Perpanjang SIM Jakarta yang “Mati” 6 Bulan

SIM Jadoel

Malam Kamis, setelah pagi-nya menyelesaikan masa puasa Golput, saya baru menyadari kalau SIM sudah kadaluarsa, mati 6 bulan!. Dasar memang ngak pernah melanggar aturan, itu seingat saya, rasanya bersalah banget. Kamis setelah istirahat siang, langsung tancap ke Polres terdekat. Ternyata, sudah tutup. Ketika saya bergegas ke bagian perpanjangan SIM, seorang polisi (terlihat dari Id card yang tercantum didadanya) bertanya: “mas, mau kemana?”, saya jawab: :”mau perpanjang SIM, pak!”. “Sudah tutup mas”, lanjut polisi yang terlihat jangkung itu. Langkahku melambat, dan terduduk di depan loket. Jam menunjukkan 13.26 WIB, tapi semua loket sudah ditutup. Rasanya gimana gitu, maklum, seringnya saya tepat waktu rasanya ngak aja ketika dihadapkan pada kenyataan bahwa saya terlambat. Salah saya juga karena tidak mengecek terlebih dahulu jam berapakah pelayanan SIM tutup. Namun demikian, saya niatkan kembali lagi.

Pagi hari adalah waktu yang memungkinkan untuk saya mengurus SIM. Sampai di Polres pukul 07.55 WIB. Tiba di depan loket, pukul 07.56 WIB. Seorang Pak Polisi bertanya hal yang sama seperti pertama saya ke sini, dan beliau langsung menunjukkan tata cara-nya secara lisan. “Sekarang ambil formulir di BRI”, sambil pak polisi mengarahkan tangannya ke ujung lorong. Berselang 17 menit kemudian, seorang perempuan muda berbusana santai seakan mau jalan-jalan ke mall membuka pintu Bank BRI sambil menenteng helm hitam dan membalik petunjuk pintu yang awalnya bertuliskan Tutup menjadi Buka. Segera antrian terjadi. Saya antrian ke empat.

Pembayaran sesuai tarif yang terpampang di dalam bank ataupun sepanjang lorong: SIM A = Rp.80.000 dan SIM C = Rp. 75.000. Pasca pembayaran, saya diberikan formulir dan mengisinya. Ada contohnya di tempat menuliskannya di sepanjang lorong. Selanjutnya menuju loket Pendaftaran. Oleh petugas yang kesemuanya berseragam batik, diarahkan ke Pemeriksaan Kesehatan. Dengan membawa berkas-berkas, saya langsung tes mata di ruang yang berukuran sekitar 4X4 M. Hanya sekedar membaca huruf yang ada di layar, tentunya diganti-ganti ukurannya oleh petugas yang mengakhiri tes tersebut dengan menuliskan laporan berkas dan mengatakan: “biayanya 20 ribu, langsung ke Asuransi ke luar sebelah kanan”. Saya tahu kalau Asuransi tidak diwajibkan seperti iklan yang ada di depan sana, namun saya menginginkannya, perjalanan berkendaraanku dilindungi oleh asuransi. Petugas asuransi bilang setelah saya menunjukkan semua berkas: “ini kartunya, biaya 30 ribu”, sambil petugas mengarahkan tangannya ke atas: ada tulisan Asuransi = Rp.30.000. “Langsung ke loket SIM”, imbuhnya. Segera saya bergegas menyerahkan semua berkas-berkas yang cuku banyak, dan petugasnya memberikan kartu antri foto, nomornya 006.

Berdasarkan nomor itu, berarti 2 nomor terdepan; 001 dan 002 adalah “lewat jalur khusus”, apalagi ketika antri di loket foto sudah ada 2 orang yang tidak mengikuti proses yang seperti saya lakukan, dan semakin bertambah: orang datang langsung foto. Saya menduga, praktik percaloaan masih ada, padahal lebih dari 3, iklan terpasang: :jangan gunakan perantara/calo”. Dugaan saya ini semakin diperkuat, sejak kamis dan sabtu ke sini, di parkiran dan di sekitar loket ada saja yang mengajak: “mau cepat, langsung foto, saya bantu pak”. Huh, koq ada ya anggota masyarakat yang masih mau menggunakan jasa calo, padahal cara membuat SIM sekarang, terutama setelah tahun 2009, terbilang mudah dan cepat. Sekitar 20-an menit SIM selesai, waktu ini saya hitung sejak antri di Bank hingga nama saya dipanggil untuk mengambil SIM yang baru diperpanjang sudah jadi, jam menunjukkan pukul 08.40 WIB. Iklan yang menuliskan bahawa perpanjangan SIM memakan waktu hanya 30 menit, sepertinya tidak berlebihan. Persis sama ketika tahun lalu saya perpanjang pajak kendaran di PGJ lantai paling atas, tenyata mengurusnya cepat. Fokelah kalau begitu, thanks Cop !!

About these ads

3 thoughts on “Perpanjang SIM Jakarta yang “Mati” 6 Bulan

  1. wah,14 juli 2012 kmrn (ketika bapak menulis ini) ternyata adalah batas masa aktif SIM saya.
    yah, beneran lupa.
    brarti skrg dah telat nih.

    thx pak infonya

  2. Pak kalau sim saya mati mei 2013, sedangkan saya mau memperpanjang di februari 2013 apakah bisa lewat sim keliling / saya harus bikin sim baru?
    Thx infonya

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s