hoBi c1P
Dari beberapa hal yang senang untuk dilakukan (hobi), setidaknya ada 3 hal yang sampai sekarang masih dilaksanakan, yaitu naik gunung, nonton film, dan membaca. Untuk hobi yang pertama, cita-citanya ingin mencapai puncak Everest dan K2, sampai hari ini belum terwujud, dan saya mulai menguburnya. Diluar itu semua, ada beberapa dataran tinggi yang sudah dicapainya, yakni Gn. Gede, Pangrango, Galunggung, Ciremai, Halimun, Salak, Sumbing, Merapi, Merbabu, Slamet, dan Betung. Puncak-puncak tersebut dicapainya pada medio 1995-2001, terutama yang paling banyak adalah ketika masih duduk dibangku SMA. Selanjutnya, Saat kuliah S1, nyaris terhenti hobi alam tersebut, hanya sesekali saja mengikuti pendidikan dasar bagi calon anggota baru. Kini, badanku yang sudah memebasar, rasanya kurang yakin bisa mendaki gunung lagi.
Hobi kedua adalah nonton film di berbagai media, baik itu mulai layar tancap, televisi, video, dan teater. Film-film yang disukainya, menjadi sebuah inspirasi, khayalan, kebanggaan, dan semangat. Diantaranya adalah Si PituNG, Kingdom Of Heaven, Mongol, GoDFathER, Star War, Star Trek, Indiana JoNes, Cut Nyak Dien, INdepenDence Day, Batman, Last MohiCan, Young GunS, TermInatoR, Cast Away, SpiderMan, ShoALin Temple, The Transformer, Kungfu hustLe, Kungfu SoCCer, RumbLe In Bronx, vERtical Limit, Cliff Hanger, Seven Years In TibET, Ben Hur, Ten Commandemen, Troy, ALExandeR, 13th WaRRior, the MesSEge, beaN SeriEs and Movies, GodZilla, pRedator, Alien, Robin Hood, SuperMan, HollOw Man, He-Man, Connan tHe bArbarian, JuRrasic Park, A2DC, ScorpION King, The MumMy, WaRkop dKi, Bunyamin. S, JailangkuNg, Harley DavidSon anD MarlBoro MAn, Stone Cold, SpEED, diCk Tracy, BLoOd Sport, KaRate Kid, James BonD, BAd Boys, bAck To The FutuRe, Total Recall, TitaniC, nATional TreasuRe, dan E.T. Hobi ini akan terus berlanjut.
Berikutnya, adalah hobi ketiga, sebuah kegiatan yang amat disukai, yaitu membaca. Bilamana menengok kebelakang, cikal bakal hobi baca-membaca saya diawali sejak SD, dimulai dengan ketertarikan terhadap dinasaurus serta sejarahnya, dan dilanjutkan ke SMP dan SMA . Hobi baca sejarah dibangku sekolah menengah tersebut, terutama tentang Mesir, China, Arab, dan tentunya: Indonesia Raya. Selain yang sifatnya sejarah formil, hobi membaca juga berkembang kepada kisah menarik seperti naik gunung. Saya membaca kisah-kisah itu, ketika mengkliping tentang berbagai gambar dan cerita naik gunung, baik perorangan, tim, bahkan organisasi. Sekolah atau pihak lain tidak pernah menyuruhnya, ini inisiatif saya, dan suka aja melakukannya, bahkan sampai hari ini, kliping berita dan yang menarik lainnya masih berlangsung. Setelah lulus SMA, saya menemukan dunia yang baru. Kehidupan kampus telah meningkatkan gelora membaca. Ketika kuliah S1 ini, buku adalah teman sejatiku, dan sampai kapanpun tetap akan begitu. Buku-buku yang dibacanya, seringkali berhubungan dengan ilmu pendidikan, ilmu sejarah, sosiologi, antropologi sosial dan budaya, psikologi, politik, agama, dan filsafat. Beberapa buku yang tak bosan-bosan dibacanya ialah berjudul Seratus Tokoh (M.H. Hart), Aku Melawan Teroris (Imam Samudra), Ketika Sejarah Berseragam (K. Mc. Gregor), Penjelasan Sejarah (Koentowijoyo), Perencanaan Pembelajaran dan Desain Instruksional (W. Sanjaya), Pembelajaran Sejarah (S. Kochar dan Isjoni), Perspektif Baru Penulisan Sejarah Indonesia (B. Purwanto), Gagalnya Hiostoriografi Indonesiasentris?! (B. Purwanto), Guru: Mendidik itu Melawan (E. Prasetyo), Band yang Dilupakan Waktu (P. Stenning), In The Heart of Al Qaeda (M. Fachri), dan The Giant Man (Husain Ibnu Mahmud).





Ketahuilah, bahwa yang terpenting bukan hanya "bagaimana belajar sejarah", melainkan "bagaimana belajar dari sejarah". Soekarno menegaskannya dengan istilah: "Jasmerah" (Jangan Sekali-kali Melupakan Sejarah). Bahkan, seorang Cicero begitu menghargai sejarah dengan menyebutnya sebagai "Historia Vitae Magistra" (Sejarah adalah Guru Kehidupan), sedangkan Castro berteriak dengan lantang di pengadilan: "Historia Me Absolvera !!!" (Sejarah yang akan Membebaskanku!!!). Haruskah kita menyingkirkan sejarah?, bored with history?, hated social scientific history?...


saNg PenGoMenTar