kiSAh c1p

Sejak tahun 2004, c1p menjadi seorang guru SMA, yang berstatus honor, yakni guru honor non-APBN, atau GTT (Guru Tidak Tetap), atau GHM (Guru Honor Murni), atau Honor Sekolah. Walaupun dilihat secara finansial, gaji yang diperolehnya sedikit lebih banyak dari UMR di DKI Jakarta, keinginannya untuk mencerdaskan kehidupan bangsa sebagai tujuan republik ini, tidak pernah padam, selalu menyala selayaknya api revolusi di dalam diri Soekarno.

Diyakini olehnya, guru mendidik, tidak hanya menciptakan murid menjadi cerdas, tetapi melawan!!!, melawan ketidakadilan, lawan realitas yang timpang, peka terhadap kehidupan!!!. Dengan memahami masa lalu, ciptakan masa depan yang gemilang!!!.

Belum genap sebulan Uni Soviet menginvasi Afganistan, c1p muncul ke permukan bumi ini, tapatnya di Jakarta, Indonesia. Masa kecilnya, banyak dihabiskan untuk bermain dan sekolah. Masa-masa ini pula, mulai “terjejali” dengan kisah kepahlawanan, terutama dari tokoh masalalu, baik dari dunia perwayangan maupun sejarah bangsa ini, dan tentu: Islam. Layar tancap, televisi, dan penuturan bapaknya merupakan sumber belajar dalam mengetahui dan mengagumi masa lalu.

Sejak memperoleh informasi tersebut sampai detik ini, tokoh yang disenangi adalah Nabi Muhammad, Umar, Soekarno, Pitung, Tan Malaka, Cuk Nyak Dien, Gatot Kaca, Bima, Krishna, dan bapak saya sendiri. Salahsatu hasil dari sumber belajar tersebut, nasionalisme Indonesia membara didadanya. Nasionalisme yang tertanam kuat, tidak hanya dipengaruhi oleh cerita pahlawan Indonesia, tetapi juga kreasi pendidikan di sekolah. Terima kasih guruku.

Sampai sekarang dan kapanpun, selalu menyempatkan waktu untuk menyaksikan pertandingan tim nasional melawan negara lain, merasa bangga, merinding apabila mendengar suara Soekarno dalam membacakan proklamasi dan nyayian Indonesia raya yang membahana, apalagi dalam laga olahraga. Semakin luar biasa yang terasa, apabila mendengar dan manyaksikan para mujjahid yang berperang melawan musuh-musuh Allah.

Diluar itu semua, mungkin ada sedikit “nyeleneh”, masa remaja di SMP dan SMA, dipenuhi dengan musik rock, menyaksikan tauran antar sekolah, dan naik gunung. Soal musik rock, perkenalan di mulai dalam rumah. Saudara perempuan dan laki-lakinya adalah yang pertama-tama memperkenalkan musik Beatlles, RollingStones, Bon Jovi, Metallica, Helloween, Skid Row, dan Guns N’ Roses. Selanjutnya, jatuh cinta dengan musik klasik, terutama metal dan rock tahun 70′, 80′, dan 90′-an. Dua band awal yang dikenal, telah ditontonnya secara live di Jakarta, yakni Helloween dan Skid Row. Seiring dengan itu, bacaan tentang musik, dan daki gunung mulai dilahapnya dengan gembira.

Sejak kuliah tahun 1998, seiring dengan runtuhnya rezim otoriter-birokratif-represif-militeristik Orde Baru, hingga kini c1p amat tertarik dengan sejarah, pendidikan, politik, dan budaya. Hobi dan perjalanan hidup c1p, terkait erat dengan itu semua. Dan, blog ini adalah salah satu tempat mengungkapkannya, tidak peduli orang lain membaca atau tidak, toh ini sebenarnya untuk konsumsi pribadi, untuk cerminan hidup, dan tentunya guna menapaki masa depan penuh optimisme. Amiiin.


About Me Myspace Comments
About Me Myspace CommentsAbout Me Myspace Comments

  1. ??
    3 April 2008 pukul 9:10 am | #1

    ooooo, guru toh…
    ——————–
    yup.

  2. Stuichkov
    17 April 2008 pukul 12:20 am | #2

    Guru yang model begini yang dibutuhkan oleh bangsa ini…
    Terus belajar dan berjuang pak, generasi muda penerus bangsa ini sangat membutuhkan bapak.
    Saat ini guru model “Oemar Bakri” memang sangat dibutuhkan, namun saat ini gaji guru tidak lagi dikebiri atau dibawah UMR (kecuali yang masih honorer alias guru tidak tetap)
    ———————
    Selamat Berjuang!!!

  3. boncu
    19 Juni 2008 pukul 11:28 am | #3

    guru dimana lo plong…??
    ——————-
    di SMA N 32 Jakarta

  4. Diah
    25 Juni 2008 pukul 5:51 pm | #4

    Hai,pha kbr temen lama? Hebat euy skrg…lg S-2 pula, blh neh sharing ilmu sejarahnya…’n sosiologinya, tuk sama2 mencerdaskan anak bgs ini. Msh inget aku ga…?
    ———————————-
    kabar saya baik-baik saja??…,mmm, diah??….*sambil memandang ke langit-langit*…., maaf, kamu Diah yang mana ya??, Diah Primagama atau Diah Guru??..oke deh, thanks ya dah berkunjung….

  5. Diah
    26 Juni 2008 pukul 5:07 pm | #5

    Aku..?? Diah guru. Guru di sklh & primagama. Tp bkn PG mayestik lho..! Msh ingat pusaka? Dulu aku pernah ngjr disana, ngjr sosiologi.., Ok deh, met berjuang, semoga tetap istiqomah…!?
    ———————
    he..he..he..jangan marah dulu donk….iya, saya sudah tahu sekarang, dan thanks ya sudah bertamu…

  6. 9 September 2008 pukul 8:06 am | #6

    Mas Cip, saya sedang mencari kontak Persatuan Guru Honorer Murni di Jakarta. Kami berencana mengadakan acara kecil untuk meningkatkan awareness tentang GHM.

    Mohon email saya, karena saya tidak menemukan email mas Cip di blog ini. Thanks.
    —————–
    Oke…

  7. naNda
    11 Februari 2009 pukul 10:51 am | #7

    eHm,, cEwe yG kT bicarakan kemarin baik” aja paK.. aku dah ke rumahnya kmrn spulang dari 32.. dia tanya “pak cipto masih imget gw nan??” gt kaTanya…
    tolong jgn bpikiR yg negatif ttg dia y paK… :-)
    minta doanya biar dia akan slalu baik” ja di hari” ke depan..
    salam tuk guru” 32.. bu eLa sm bu syam terutama..(mereka knaLnya “RIA”) coz kMrn ga smpet ktemu…
    thx,,
    ————–

    Saya tidak berpikir negatif, kemarin itu hanya mengungkapkan kembali apa yang saya baca di internet. Maaf, bila kurang berkenan. Oya, salam sudah disampaikan, dan saya selalu berdo’a agar seluruh siswa/i yang saya didik mendapat kemudahan bagi pribadi dan kariernya. Amiiin.

  8. yaman
    4 Juli 2009 pukul 2:03 pm | #8

    blog yg hisoc sdh tak aktif lg ya pa’

    q lbh sering buka dist…..tp begitu-gitu aza,,,,
    jd bttttt……..
    ——–
    Blog Hisoc masih aktif, kalau ada berita baru, pasti akan diterbitkan. Mungkin ini bedanya antara blog untuk kegiatan resmi, dan blog pribadi seperti ini. Saya bisa menceritakan, curhat sesuka atau semau saya, pastinya up to date terus (kalau lagi mood seh..hehehehe…).

    Terima kasih atas perhatiannya untuk blog Hisoc, saya dan Pak Andhika akan menanggapi opiniu kamu.

  9. wyd
    9 Juli 2009 pukul 3:53 pm | #9

    waduh, sejarah…. !!!

    dulu waktu sekolah saya jadi anak kesayangan pak guru sejarah. bukan karena saya pinter sejarah tapi karena beliau inget saya waktu kecil. kami bertetangga, saya ikut sibuk waktu istri beliau melahirkan dadakan. plus kalau ke mana2 saya pake celana pendek, mirip anak cowok. jadi kalau lihat wajah saya yang abg, beliau geli aja inget masa kecil saya…. padahal saya rada ga mudeng loh sama sejarah…
    ———–
    Setidaknya dari ga mudengnya kamu, itu mengindikasikan bahwa kamu manusia berpikir, semoga. Terima kasih telah mampir dan memberikan testi….

  10. anonymyous
    22 Juli 2009 pukul 12:38 am | #10

    mantap sekali pak cip ini…

  11. iqbalsandira
    23 Juli 2009 pukul 9:08 am | #11

    Kalau anda merasa guru sejarah, jangan merasa hebat sndiri dong.
    Kalau anda mau cari gara2, okey! kita diskusi sejarah ampe bonyok!
    Sombong amat!
    ————
    Dari kata-kata ini saja, sudah dapat menunjukkan siapa yang sombong plus emosional?. Untuk Iqbal; Tidak perlu tersinggung begitu, bacalah dengan baik, gunakan kepala yang dingin (ngak perlu emosional), koment saya di blog anda beberapa jam lalu hanya sekedar mengingatkan, ini dia:

    “suciptoardi said… @ July 23, 2009 12:55 AM
    ngak jelas sumbernya?, anda dari jaman perang salib???”

    (Silahkan baca di: http://iqbalsandira.blogspot.com/2009/01/peristiwakejadian-unik-di-perang-salib.html)

    Jadi apa yang salah?, bukankah ini bagian dari bicara jujur sebagai seorang penulis?, etika menulis, bukan?, anda merasa dibilang pembohong karena tidak menuliskan sumber?, kenapa harus marah dan mengatakan saya sombong, cari gara-gara, dan saya merasa guru sejarah?. Ketahuilah, saya hanya anak manusia biasa, tidak lebih!.

    Kalau melihat tulisan dan identitas yang anda tulis, amat normal kalau anda emosional, maklum orang Sulawesi! (di TV ‘kan yang sering rusuh ya suku kamu itu!), tapi apakah saya mengatakan buruk tentang anda?, tentunya tidak!, apalagi banyak tulisan anda bernuansa Islam. Bukankan Islam itu santun?

    Kalau mau diskusi ampe bonyok seperti kata anda, ya silahkan saja, jenis komentar yang saya berikan kepada anda, sudah terlalu banyak saya berikan (juga) kepada blogger yang tidak mencantumkan sumber tulisan, hanya sekedar membudayakan sifat jujur sebagai penulis. That’s it. Kalau anda merasa kesal, itu hak anda (dan baru kali ini seorang blogger amat marah karena diingatkan tidak menulis sumber tulisan, selamat anda pertamax!!!).

    Kenapa tidak ditanggapi kepada sebuah kesadaran, bahwa anda khilaf dan akan memperbaikinya karena itu keliru, yaitu tidak jujur dalam mencantumkan sumber tulisan atau lupa/belum mencantumkannya. Anda bisa cerita kalau sumbernya hilang diawal atau akhir tulisan, dan seterusnya. Tanggapilah koment (mungkin telah menjadi kritik menurut anda, dan memerahkan atau memekakkan telinga) sebagai bagian dari cermin betapa manusia adalah tempatnya salah. Semua yang saya tulis tidak bermaksud menggurui walaupun saya seorang guru, dan saya mendo’akan semoga anda kembali ke jalan yang benar. Amiiin.

  12. dianpramesti
    12 September 2009 pukul 9:21 am | #12

    Salam kenal, Pak Guru! ^^
    ———–
    Salam kenal juga…..

  13. 19 September 2009 pukul 5:01 pm | #13

    ooh pak guru tooh..
    salam kenal pak guru..
    Btw Pak Guru adakah niat suatu saat nanti bisa turut mengajar anak2 yang memiliki kebutuhan khusus (anak2 yg Tuna Rungu yang memakai Alat Bantu dengar) namun mereka bisa berbicara namun sayang hingga saat ini masaih banyak sekolah umum menolak keberadaan mereka.
    mudah2an sih ada guru yang tertarik, karean tak banyak guru2 yg mau mengajar anak2 seperti mereka, padahal mereka anak2 yng menarik looh…
    ———————
    Tawaran yang menarik….

  1. Belum ada trackback.