Arsip

Arsip untuk 22 April 2008

Belajar Sejarah dengan Alat Peraga

22 April 2008 suciptoardi 2 komentar

Jumat, 23 Juli 2004

Acap kali guru mengeluh karena dalam proses belajar mengajar siswa loyo, tidak bersemangat, terutama pada empat jam pelajaran terakhir. Ini membuat Dra Eliyarni, guru SLTP Negeri 3 Sungai Rumbai, Sawahlunto, Sumatra Barat membuat metode mengajar yang lain dari biasanya. Dia menerapkan kombinasi metode DISTINQ dengan alat peraga sebagai upaya pengembangan dan penerapan keterampilan siswa pada pelajaran sejarah.

Sebelum model pembelajaran ini dimulai, ada tiga unsur yang perlu dipersiapkan. Yakni, siswa, guru, dan perangkat pembelajaran. Ketiga unsur ini, kata dia, merupakan hal yang paling dominan dan menentukan keberhasilan suatu pembelajaran. Ketiganya harus saling mendukung. Kalau ketiga unsur ini dapat berperan dengan baik, maka akan menghasilkan mutu pembelajaran yang baik pula.
Read more…

Categories: Blogroll

BAGAIMANA INTEGRASI PAPUA ITU?

22 April 2008 suciptoardi 3 komentar

Gasper Muabuay

Timika Post, Sunday, 8 Jun, 2003, 2:58pm
Mungkin belum terlalu lambat untuk menyimak kembali apa yang disampaikan gubernur Papua dalam acara peringatan HUT integrasi Papua pada awal bulan mei 2003 ini yang juga dilansir harian ini (timika post) dan surat kabar harian kompas.

Keterbukaan sikap pemerintah lewat penjelasan dalam sambutan gubernur Papua 1 Mei 2003 lalu pada acara peringatan HUT integrasi Papua ke Pangkuan ibu peratiwi patut dihargai semua pihak. Keterbukaan yang cukup terukur dari seorang kepala pemerintahan di Provinsi ini.
Read more…

Categories: Emansipasi Sejarah

MELIHAT SITUS BERSEJARAH HINDARI PEMBELAJARAN MEMBOSANKAN

22 April 2008 suciptoardi 1 comment

( Selasa, 22 April 2008 )

Banda Aceh,
Pembelajaran sejarah bisa dihindarkan dari kesan membosankan bila didukung berbagai kegiatan, terutama dengan cara melihat langsung situs-situs sejarah. Namun, mengingat tujuan pelajaran sejarah adalah menjadi wahana bagi pembentukan bangsa dan sekaligus karakternya, prioritas kunjungan ke situs-situs sejarah haruslah yang memiliki nilai-nilai kebangsaan.

Dengan semangat inilah, program lawatan sejarah tingkat nasional di Provinsi Nanggroe Aceh Darussalam (NAD) dilaksanakan oleh Asisten Deputi Urusan Sejarah Nasional pada Kementerian Kebudayaan dan Pariwisata, 14-18 Agustus 2004. Kegiatan ini diikuti sekitar 200 peserta, terdiri atas para guru sejarah dan siswa yang berasal dari seluruh Indonesia.
Read more…

Categories: Blogroll

Kedaulatan Teritorial dan Masalahnya

22 April 2008 suciptoardi 1 comment

Oleh

Susanto Zuhdi

Seandainya Badan Penyelidik Usaha Persiapan Kemerdekaan Indonesia atau BPUPKI tahun 1945 memutuskan wilayah negara Indonesia merdeka adalah pendapat Muhammad Yamin, bangsa ini akan lebih sulit menjaga kedaulatan teritorialnya daripada yang ada kini.

Terobsesi oleh kejayaan Majapahit, tampaknya Yamin menginginkan wilayah negara Indonesia seluas wilayah kerajaan terbesar di Asia Tenggara, antara abad XIV sampai XV. Memang wilayah itu sampai ke Pattani, Thailand, dan Mindanao, Filipina. Jangankan yang seluas itu, dengan wilayah bekas Pax Nerlandica “saja” sudah begitu besar masalah perbatasan yang harus dihadapi. Ironisnya bangsa ini tidak menunjukkan kemauan kuat untuk mengatasinya. Dalam kenyataan, 70 persen zona ekonomi eksklusif (ZEE) Indonesia belum diakui.
Read more…

Categories: Blogroll

SISTEM PENDIDIKAN NASIONAL; Belum Sentuh Akhlak yang Baik dan Ilmu

22/04/2008 05:31:01

YOGYA (KR) – Sistem pendidikan nasional belum menyentuh perpaduan antara akhlak yang karimah (baik) dan ilmu. Keduanya, harus berjalan beriringan untuk mencapai keberhasilan pendidikan. Namun kenyataannya, sistem pendidikan nasional dalam implementasinya belum begitu menyentuh perpaduan keduanya.

“Dalam pemberlakuan ujian nasional misalnya, hanya menetapkan enam materi pelajaran (Bahasa Inggris, Bahasa Indonesia, matematika, fisika, kimia, biologi untuk program IPA dan Bahasa Indonesia, Bahasa Inggris, matematika dasar, akuntansi, ekonomi untuk program IPS sebagai dasar kelulusan, belum melibatkan nilai-nilai akhlak sebagai faktor penentu kelulusan. Hal ini menunjukkan, sistem pendidikan yang ada masih sekadar transformasi ilmu pengetahuan dan keterampilan, belum memperhatikan transformasi dan internalisasi nilai-nilai akhlak dalam diri siswa didik,” ujar Dosen Fakultas Tarbiyah UIN Sunan Kalijaga, Dra Juwariyah MAg saat mempresentasikan disertasinya untuk memperoleh gelar Doktor bidang ilmu agama Program Pascasarjana (PPs) UIN Sunan Kalijaga, Jumat (18/4).
Read more…

Categories: Blogroll

Sejarah Lokal dan Ketahanan Daerah

Jumat, 25 Jan 2008

Oleh: Mustakim

Pembelajaran sejarah lokal pernah menjadi agenda penting dalam musyawarah kerja nasional (mukernas) tentang pembelajaran sejarah pada 11-13 Juli 2006 di Surabaya. Kegiatan yang diadakan Departemen Kebudayaan dan Pariwisata bekerja sama dengan Departemen Pendidikan Nasional itu dihadiri beberapa guru besar sejarah, termasuk perwakilan guru sejarah di negeri ini.

Beberapa hasil mukernas yang perlu digarisbawahi terkait dengan pembelajaran sejarah lokal, antara lain: Pertama, materi yang dikembangkan dalam pembelajaran sejarah harus memiliki pendekatan multikultural. Muatan multikultural perlu diberikan kepada siswa sesuai prinsip pengembangan kurikulum. Prinsip pengembangan berpusat pada potensi, perkembangan, kebutuhan, serta kepentingan peserta didik dan lingkungannya. Selain itu, secara realitas objektif, masyarakat Indonesia adalah masyarakat plural, baik secara suku, agama, etnis, budaya, dan lain-lain.
Read more…

Categories: Blogroll

KTSP SEJARAH SANGAT KACAU

[ Redaksi - 13 Apr 2007]

“Walaupun Kurikulum 2004 (Kurikulum Berbasis Kompetensi ) belum sempurna, tetapi lebih terstruktur daripada KTSP (Kurukulum Tingkat Satuan Pendidikan) pada Kurikulum 2006. KTSP mata pelajaran sejarah sangat kacau dilihat dari strukturnya. Guru sejarah harus inovatif menyiasati kurikulum ini” demikian tegas Sejarawan Sardiman AM M.Pd dalam Seminar Guru se Jateng dan DIY di Ruang Ki Hajar Dewantoro FISE UNY Rabu (4/4). Seminar yang dilaksanakan HIMA Sejarah FISE UNY, diikuti 50 guru sejarah DIY dan Jateng , menghadirkan Dosen Sejarah FISE UNY M Nurrakhman M.Pd, dan guru SMA N I Klaten Darmini S.Pd.

Menurut Sardiman kekacauan KTSP Sejarah dapat dilihat pada struktur Kompetensi Dasar (KD) kelas IX SMP yang membicarakan persiapan kemerdekaan setelah Indonesia merdeka. Padahal salah satu ciri utama sejarah adalah alur kronologis. Hal ini menuntut guru sejarah harus inovatif mengembangkan kurikulum tersebut. Ironisnya banyak guru sejarah berlatar belakang bukan dari pendidikan sejarah.
Read more…

Categories: Blogroll

Fenomenan dan Separate Effect Ujian Nasional

Sekitar pukul 13.30 WIB saya mendapat sms dari murid terkait dengan keadaan yang dialaminya, serta teman-temannya saat mengerjakan Ujian Akhir Nasional (UAN). Sms tersebut membangkitkan untuk menulis sekarang ini tentang sisi lain, separate effect (dampak yang menyebar) dari perjalanan UAN beberapa tahun belakangan ini. Tulisan berikut, sudah barang tentu, bukanlah versi pemerintah yang mati-matian mempertahankan kebenaran dan keberlangsungan penyelenggaraan UAN apabila berargumen didepan pakar Psikologi Pendidikan dan kaum kritis lainnya, namun hanya sebuah ungkapan yang diamati selama ini.

Pertama, dengan standarisasi tertentu menyebabkan siswa/siswi SMA dan SMP harus ekstra belajar, bahkan melakukan sewa tenaga pengajar ke rumahnya alias les private, ataupun ikut bimbeingan belajar (bimbel). Alhasil, gelombang semangat belajar masyarakat, khususnya kaum remaja terlihat luar biasa. Disamping itu, sudah tentu psikologis yang cenderung takut atau khawatir tidak lulus juga ikut didalamnya. Bimbel dan les privat kebanjiran order.
Read more…

Categories: UAN

TENTANG PEMBELAJARAN SEJARAH DI SATUAN PENDIDIKAN

IMPLEMENTASI FILSAFAT SEJARAH DAN METODOLOGI SEJARAH DALAM PEMBELAJARAN SEJARAH

Oleh

Zaenal

Mahasiswa PPS UNJ Prodi. Pendidikan Sejarah

BAB I

PENDAHULUAN

A. Latar Belakang

Kehidupan manusia berdasarkan dimensi sejarah selalu berkaitan dengan waktu masa lampau, masa sekarang dan masa yang akan datang. Keadaan masa sekarang adalah kenyataan hasil masa lampau untuk menentukan masa yang akan datang. Kemampuan manusia untuk memainkan perannya pada masa kini dalam rangka mewujudkan masa depan yang dicita-citakan sangat ditentukan pemahaman jiwa dan semangat masa lampau dengan baik. Sukaryanto mengatakan sejarah merupakan peristiwa yang dilakukan manusia yang dilakukan pada masa lampau (the past human event), terjadi hanya sekali (einmalig) dan tidak terulang kembali[1] menjadi sejarah yang harus diketahui manusia pada masa berikutnya. Karena itu mempelajari sejarah menjadi penting agar dapat menentukan tindakan yang tepat guna melanjutkan masa depan yang sesuai dengan harapan masa lampau.

Read more…

Categories: Blogroll