Drs. Surajiyo : Book Reviuw

FILSAFAT ILMU DAN PERKEMBANGANNYA DI INDONESIA : Suatu Pengantar.
Drs. Surajiyo. PT. Bumi Aksara. Jakarta. 2007. xiii + 170 hlm.

Oleh : Sucipto Ardi

I

Buku yang terbit pada bulan April 2007 terdiri dari tiga bagian. Bagian Pertama: Pengenalan Filsafat Ilmu yang terdiri dari tiga bab. Bab 1 adalah Pengantar Ilmu Filsafat, Bab 2 Filsafat Pengetahuan (Epistemologi), dan Bab 3 yaitu Ruang Lingkup Filsafat Ilmu. Pada Bagian Kedua: Masalah Ilmu Pengetahuan. Bagian ini terdiri dari lima bab, yakni Bab 4 Apa Itu Ilmu Pengetahuan, Bab 5 Sejarah Perkembangan Ilmu Pengetahuan, Bab 6 Prinsip-Prinsip Metodologi, Bab 7 Penemuan Kebenaran, dan Bab 8 adalah Definisi Dan Penalaran. Bagian Ketiga adalah Pengembangan Ilmu Pengetahuan. Dalam bagian ini terdapat tiga bab, yaitu Bab 9 Hubungan Dan Peranan Ilmu Pengetahuan Terhadap Pengembangan Kebudayaan Nasional, Bab 10 Etika Keilmuan, dan Bab 11 ialah Strategi Pengembangan Ilmu Di Indonesia.
Continue reading “Drs. Surajiyo : Book Reviuw”

Epistemologi : Kesalahan dalam pemahaman ilmu

Analisis Thesis : “Kesadaran Dan Partisipasi Siswa Dalam Proses Belajar Mengajar Sejarah Menurut Kurikulum 1994 (Studi Kasus Di SMU Kristen 2 Kota Surakarta)”. Frans Resimanuk. PPs UNJ. 2001. xiv + 214 hlm.

Thesis ini memiliki kelebihan dalam mendeskripsikan kondisi proses belajar mengajar (PBM) sejarah. Deskripsi yang dibangun terkait antara pemahaman PBM sejarah, kesadaran, dan partisipasi siswa untuk mencapai tujuan kurikulum 1994, merupakan penjabaran yang mendetail dan akurat berdasarkan data yang dapat dipertanggungjawabkan. Hasilnya sangat mengesankan.
Continue reading “Epistemologi : Kesalahan dalam pemahaman ilmu”

Humanisme : Pengantar

Perkembangan aliran-aliran behaviorisme dan psikoanalisis yang sangat pesat di Amerika Serikat ternyata merisaukan beberapa pakar psikologi di negara itu. Mereka melihat bahwa kedua aliran itu memandang manusia tidak lebih dari kumpulan refleks (behaviorisme) atau kumpulan naluri saja (psikoanalisis).

Mereka juga menganggap bahwa kedua aliran itu memandang manusia sebagai makhluk yang sudah ditentukan nasibnya (determinisme) yaitu oleh stimulus (behaviorisme) atau oleh alam ketidaksadaran (psikoanalisis). Merekapun juga berkesimpulan bahwa kedua aliran itu menganggap manusia sebagai robot (behaviorisme) atau sebagai makhluk yang pesimistik dan penuh masalah (psikoanalisis).
Continue reading “Humanisme : Pengantar”