-sela Lokakarya Kesejarahan yang diikuti guru sejarah se-Indonesia di Bandung, Rabu.

Salah satu persoalan itu, menurut ahli sejarah, Dr Anhar Gonggong, timbul ketika guru harus menerangkan sejarah yang kontroversial, seperti soal G30S /PKI. Di awal era reformasi, kata dia, ada yang minta agar semua buku sejarah ditarik semua karena isinya hanya kebohongan. “Padahal belum tentu,” katanya.
Read more…

Categories: Blogroll