Roy Suryo dan Tim Air Putih Hanya mencari Sensasi

Dalam satu , dua hari belakangan ini, tayangan televisi swasta lokal Jakarta dan nasional memberitakan tentang lagu Indonesia “tempo Dulu”. Lagu kebangsaan tersebut yang disiarkan oleh saluran tv swasta, berhubungan tentang bait yang lebih banyak dari versi yang diajarkan di sekolah hingga kini, dan katanya lebih bersemangat.

Ini menjelaskan ada semacam ketidaksesuaian, yang lebih parah lagi Roy Suryo dan Tim Air Putih, diklaim oleh saluran tv tersebut sebagai “penemu” lagu Indonesia Raya yang “asli” dalam bentuk video terbitan tahun 1944. Mereka menemukannya dengan tidak sengaja, ketika ingin melihat lewat internet tentang foto-foto Indonesia jaman dulu. Eh, tanpa disengaja ditemukanlah lagu kebanggaan bangsa Indonesia itu (seperti romantika Columbus, bukan???). Saya berfikir, apakah seceroboh ini, bangsa Indonesia dalam mengabadikan atau menghargai Pahlawan Nasional Wage Rudolph Supratman?.

Hari itu juga, saya mulai membuka buku terbitan tahun 1949 yang berjudul : Lukisan Sejarah Indonesia karya Kementrian Penerangan Republik Indonesia yang ketika itu Presidennya adalah Dr.Ir.Soekarno. Tepat pada lembaran-lembaran awal, keyakinanku terjawab. Syair yang terdengar di tv, ternyata sudah tertata rapi, lebih dari 60 tahun yang lalu bangsa ini telah mengabadikannya. Bahkan sejak april 2007, pada situs http://www.youtube.com/ juga terpampang lagu Indonesia raya seperti yang ditampilkan oleh Ahli Telematika dan tim-nya itu, sehingga “diakui” merekalah penemunya. Bahkan, Des Alwi sang pelaku sejarah telah mempunyai rekaman asli lagu yang diberitakan oleh pers tv sebagai “temuan” Roy Suryo.

Sudah seharusnya ahli telematika belajar dari orang-orang yang ahli bidang sejarah, dan insan pers tv harus croscheck terhadap informasi dari orang yang belum ahli dibidangnya, dalam hal ini adalah ahli sejarah. Selanjutnya timbul pertanyaan, kenapa ada perbedaan syair?, dijelaskan oleh keturunan W.R.Supratman, bahwa pengurangan syair disebabkan oleh tekanan Belanda dan Jepang karena selalu berpekik-kan : merdeka”, dan bersifat provokatif. Dan, saya kira pengurangan itu dilakukan agar nyayian tersebut lebih praktis, artinya agar anak didik dapat lebih mudah menghafal, toh intisarinya masih tetap semangat kebangsaan.

Dengan demikian, saya berpendapat bahwa apa yang dilakukan dan diberitakan beberapa hari ini, Roy Suryo dan Tim-nya tidak lebih hanya mencari sensasi. Itupun, kalau tidak mau disebut sebagai pihak yang tidak pernah mengikuti perkembangan Indonesia, alias tidak pernah membaca buku sejarah. Hal ini diperparah lagi oleh insan pers tv, yang dengan bombastis memberitakan “penemuan” pihak yang tidak tahu menahu itu. Kalau penemuan benua Amerika oleh Cristophorus Columbus yang penuh romantika itu, baru dipatahkan kebenarannya pada abad 20, dengan diyakininya secara ilmiah bahwa bangsa Viking dan Cina-lah yang lebih awal datang ke Amerika, maka “penemuan yang konyol” oleh Roy Suryo dan Tim-nya itu yang diberitakan oleh pers tv, dapat ditanggulangi dengan cara membuka internet dan baca buku sejarah, atau menyaksikan secara langsung Lagu Indonesia Raya terbitan tahun 1944 di rumah Des Alwi, tanpa membutuhkan hitungan tahun.

Kita harus banyak membaca buku, bukan???…lebih baik jadi “kutu buku” daripada kelak “mati kutu”…Mulailah membaca hari ini!!! Hiduuplah Indonesia Raya……

6 thoughts on “Roy Suryo dan Tim Air Putih Hanya mencari Sensasi

  1. Menarik sekali tulisan anda tentang lagu Indonesia Raya. Ternyata di negara kita masih ada orang yang mau mencari sensasi murahan demi ketenaran. Btw kalo sy yg di Semarang ini di mana bisa melihat buku yang menulis hal tersebut? Trims.

    Hilary

  2. Haduh Roy roy.. capek deh…
    —————————
    …yach beginilah kalau “jagoan IT” mau jadi Pendekar Sejarah”, kacau…jadi terlihat bodohnya ya…, jadi bahan tertawaan kaum sejarawan di Indonesia…., Roy roy….

  3. kalo beasiswa untuk orang yang tidak mampu untuk SMA ada gak ya untuk tahun ajaran ini. terimakasih
    ———–
    salah kamar, mas…

  4. Roy suryo sebenarnya tidaklah pintar, dia hanya setiap analisa dia sebenarnya tidak dapat 100 persen dipertanggung jawabkan. misalnya dalam menganalisa foto, dia pikir tanggal dan jam dalam informasi image foto tidak dapat diedit dengan software yg kuno?, dan dalam komentarnya dalam burning cd/dvd dia hanya berpatokan pada tanggal di system komputer, padahal tanggal di system komputer setiap saat bisa diubah sesuai keinginan, mau ditanggalin berapa aja juga bisa. betulkan kan roy?, anda perlu lebih banyak belajar lagi, tentunya jangan mengeluarkan statemen jika anda belum mengujinya. Thank’s
    ———————-
    Semoga mas royyy membaca komentar anda….

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s