“Wiranto” Uzur, “Megawati” Nenek Sihir
Rabu, 16 April 2008 | 17:26 WIB
Laporan wartawan Kompas Wisnu Nugroho
JAKARTA, RABU-Salah satu alasan penarikan Tabloid SBY adalah karena memasang karikatur yang mirip Ketua Umum Partai Hati Nurani Rakyat (Hanura) Wiranto yang uzur dan pesakitan serta karikatur yang mirip Ketua Umum Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP) Megawati Soekarnoputri yang terbang bak nenek sihir dengan sapu terbang.
Kedua karikatur ini ditempatkan di rubrik Obrolan Warung Kopi dengan judul “Apa yang Kamu Cari Palupi?” Dalam obrolan yang naskahnya disusun staf khusus Presiden Suilo Bambang Yudhoyono, Sardan Marbun itu, dipaparkan mengenai angin surga yang disampaikan dua tokoh karikatural itu, yaitu berupa janji-janji melulu untuk mengejar kekuasaan. “Makanya hati-hati dan harus selalu waspada sewaktu dengar penjual obat atau iklan kecap yang mengaku nomor wahid,” ujar salah satu tokoh dalam obrolan itu menyimpulkan.
Seperti diketahui, Wiranto dan Megawati adalah dua orang tokoh yang paling sering melontarkan kritik terhadap pemerintahan Presiden SBY. Wiranto kerap menyoroti masalah kemiskinan yang semakin bertambah, sementara Megawati menjuluki pemerintahan SBY sebagai pemerintahan “poco-poco”
INU (Sumber: http://www.kompas.com/index.php/read/xml/2008/04/16/17265731/wiranto.uzur.megawati.nenek.sihir)






Ketahuilah, bahwa yang terpenting bukan hanya "bagaimana belajar sejarah", melainkan "bagaimana belajar dari sejarah". Soekarno menegaskannya dengan istilah: "Jasmerah" (Jangan Sekali-kali Melupakan Sejarah). Bahkan, seorang Cicero begitu menghargai sejarah dengan menyebutnya sebagai "Historia Vitae Magistra" (Sejarah adalah Guru Kehidupan), sedangkan Castro berteriak dengan lantang di pengadilan: "Historia Me Absolvera !!!" (Sejarah yang akan Membebaskanku!!!). Haruskah kita menyingkirkan sejarah?, bored with history?, hated social scientific history?...


saNg PenGoMenTar