Guru Honor/GTT Sekolah Negeri DKI Jakarta 8.000 orang

Tulisan berikut adalah kiriman ifa_sarifah on Tue, 05/01/2010 – 12:50 ke situs SBY. Sampai kapan ditanggapi oleh SBY?

Ass. Wr. Wb.
Pak SBY, kami Guru Honor/GTT dan PTT Sekolah Negeri DKI Jakarta (instansi pemerintah), wadah kami bernama DPD I Federasi Guru Independent Indonesia SGJ (Serikat Guru Jakarta divisi Guru Honor). Saat ini kami mencapai kurang lebih 8.000. Kami mohon dibantu untuk permasalahan kami agar kami dapat diangkat menjadi PNS dan diperhatikan kesejahteraannya selayaknya teman-teman kami yang PNS, dimana kami Guru Honor, PTT dan PNS telah sama-sama mengabdi di sekolah negeri (instansi pemerintah). Masih banyak teman-teman kami yang belum diangkat, sedangkan mereka mengajar sudah lewat dari 3 tahun (data dapat dilihat lewat forum kami). Kami berharap Bapak dapat mencari solusi untuk kami. Besar harapan kami untuk berjumpa dengan Bapak. Undanglah kami dalam acara pendidikan lewat email ini. Kami sudah menghadap : Bapak Hatta Radjasa (saat itu Mensesneg RI), Menpan RI (Bapak Taufik dan Bapak E. E. Mangindaan), Bapak Muslim Fraksi Demokrat Komisi 2 DPR RI, Bapak Anas Urbaningrum Ketum Fraksi Demokrat dan Komisi 10 DPR RI, Gubernur DKI Jakarta, BKD DKI Jakarta, Dinas Pendidikan DKI Jakarta, DPRD DKI Jakarta. Kami pernah melayangkan surat ke Bapak, tapi belum direspon.

Perlu Bapak ketahui saat ini GTT dan PTT honornya masih dibawah UMP. Terkadang kami harus menunggu kucuran dana dari BOS atau BOP yang datang 3 bulan atau 6 bulan sekali. Marilah bantu kami ini. GTT dan PTT seperti kami ini tidak hanya ada di DKI Jakarta. Seluruh Daerah pasti banyak GTT dan PTT Sekolah Negeri (instansi pemerintah) yang terabaikan serta tidak diperhatikan. Kami dari DKI Jakarta siap mengumpulkan teman-teman kami se Indonesia jika Bapak mengundang kami untuk hadir bersama kami. Kami mohon perhatian yang sama dengan PNS lewat Bapak. LANJUTKAAAAAN! MERDEKA!!!

FGII dgn GTT/PTT (Tenaga Honorer)

ifa_sarifah on Tue, 05/01/2010 – 22:15.

Seiring waktu dengan kebutuhan tenaga di instansi pemerintah maka bermunculan lah tenaga honorer di instansi pemerintah, lalu semakin lama mereka bekerja dan berharap ada kenaikan pangkat yang otomatis akan naik pula pendapatannya ternyata yg diharapkan tdk kunjung ada, lama-lama mulailah mereka menjerit, dikarenakan cemburu dengan honor dan tunjangan2 yang selalu naik untuk PNS. Maka bersatulah para tenaga honorer lalu membentuk wadah yang dinamakan FGII. Kenapa harus membentuk wadah lg? Ini dikarenakan kurangnya perhatian pada tenaga honorer di instansi pemerintah dari organisasi yang telah lama berkecimpung. Awalnya jeritan tertinggi dari GTT/PTT di Sekolah Negeri instansi pemerintah, dan akhirnya disusul jeritan2 dari tenaga honorer di instansi pemerintah yang lain. Berkat perjuangan bersama dan lewat wadah yang telah dibuat yaitu FGII maka terangkatlah tenaga honorer saat itu ada kurang lebih 70.0000 orang yang 60% nya dari tenaga honorer sekolah negeri.

Maka setelah selesai pengangkatan Guru Bantu (sebutan Guru di sekolah negeri yang mengabdi diseluruh propinsi ) dan PTT (Sebutan Guru yang mengabdi di sekolah negeri khusus di DKI Jakarta), ternyata masih adalagi guru tidak tetap/pegawai tidak tetap yg blm terangkat juga, ini dikarenakan banyak guru/pegawai PNS yang pensiun, meninggal, sakit, pindah tugas, mengundurkan diri dari tugas serta muncul mata pelajaran yang baru di sekolah-sekolah. Malahan ada tenaga honorer yang belum diangkat PNS, sedangkan pengabdian sudah 30 tahunan. Dari hal seperti inilah maka kembali lagi tenaga honorer menjerit utk diperhatikan, karena merasakan sama-sama mengabdi dan tugas-tugas yang dikerjakan pun sama jg.

Pandanglah tenaga honorer di instansi pemerintah dengan pengabdiannya dan tugas-tugas yang sama. Bukankah pemerintah telah membuat dan menetapkan suatu undang-undang utk perusahaan swasta agar para pegawai swasta yang telah bekerja selama 1 tahun diberikan gaji dan tunjangan/kesejahteraan yang baik?. Tapi kenapa pemerintah tidak memperhatikan tenaga honor/pegawainya yg telah mengabdi bertahun-tahun?.

About these ads

2 thoughts on “Guru Honor/GTT Sekolah Negeri DKI Jakarta 8.000 orang

  1. hati-hati pak pejabat,………guru honor tolong di selesaikan pak…….kalau rakyat sudah ngamuk maka jabatan anda bisa hilang semua di negeri ini. makanya hati nuraninya harus dilatih untuk bisa ber-empati kepada nasib bpk/ibu guru tang sudah ikhlas menididk anak bangsa. ! ngurusi berkas guru honorer tdk kunjung tuntas, nazarudin korupsi, bank century tdk selesai. Terus apa yang dikerjakan oleh bapak….bapak…yang berkuasa ……yang menjabat sebagai pemegang kunci keputusan.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s