Sisi Gelap Operasi Seroja

Operasi Seroja merupakan operasi ‘militer’ terlama yang pernah dilakukan oleh ABRI. Sebelumnya, operasi militer terlama yang dilakukan ABRI adalah operasi penumpasan DI/TII. Dalam beberapa literatur disebutkan bahwa operasi Seroja berlangsung dari tahun 1975 sampai dengan tahun 1978. Menurut penulis (joel Manz), operasi Seroja masih berlaku sampai dengan ‘lepasnya’ Tim-Tim. Hal ini ditandai dengan adanya organisasi ‘Kolakops’ yang merupakan ciri khas operasi militer serta pemberian satyalancana Seroja bagi tentara yang bertugas setelah tahun 1978. Hal lain yang mendukung pendapat penulis adalah dikaryakannya anggota ABRI di pemerintahan, mulai dari tingkat desa sampai provinsi. Beberapa jabatan bupati yang daerahnya dianggap rawan serta jabatan wakil gubernur adalah jabatan yang diplot untuk anggota ABRI yang dikaryakan. Hal ini mengingatkan kita akan taktik gerilya a la Jenderal Besar Nasution yang diimplementasikan oleh ABRI melalui dwi fungsinya.

Operasi Seroja merupakan lanjutan dari operasi intelijen yang dilakukan oleh pihak Intelijen Indonesia sebelumnya, yaitu operasi Komodo yang telah digelar semenjak Januari 1975. Operasi Komodo bertujuan untuk menjalin kontak politik dengan orang-orang pro-Indonesia. Perang sipil yang masif di Timor Portugis serta ‘dorongan’ Aussie dan AS, memicu Indonesia untuk mengambil alih kekuasaan di Timor Portugis.

Sisi ‘Gelap’ Operasi Seroja

Operasi Seroja ini merupakan operasi militer yang gagal, karena sejak awal tidak direncanakan secara jelas serta banyak kepentingan politik bermain di dalamnya. Bagi sebagian kalangan ABRI, operasi Seroja merupakan tempat latihan tempur ‘real time’ dan batu loncatan untuk karir, meski pun resikonya juga sangat besar. Bagi sebagian kalangan ‘lain’, operasi ini juga menjadi ladang korupsi yang sangat subur karena perhatian pemerintah pusat terhadap Tim-Tim berupa kucuran dana sangat besar.

Perencanaan operasi militer ini pada awal dan selama integrasi tidak ada kejelasan. Oleh karena itu, tidak heran selama kurun waktu 24 tahun ABRI kehilangan sebanyak 3.315 orang yang gugur di medan penugasan serta cacat sebanyak 2.338 orang. 60% dari gugur dan cacat adalah anggota TNI-AD. Selain itu, operasi ini lebih banyak menonjolkan operasi ‘darat’ ketimbang suatu operasi ‘gabungan’ dengan melibatkan unsur ‘laut’ dan ‘udara’. Tidak heran, gerakan pro-kemerdekaan dengan mudah mendapat suplai senjata dari ‘pihak asing’ melalui laut dan udara. Selain itu, ‘pihak asing’ sering sekali kegiatan intelijen melalui laut dan udara, terutama menjelang referendum tahun 1999.

Operasi ini tidak didukung oleh upaya diplomasi di panggung internasional secara serius. Padahal pada awal masuknya Indonesia ke Tim-Tim, ‘dukungan’ AS dan juga Australia serta beberapa negara ‘barat’ sangat kuat. Jika ditangani serius pada awal masa integrasi, seharusnya masalah bergabungnya Tim-Tim dengan Indonesia dapat selesai dengan ‘cepat’ dan ‘aman’. Sebagai bukti tidak seriusnya penanganan masalah Tim-Tim, sampai tahun 1999, PBB menganggap wilyah Tim-Tim sebagai koloni Portugis.

Aspek lain yang tidak diperhatikan oleh operasi ini adalah aspek budaya lokal. Operasi ‘teritorial’ seperti AMD hanya menyentuh aspek ekonomi semata, sementara aspek budaya tidak tersentuh sama sekali. Pihak Gereja dan tokoh lokal jarang sekali dilibatkan dalam kegiatan ‘teritorial’, karena dicurigai memiliki hubungan erat dengan gerakan pro-kemerdekaan. Gereja merupakan sokoguru dalam kehidupan masyarakat Tim-Tim selama berabad-abad. Bila terjalin kerja sama yang erat, sudah barang tentu menjadi mitra pemerintah yang efektif. Tokoh-tokoh lokal juga sepertinya diabaikan. Padahal kerja sama dengan tokoh lokal dapat dimanfaatkan secara efektif, sebelum lembaga-lembaga yang lebih modern dapat berfungsi dengan baik.

Aspek adminstratif pemerintahan akibat integrasi Tim-Tim ke Indonesia tidak diselesaikan secara tuntas serta mengabaikan budaya lokal. berdasarkan UU no 7/1976 tentang pengesahan Tim-Tim ke dalam NKRI disebutkan bahwa latar belakang budaya yang berlainan memerlukan ‘aturan khusus’. Hilangnya kekuasaan raja-raja lokal akibat penerapan UU tentang pemerintahan desa serta penghapusan hak kepemilikan ‘mutlak’ atas tanah, termasuk tanah gereja, dan hanya mempunyai hak guna usaha atau hak guna bangunan, merupakan bentuk kelalaian pemerintah dalam menyelesaikan ‘aturan khusus’ sebagaimana tertera pada UU no 7/1976.

Pembentukan milisi yang semula tujuannya adalah untuk mempertahankan integrasi, namun kemudian melenceng menjadi aksi cowboy dan menjadi pemicu aksi-aksi kekerasan di Tim-Tim. Pembentukan milisi ini dimulai pada tahun 1978 dengan dibentuknya Wanra. Wanra ini diharapkan dapat membantu ABRI dalam upaya membasmi gerakan pro-kemerdekaan. Kelompok-kelompok wanra ini mendapat pelatihan militer dari Kopassus. Beberapa kelompok wanra yang dibentuk di awal: Halilintar, Makikit, Saka, Sera dan Alfa. Pada tahun 1989, dibentuk pula kelompok wanra bernama Garda Muda Penegak Integrasi atau Gardapaksi. Pembentukan kelompok ini merupakan ide dari Prabowo Subianto.

Sejak dahulu sampai sekarang, Tim-Tim atau Timor Leste merupakan ajang ‘politik’. Jika ‘berhasil’ maka karir akan berkembang, namun bila ‘gagal’ maka karir akan ‘jalan di tempat’ atau ‘tersingkir’. Selain itu, nyawa juga menjadi taruhan dalam penugasan ke Tim-Tim. Bagi perwira yang bernasib baik, Tim-Tim merupakan ‘tiket’ untuk memuluskan karir. Jika kurang beruntung namun memiliki ‘kontribusi’ yang bagus, dapat ‘diselamatkan’ dengan berbagai cara.

Kasus insiden Dili 12 November 1991 dapat dijadikan contoh kasus bagaimana para perwira yang terkait insiden tersebut ‘diselamatkan’. Inilah nama-nama perwira yang terkait dengan insiden tersebut:

Mayjen Sintong Panjaitan; menjadi Pangdam Udayana pada saat insiden. Ia ‘diselamatkan’ oleh Habibie pasca peristiwa tersebut. Sempat menjadi Sesdalopbang pada saat Habibie menjadi Presiden.

Brigjen Rudolf Warouw; menjadi Pangkolakops pada saat insiden terjadi. Ia ‘diselamatkan’ oleh Jenderal Wismoyo Arismunandar dan menjadi Sekjen KONI pasca peristiwa tersebut. Berdasarkan penelusuran penulis, beliau terakhir diketahui menjadi salah satu Direksi Dipasena Group, perusahaan pengelola tambak udang di Lampung.

Kolonel JP Sepang; menjadi Danrem Tim-Tim pada saat insiden terjadi. Pasca insiden tersebut, ia ‘diparkir’. Ia muncul kembali, namun menjadi orang sipil dengan menjadi Kepala DLLAJ DKI Jakarta semasa Gubernur Sutiyoso.

Ajang ‘politik’ menjadi jatah kelompok pamen ke atas. Bagaimana dengan kelompok perwira pertama, bintara dan tamtama? Kebanyakan dari mereka kini bergulat melawan kemiskinan. Janji untuk meningkatkan kesejahteraan para veteran seroja tidak terdengar lagi. Suara mereka pun tidak didengar oleh pemerintah dan dianggap angin lalu semata terkait dengan lepasnya Tim-Tim.

Jika caranya seperti ini, kita bukanlah bangsa besar yang memberikan penghormatan pada pahlawannya.

Sumber: Hansip

About these ads

64 thoughts on “Sisi Gelap Operasi Seroja

  1. Prajurit Spta Marga, memang dilatih dan ditakdirkan untuk dapat bertahan di segala medan dan situasi. Ayah saya adalah dari generasi 1978 yang masuk timtim dari yonif 731/Kabaressy – DAMXV Pattimura. Saya juga salah satu pelaku yang masuk timtim era 1990 dari satuan yonmen 938/MA-Diponegoro.QAnggota keluarga saya yang telah terbujur kaku di beberapa TMP kurang lebih berjumlah 12 orang termasuk kaka sulung saya yang gugur 2 hari setelah dilantik menjadi angota marinir AL. Sebenarnya masalah seperti itu udah biasa terjadi dan seharusnya gak boleh terjadi jika pemerintah tidak melakukan ajang uji coba terhadap sesuatu yang sebenarnya belum pasti dan tidak membawa kemaslahatan umat. Kita sering menjadi objek ” YANG TERLUPAKAN ” manakala ops tersebut telah berlalu. Kalau kita selalu berharap untuk dikenang maka jawabannya adalah sangat naif karena pergeseran tata nilai yang ada pada masyarakat kita sekarang ini adalah ” KACANG YANG LUPA MA KULITNYA ” tak terkecuali orang Indonesia yang duduk di pemerintahan. Jadi sebenarnya kita mau nyalahin siapa, budaya masyarakat yang telah bergeserkah atau pemerintah yang banyak memikirkan karier politik mereka ? Sementara banyak dari kita para mantan pelaku sejarah yang selalu tertatih memunguti sesuap nasi di pinggir jalan. Semoga iklas bakti kami tidak ternoda dan diridhoi ALLAH SWT, amin ! begitu juga anda

    • selamat menjalani hidup anda, saya mengenag anda sebagai penjaga kehormatan NKRI. Semoga dengan tulisan yang terpampang di blog ini, menjadi pelajaran bagii semua pihak, setidaknya bagi saya selaku anak Indonesia yang masih butuh ejujuran dan harga diri bangsa yang tetap harus dijaga kehormatannya.

      Saya doakan semoga sukses hidupnya, dan terima kasih banyak telah berkomentar di tulisan ini. Salam kenal, semoga kita dapat menjalin persahabatan.

      Viva Indonesia Raya!!!!

  2. dahulu kami begitu dibutuhkan , walau hanya dengan imbalan gaji yang pas pasan….kami jalankan tugas negara sebaik baiknya…..tetapi setelah jaman berubah tahun berganti negeri ini bererta pejabat dan para pemudanya perlahan namun pasti telah melupakan kami…bahkan ada yang menghujat kami…..sungguh semoga selalu dikuatkan hati kami menja;lani semua ini ….amiiiiiiiin……(exs yonif pasmar I)

    • saya tidak melupakan anda. Tulisan ini adalah bukti abadinya kalian wahai pejuang kepentingan bangsa, negara….

  3. Timor Timur adalah kenangan pahit bagi para veteran Seroja baek yg masih hidup sehat, maupun yg sudah gugur demi NKRI….sungguh tragis memang krn dilupakan dan janji2 tunjangan veteran seroja yg berbelit2….kebetulan ayah saya terlibat Ops Seroja 2x…1975 dan berangkat Nov 1978(ketika saya masih berumur 3 bulan)….ayah saya sangat bersemangat kala bercerita tentang pengalaman bertempur di Timtim dibawah Komando Bp Basofi Sudirman…saya lupa dr Yon mana yg jakas Kompi Markas Brigif 2 Singosari……
    Semoga rekan2 ayah dan para pahlawan seroja yg telah gugur menjalankan tugas negara mendapat tempat yg layak disisi ALLOH SWT….dan para veteran yg masih hidup dan terlupakan….tetp sehat dan diberi umur yg panjang dan kesejahteraan yg lebih baik oleh ALLOH SWT

    • @Dodi Kurniawan….
      “Berarti kita adalah sama sama anak anak Brigif-2 KTD-AD Singosari,Malang,saya tinggal di asrama sebelah BLK,penjagaan selatan,deretan rumah DanBrigif era 1977-1984.TK Kuncup Harapan (sekarang udah jd Koperasi Divif-2),SD Ardimulyo-1 Songsong

  4. saya juga mempunyai abang yang gugur di ops seroja tim tim. dari yon linud 100/ps.1983. pangkat kopda anm edison situmeang. gugur …11-1983, baucau.timor timur. semoga arwah almarhum ditempatkan bersama2 orang2 yang soleh.amin ya rabbalalamin.

  5. Salam Hormat, saya mohon ijin untuk sedikit mengkopi tulisan ini sebagai referensi tulisan saya. Saya akan cantumkan link ini sebagai salah satu sumbernya. Sukses selalu untuk anda. Terima kasih

  6. Pingback: Operasi Seroja | BALTYRA

  7. Hormat Kami Kepada seluruh anggota TNI yang Gugur dalam Ops SEROJA, NAMAMU AKAN SELALU DIKENANG SEGENAP PRAJURIT TNI SAAT INI, Tulisan ini didedikasikan untuk Alm PRADA SUMARJO anggota ZIPUR 4 TANPA KAWANDYA yang gugur pada 1994

  8. Saya prihatin atas perlakuan pemerintah yg tidak menghargai perjuangan para veteran dan pejuang lainnya yg masih hidup maupun yg sudah wafat,inginya saya membentuk group/komunitas untuk mengkaryakan dan meningkatkan taraf hidup bagi para pahlawan yg masih hidup,kalau ngandelin pemerintah sama saja bohong ga akan ada hasilnya!

  9. saya sangat bangga dg pengorbanan seluruh anak bangsa di segala bidangnya masing2,terutama ABRI di semua medan operasi,terutama para prajurit tamtama bintara,saya yakin niat meraka semua sungguh mulia tuk membela bangsa dan negara,benar2 niat yang tulus tanpa mengharap apapun,adalah suatu kebanggaan memikul tugas negara di pundaknya,seluruh doa mengiringi.sisi gelap dari seroja adalah tergantung dari sudut dan subjek yang mana,itu saja poinnya,kalau saya sih tetep bangga dengan TNI,BRAVOOO

  10. Operasi seroja merupakan tugas yang tidak akan terlupakan oleh bapak dan teman2 nya,,
    saya bahagia karena bapak saya pulang dalam keadaan sehat,namun saya juga sedih mengenang perjuangan teman2 bapak yang gugur dalam tugasnya,,sungguh ironi memang,,pemerintah melupakan perjuanganya,bahkan saya pernah membaca blok bahwa taman makam pahlawan di timtim di buldoser hanya buat kebun singkong,,,sungguh tragis keadaan ini,,di saat mereka tenang di alamnya,,masih saja di usik

    • Saya tinggal di Dili dan tahu rumor yg kalian dengar bhw TMP di buldoser hanya untuk kebun sinkong itu tidak benar! TMP yg di Dili yg baru2 ini dikunjungi oleh SBY memang pernah saya lihat pd awal th 2000an ada beberapa tanamanan singkong milik masyarakat yg tinggal di sekitar TMP itu. Tapi mereka tidak menanamnya di atas makam melainkan di tempat yg kosong.

      Sebagai orang Timor pro kemerdekaan yg juga kehilangan orang tua dan beberapa anggota keluarga, saya merasa bahwa seharusnya invasi Indonesia tidak perlu terjadi jika pemerintah RI pada waktu itu tidak mendengar arahan dari barat terutama USA untuk menginvasi RDTL! Salah satu alasan sederhana adalah RDTL bukan merupakan jajahan Dutch-Indies sehinga tidak pernh di klaim pada zaman Soekarno. Alasan lain bhw FRETILIN telah memproklamirkan kemerdekaan RDTL pd 28 November 1975 sebelum invasi resmi rejim militer Indoneisia pd 7 Desember 1975.

      Jika para pemimpin RI pandai mempelajari peta politik Timor dan global pada waktu itu, perang tidak perlu terjadi dan barangkali RI-RDTL berdampingan sebagai dua negara tetangga yg rakyatnya rukun dan damai sejak dulu serta keluarga kita (korban yg tewas dari pihak RI dan RDTL) barangkali masih bersama kita. Salam

  11. sya adalah slh satu anak yang bapak nya gugur pada saat oprasi seroja 84 sy tdk prnah thu bgmana alm.Bpk sy hanya mengenal dri foto dan sy ingin skali pergi jiarah ke timor timur,pemerintah bohong dulu janji3thn sekali jiarah nyatanya sdh24thn cma sekali kami hidup susah serba kekurangan,nama sy elis Bpk sya alm.serma Alif bunyati dri batlyon 330 KUJANG1 KOSTRAD,tolong wujudkan keinginan sy ank yg tdk pernah thu Bpk nya sy hanya ingin brjiarah.ini almt rmh sya..komplek WARAKAURI SEROJA NO44 JL.ADIKUSUMAH BALEENDAH BANDUNG …TRMAKASIH TOLNG JNG LUPAKAN JUGA JANDA DAN ANAK YATIMNYA.

    • hallo mbak elis liviyanti ..!!saya adalah putra salah satu anggota Kompi A Bataliyon 330 KUJANG1 KOSTRAD. saya menyampaikan kata2 dari ibu saya setelah saya perlihatkan tulisan Mbak Elis..karna bapak alm.serma Alif bunyati bapak mbak elis pernah menjadi DANRU dari bapak saya sewaktu masih remaja. Bapak saya namanya ASROPI B. dulu bapak mbak dalam kepemimpinan’a sangat tegas dan di luar sangat ramah kenang ibu saya..!!waktu itu kakak saya yang ke 2 baru berumur 3bln bapak brangkat bertugas di TIM2 bersama bapak mbak alm.serma Alif bunyati,pak rusyanto dan pak parwoto, yang mungkin ibu Parwoto sekarang masih di komplek Warakawuri Baleendah. Semoga Tuhan memberika tempat yang pantas buat Alm. dan semoga keluarga yang ditinggalkan tabah kuat untuk menerimanya, dan semoga Tuhan tetap memberi kekuatan..aammiiee..

      email saya : joekakipanjank@gmail.com

    • mbak Elis dan keluarga sempat diajak jiarah kesana? wahh..alhamdulillah ya, saya & keluarga belum pernah sama sekali, hanya janji2…

  12. Saya kebetulan sedang menyelesaikan skripsi tentang invasi Timor – Timur ini dari perspektif politikal Realisme (perspektif Indoensia-red). Dan saya membutuhkan referensi tentang operasi komodo dan Seroja. Agak terlambat saya membaca tulisan ini. Apakah ada yang bisa memberikan bantuan referensi? Saya juga memiliki niat untuk meneruskan studi ini pada program master saya nantinya.
    silahkan email saya di fizzahrah@yahoo.com

    Terimakasih
    Tresya

  13. saya membaca tulisan ini dan speechless…
    saya juga anak pahlawan seroja, kisah dan curhatan saya persis dengan yg disampaikan mbak Elis…
    12 Oktober kemarin, tepat 24 tahun kepergian Ayah, semoga nisan para pahlawan seroja masih terjaga…karena dengar2 ada TMP Seroja yg digusur ya? :(

    • he he he . . . saya dulu pernah bertugas di PasPamPres dg pangkat sersan dua, kemudian pernah pula dikirim tugas ke Ko Lak Ops TimTim th 1985 ( dibawah Komando BrigJen Sugito sbg Pangkopur /sekembalinya dr Rimrim beliau jadi Gub.Jakarta) sedangkan sy pulang dg selamat walaupun sekarang punya gelar baru : ” penyandang cacat Seroja ” ‘n mendapat Bintang Seroja.
      Sampai saat ini sy masih aktif dan bertugas di Jajaran Kementrian Pertahanan dg pangkat skr Sersan Kepala (cacat ) , tinggal didaerah Bogor diKPR atas usaha sendiri type 21. . . wkwkwkwk.
      maaf gk berani comen banyak , takut ada yg marah dg orang cacat spt saya .

  14. bagi yang mau lihat batu nisan keluarganya silakan datang ke timor leste. Karena ada di Taman Makam Pahlawan seroja Dili.

  15. Bangga atas pengorbanan dikau pahlawan kusuma bangsa (TNI) yang rela mengorbankan jiwa dan raga demi keutuhan bangsa dan negara..saya juga putra pensiunan TNI-AD, namun ayah saya bertugas di irian jaya (sekarang Papua)

  16. salam kenal, dan hormat saya buat keluarga besar ops. seroja. Indonesia will survive selama masih ada anak bangsa yang bangga dan menghormati jasa para pendahulu / pahlawan. Bravo Indonesia !!!

  17. Ada 2 TMP di distrik saya (Baucau) dan tidak diurus. Aku tidak tahu apakah pemerintah RI mengetahuinya atau tidak, soalnya yang di Dili saja yang diurus. Invansi ke Tim-Tim adalah kesalahan besar pemerintah ORBA.

    • salam persatuan dan kesatuan.!!
      aku salah satu adik dr almarhum pratu Erwin/yonif 141 / PMK muara enim sum-sel mungkin almarhum menjdi prajurit trakhir yg gugur di tim-tim 1999.
      “KARNA DIA SAUDARAKU” bagiku tak perduli dia dihargai pahlawan atau bukan øleh bangsa ini.
      Keinginanku
      ingin membawa kedua ørang tuaku ziarah ke tempat per istirahatanya (tim-tim)
      dan dø’aku
      smøga almarhum ditempatkan ALLAH SWT ditempat yg paling indah,diterima sgala amal ibadahnya dan mati dalam RIDHONYA (khusnul khotima)..
      Aamiin ya robbal a’laminn..!!

  18. AYAH SAYA DARI YONIF 512 MALANG ATAS NAMA YAG BASUKI R SUDAH 3 KALI KE TIMOR TIMUR YANG KE DUA SAAT SAYA LAHIR 1976 PUJI TUHAN KEMBALI DENGAN SELAMAT DAN SAYA MASIH BISA MELIHAT WAJAH DAN CERITA BELIAU WALAUPUN SEKARANG BELIAU TELAH BERPULANG AKIBAT KECELAKAAN SEWAKTU PULANG DINAS DI KEDIRI 1990 SEKARANG SAYA MENERUSKAN PERJUANGAN BELIAU MELALUI TNI AL BAGI REKAN-REKAN EXS ASRAMA 512 MALANG KOMPI B (1976 S/D 1985) SILAHKAN KONTAK

  19. Salam Perdaimaian pada rekan-rekan dari Timor Leste, Kapan ada waktu tolong bersihkan kuburian prajurit Indonesia yang gugur dalam Operasi Seroja, Selanjutnya marilah kita saling menghargai antar RI dan Timor Leste, Pelajaran di tahun 1975 dijadikan pelajaran yang sangat berharga, Bravo buat TNI dan Polri .

  20. semoga tabah atas gugurnya patriot sejati dalam mengemban tugas negara, semoga pemerintah mengakomodir para keluarga yg gugur perang timtim untuk bisa ziaroh kesana sebagai bentuk bangsa yang mau menghormati para pahlawannya.

  21. Aku bisa membayangkan betapa pedih kehilangan keluarga tercintanya, aku berdoa semoga tabah untuk segenap keluarga prajurut yang gugur dimedan perang timtim, dan semoga prajurit sejati ini ditempatkan Alloh ditempat yang layak disisinya, semoga pemerintah mengakomodir keluarga yg gugur untuk bisa berziaroh ke taman makam pahlawan di timtim

  22. Itulah jk perjuangan tidak di dasarkan pada dasar cinta tanah air,tidak ada keikhlasan dalam perjuangan hanya semata niat promosi atau politik yang lebih buruk lg krn uang korupsi,seharusnya para petinggi abri harus punya mental cinta tanah air,tp selama ini yg punya semboyan cinta tanah air cm sebatas rakyat dan abri yg berpangkat rendah alias pasukan garis depan,semoga yg telah gugur di medan tugas di terima di sisi-Nya,NKRI adalah harga mati!!!!

  23. SLm hormat dr Sy yg jg anak Veteran Seroja .Bpk Sy dr Brigif 2 KTD.. Tugas ke TimTim 2x..1975-1976 n 1978 n aLhmdllh Beliau msih sehat n sangat semangat lw brcerita soal prtempurannya dlu d TimTim..tRima ksih

  24. SEMOGA ALLAH MENEMPATKAN ARWAH PARA PEJUANG BANGSA DI SYURGANYA YANG TERTINGGI,DAN SEMOGA PARA POLITIKUS PARA PENENTU KEBIJAKAN PENGAMBIL KEPUTUSAN LEBIH PUNYA HATI NURANI TERHADAP NASIB PAHLAWAN YANG CACAT FISIK DAN MENTAL, ANAK YATIM DAN JANDA PARA PAHLAWAN PADA UMUMNYA ,KHUSUSNYA ,JANDA PAHLAWAN PRAJURIT TNI DALAM OPERASI SEROJA DI TIMOR TIMUR TERVAMA YANG WAFAT DAN CACAT , MEMBANTU BIAYA SEKOLAH ANAK CUCUNYA , MEMBERI SANTUNAN DAN MODAL KERJA UTK MELANJUTKAN HIDUP KELUARGANYA YANG LEBIH LAYAK UNTUK MENGHARGAI JASA MEREKA.SEMOGA KELUARGA YANG DITINGGAL DIBERI KETABAHAN IMAN YANG TEGUH. BANGSA YANG BESAR ADALAH BANGSA YANG BISA MENGHARGAI PARA PAHLAWANYA.NKRI HARGA MATI.

  25. Bangsa yang besar adalah bangsa yang menghargai jasa para pahlawannya.dosa besar para pengambil keputusan politik khusus nya operasi seroja yang melupakan nasib janda janda miskin dan anak yatim para pahlawan prajurit TNI yang gugur cacat, membela NKRI.

  26. saya adalah salah satu anak dari orang tua yang gugur sewaktu menjalankan tugas di tim tim ayah saya tugas ketim tim tahun 76,sekarang kuburan orang tua saya ada di makam pahlawan medan jln sisingamangaraja,saat ini kami bisa terobati,tidak susah untuk berjarah,semoga pemerintah indonesia bisa membawak pulang ke indonesia jenaja tni yang masih dikebumikan di timor leste,bagi warga timur leste tolonglah dijaga dan dirawat kuburan yang ada dinegeri anda,semua ini adalah sejarah untuk anak cucu kita,semoga hal ini tidak terulang kembali…..bravoo indonesia and timor leste

    • kini waktunya membangun persahabatn yg lebih baik untuk masa depan generasi Indonesia dan Timor Leste….

  27. maaf yang gugur itu kakek ku kakekku berangakan dari bataliyon 126 kisaran namanya alm serda anumerta marasan silitonga adalah satu kebanggaan bagiku

  28. Ada teman qw tentara abri yg dikirim ke operasi seroja tim tim ceritakan suatu pertempuran yg mengakibatkan banyak korban di pihak abri , dan pasukan diminta mundur dan prajurit2 yg mati tertembak ditinggalin dan hanya membawa yg luka tertembak,.setelah beberapa hari pasukan abri kembali menguasai tempat pertempuran itu ternyata ditemukan banyak makam dgn tulisan abri,.dan menjelan satu minggu seorang anggota fretilin falintil tertangkap dan dari pengakuan si falintil bahwa merekalah yg menguburkan tentara indonesia yg mati krn diminta oleh salah satu prajurit abri sebelum mengakhiri nafasnya,.dan prajurit abri itu memberikan dompetnya utk sampaikan utk istrinya yg sedang hamil di jawa,.dan ternyata dompet sampai ke tujuannya jawa atas bantuan abri yg kembali dari tugas,.peristiwa itu mengharukan bagi abri yg disast itu dan si falintil itu dibebaskan dan kembali hidup dikota,.tapi perang tetus berlanjut krn petinggi abri di jkt tetap ngotot,..TMP didili tetap dirawat dsn bisa dikunjungi tetapi prajurit yg dikuburkan dihutan sampai skg blm diktahui oleh keluarga,..selamt jln pahlawan nkri dan semoga diterima disisi allah,.

    • Cerita demikian jg dialami oleh oleh anggota Fretilin yg tewas di tangan Abri. dengan demikian, tidak semua ABRI dan Fretelin beringas dan tanpa peri kemanusiaan. seperti org Cina bilang: ying dan yang, ada yg baik dan ada yang buruk…

  29. Sudah banyak artikel dan cerita tentang Ops. Seroja dengan berbagai versi & sumber. Namun ayah saya yang dulu bertugas di RTP-12 Baucau sampai masa pensiunnya selalu membantah jika dikonfirmasikan tentang cerita-cerita itu. Jawabannya hanya “… ah ndak ada itu…, ah siapa yg bilang… jare sopo…”. Komentar yg sama juga muncul dari staf-nya dan rekan-rekan satu gelombangnya, yang skrg sudah pada pensiun…
    Hal mengharukan yang masih membekas di benak saya adalah waktu masa kecil diajak ibu dari Cimahi untuk mengambil gaji & jatah beras di Brigif 12/Guntur di Cianjur. Saat itu ibu Dan Brig beserta ibu-ibu Persit lainnya didampingi Paroh Brig berkunjung ke asrama, semua istri prajurit akan muncul di pintu rumahnya, dan ketika Ibu Komandan dan rombongannya berbelok ke salah satu rumah, pecah-lah tangis si ibu pemilik rumah. Padahal Ibu Komandan belum cerita apa-apa… Karena apa lagi yang akan disampaikan Ibu Komandan selain berita gugurnya suaminya di Timtim.
    Kenang-kenangan ayah yang masih ada sampai saat ini adalah seekor burung kakaktua Timtim yang dibawa dan dipeliharanya sejak 1977.
    Mudah-mudahan 14 bulan bertugas dan meninggalkan keluarga serta kembali dengan selamat, tidak menjadi suatu kesia-siaan… juga buat prajurit lain dan keluarganya…

  30. agak trlambat untuk sy mendapatkan situs ini.. dlu kakak dr ibu sy jg gugur di timtim tahun 1988 saat itu almarhum berpangkt letnan 1, nama almarhum adalah eduard william fofied n pada saat angkatan di akabri, alm adalah satu2x perwakilan dr irian jaya.. Hanya saja sampai saat ini, kami dari pihak keluarga tdk pernah di tun jukan makam alm, bahkan alm kakek sy meminta di baju serta perlngkapan alm swktu gugut tp tdk prnh di berikan dngn alasan sdh di kuburkan dngn jasad alm.. Apakah alm om sy mmg sudah gugur? Atau sedang melaksanakan tugas rahasia oleh negara? Mohon infox bagi yg mengetahui atau pernah melihat nisan alm di tmp di timtim.

  31. ayah sy 2 x penerima bintang seroja tahun 78 dan 84 dr yonif 621/mtg br setahun sdh berpulang, tp
    trmkasih buat yg punya blog..sdkt bnyk sdh bangkitkan kenangan manis ttg ayah saya

  32. yang bener tuh ini…

    Kekuatan
    tni :35.000 tentara

    pemberontak (falintil)
    2.500 pasukan
    7.000 milisi
    10.000 reservis
    Total 20.000

    Korban
    tni: 1.000 tewas, terluka dan hilang

    pemberontak (falintil)
    100.000 – 200.000 tewas (kebanyakan penduduk) karena mereka berlindung dibalik warga sipil

  33. aku juga pernah tugas di tim tim th 88-89, enam tahun lagi aku pensiun, saya bersyukur masih diberi kesempatan hidup. akan tetapi juga bingung karena sampai saat ini menjelang pensiun rumah pun belum ada…
    terima kasih bangsa indonesia, terima kasih rakyat indonesia, terima kasih pemuda indonesia, terima kasih….terima kasih…..terima kasih apapun kenyataan saat ini memang itu adanya Tuhan telah mengaturnya.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s