Belajar Sejarah dengan Alat Peraga
Jumat, 23 Juli 2004
Acap kali guru mengeluh karena dalam proses belajar mengajar siswa loyo, tidak bersemangat, terutama pada empat jam pelajaran terakhir. Ini membuat Dra Eliyarni, guru SLTP Negeri 3 Sungai Rumbai, Sawahlunto, Sumatra Barat membuat metode mengajar yang lain dari biasanya. Dia menerapkan kombinasi metode DISTINQ dengan alat peraga sebagai upaya pengembangan dan penerapan keterampilan siswa pada pelajaran sejarah.
Sebelum model pembelajaran ini dimulai, ada tiga unsur yang perlu dipersiapkan. Yakni, siswa, guru, dan perangkat pembelajaran. Ketiga unsur ini, kata dia, merupakan hal yang paling dominan dan menentukan keberhasilan suatu pembelajaran. Ketiganya harus saling mendukung. Kalau ketiga unsur ini dapat berperan dengan baik, maka akan menghasilkan mutu pembelajaran yang baik pula.
Read more…





Ketahuilah, bahwa yang terpenting bukan hanya "bagaimana belajar sejarah", melainkan "bagaimana belajar dari sejarah". Soekarno menegaskannya dengan istilah: "Jasmerah" (Jangan Sekali-kali Melupakan Sejarah). Bahkan, seorang Cicero begitu menghargai sejarah dengan menyebutnya sebagai "Historia Vitae Magistra" (Sejarah adalah Guru Kehidupan), sedangkan Castro berteriak dengan lantang di pengadilan: "Historia Me Absolvera !!!" (Sejarah yang akan Membebaskanku!!!). Haruskah kita menyingkirkan sejarah?, bored with history?, hated social scientific history?...


saNg PenGoMenTar