Berikut adalah contoh Judul, masalah, hipotesis, dan fokus penelitian. Selamat membaca.

A. Penelitian Kuantitatif

1. Judul Penelitian

Pengaruh Latar Belakang Pendidikan Guru Dan Eksplanasi Sejarah Terhadap Kemampuan Menulis Kisah Sejarah Oleh Siswa

2. Perumusan Masalah

a. Apakah terdapat perbedaan kemampuan menulis kisah sejarah oleh siswa antara yang gurunya berlatar belakang pendidikan sejarah dengan gurunya yang berlatar belakang pendidikan non-pendidikan sejarah ?

b. Apakah terdapat perbedaan kemampuan menulis kisah sejarah oleh siswa antara yang gurunya menggunakan eksplanasi sejarah model garis besar kronologis dengan gurunya yang menggunakan eksplanasi sejarah model tematis ?

c. Apakah terdapat interaksi antara latar belakang pendidikan guru dan eksplanasi sejarah terhadap kemampuan menulis kisah sejarah oleh siswa ?

3. Hipotesis Penelitian

a. Kemampuan menulis kisah sejarah oleh siswa yang gurunya berlatar belakang pendidikan sejarah lebih baik daripada gurunya yang berlatar belakang pendidikan non-pendidikan sejarah

b. Kemampuan menulis kisah sejarah oleh siswa yang gurunya menggunakan eksplanasi sejarah model garis besar kronologis lebih baik daripada gurunya yang menggunakan eksplanasi sejarah model tematis

c. Terdapat interaksi antara latar belakang pendidikan guru dan eksplanasi sejarah terhadap kemampuan menulis kisah sejarah oleh siswa

B. Penelitian Kualitatif

1. Judul Penelitian

Membayangkan Masa Lalu : Gender Dalam Sejarah Indonesia

2. Perumusan Masalah

Bagaimana anak laki-laki dan anak perempuan di SMP membayangkan masa lalu dalam kisah sejarah Indonesia ?

3. Fokus Penelitian

Penelitian ini merupakan usaha memahami alam pikiran anak laki-laki dan anak perempuan di SMP tentang sejarah Indonesia. Pikiran yang terdapat di otak, tidak dicarikan penjelasannya bagaimana proses kognisi kisah sejarah masuk dan terstruktur menjadi bentuk tertentu di kepala siswa/i. Terkait disini, salah satu awal sekaligus peran terbesar sebagai pembentuknya, adalah referensi buku sejarah yang selama ini mereka pelajari sendiri maupun bersama guru sejarah di sekolah. Keadaan demikian menarik minat untuk melihat gambaran sebenarnya, apa yang dibayangkan anak-anak tersebut tentang masa lalu bangsanya sendiri. Pada saat yang sama, penelitian ini akan lebih luas daripada hanya tentang kemampuan mengingat kisah sejarah, namun merupakan representasi baru ingatan anak didik tentang jati diri bangsanya, yang telah melewati perjalanan waktu dan seringkali kondisinya jauh berbeda dengan sejarah Indonesia yang pernah mereka pelajari.