Diskusi BT

Berikut adalah lampiran yang terkait dengan tulisan SAS: Kritik dan Birokratif… 

05/12/2007 11:32:15

Bujug Boneng!!!!!!!!!!!!………………….Tagihan Sumatiff Bahasa Indonesia Banyak Banget!. KD nya saja ada 18. Biar cepet mengisi nya gimana ya?……(130906351)

 05/12/2007 12:09:15

Bujug Boneng!!!!!!!!!!!!………………….Tagihan Sumatiff Bahasa Indonesia Banyak Banget!. KD nya saja ada 18. Biar cepet mengisi nya gimana ya?……
—————————————————————-

lho, emang lagi ngesetnya, kemana aja bang???….kan dah tau itu banyak….!!!
kata temen saya, siswa aja yang ngerjain….kumpulin satu kelas, lalu suruh isi…kan tim Sas DKI juga ngak tau siapa yang isi…sssttt, jangan bilang-bilang ke orang lain ya….
(secara pribadi, saya tidak menyarankan–ini tanggungjawab pribadi masing-masing) (160000016)


 05/12/2007 12:18:13

Ooh, kapan guru-guru Jakarta yg sudah menikmati TPP dan Kesra ini sadar akan pentingnya manajemen waktu? Kok masih terkesan pekerjaan rutin seperti ini dikerjakan secara borongan??
——————————————-
lebih baik dicabut aja TPP-nya, karena TPP terkesan “Tunjangan Planga-Plongo”,…he..he..he…maksudnya diberikan kepada guru yang tepat, yang mau bekerja keras, dan melayani siswa dengan sepenuh hati….kemudian, ada yang mau tanggapi ngak ya????…tapi dengan syarat : berlogika sehat tanpa emosi. (160000016)

 06/12/2007 7:43:31

ayo para admin, siapkan rencana B, kerja malam, atau rencana c, kerja malam + kroyokan tim.

………….. Meskipun saya sudah tidak jadi admin lagi, saya sangat merasakan betapa “setressnya”, menghadapi saat-saat pembagian rapor SAS. saya hanya bisa turut doakan semoga semua lancar dan teman-teman sehat.
Sekali lagi kami MOHON kiranya TIM PENGEMBANG dan OWNER SAS agar bisa mempertimbangkan untuk mempercepat jam “BUKA”. banyak teman-2 di sekolah kami harus kecewa setiap kali datang kesekolah lebih awal, karena ternyata sas belum bisa diakses. perlu diingat kita tidak berharap guru “mencuri” waktu mengajar. (131613549)

 06/12/2007 7:50:11

kata temen saya, siswa aja yang ngerjain….kumpulin satu kelas, lalu suruh isi…kan tim Sas DKI juga ngak tau siapa yang isi…sssttt, jangan bilang-bilang ke orang lain ya….

Maaf bapak/ibu ……. kayaknya solusi yang bp/ibu tawarkan terlalu “SADIS”, apakah masih kurang kita merampas “HAK SISWA?”….disekolah kami guru-guru sepakat untuk memajukan waktu TEST SUMATIF, agar dapat mengisikan nilainya ke dalam SAS sebelum SAS ditutup, menurut hemat saya, ini mengurangi hak siswa untuk belajar efektif sesuai dengan tututan kurikulum. apakah “PENGURANGAN”, jam efektif tidak terjadi disekolah BP/IBU?….kalau boleh mohon kami diberi tahu bagaiman strateginya?. Trimakasih
Wassalam (131613549)

 06/12/2007 18:13:08

Kata temen saya, ada sekolah yang tidak adakan tes sumatif tapi karena “tuntutan”, maka dijadikan (di-entry) nilai sumatif (baca: biasa, rekayasa)…., dan, bukankah sejak dulu banyak guru2 di Jakarta sudah merampas hak siswa??…., jangan2 sampai saat ini….hanya saja, belum atau tidak disadari….

jangan2, malahan Program SAS ini merampas hak sekolah dan guru…,kata teman saya: sekarang dah KTSP (kurikulkum lokal), jadi dasarnya apa pengolahan nilai masih terpusat ??, bukankah guru memiliki hak untuk menentukan cara penilaian siswa yang tidak sama dengan format SAS?…guru jaman sekarang sudah seharusnya profesional (tidak harus sama alias kritis-profesional), bukan bersifat birokratif yang ikut apa kata pusat…artinya: guru sebagai profesional, tapi jangan jadi guru birokrat….tapi, jangan2, teman saya itu mengkritisi karena malas mengerjakan SAS…jangan2…(160000016)

 06/12/2007 18:19:14II :
Selanjutnya pak Amin Yth. membaca tulisan anda di Buku Tamu ttg hari efektif siswa yg terpaksa hrs dikurangi gara2 hrs mempercepat Tes Sumatif … dst… Saya sgt tergelitik membacanya… Apakah guru2 sdh demikian perhitungan sampai2 tdk mau merugi hanya krn sebuah tes sumatif maka kegiatan pembelajaran di sekolah harus berakhir ?? Kalau itu yg terjadi… saya sgt prihatin dan mempertanyakan kembali tentang istilah “belajar sepanjang hayat..” Apakah masih berlaku di sekolah kita ? PENDAPAT SAYA INI TIDAK USAH DIPOLEMIKKAN, LEBIH BAIK ANDA MANFAATKAN WAKTU UTK PENGOLAHAN NILAI DRPD SIBUK MENANGGAPI BUKU TAMU. Selamat bekerja. (amorgani)

 06/12/2007 18:22:12I :
Hallo pak AMIN FATKURROHMAN, S.Pd. (Guru Kimia SMAN 32) bukankah yg usul utk “mempekerjakan” siswa itu sejawat anda sendiri yg bernama SUCIPTO ARDI, S.Pd. – Guru Sejarah SMAN 32 ?? Jadi tidak perlu anda komentari seolah usul itu berasal dari Bapak/Ibu Guru sekolah lain. Saya tdk habis pikir bgm seorg guru bisa punya idea spt itu. Apakah Kep Sekolah anda tahu ttg hal ini? Saya akan usul pd pak Ali Amrin agar TPP dan Kesra guru yg tega mempekerjakan siswanya utk mengentri SAS itu ditindak tegas. Kalau perlu TPP dan Kesranya dicabut dan diberikan kepada siswa-siswa yg sdh di”perdaya”kannya itu (seharusnya siswa itu diberdayakan bukan diperdayakan). (AIDA Amorgani)

 06/12/2007 18:43:05

pak SUCIPTO ARDI, S.Pd. (Guru Sejarah SMAN 32) menulis tanggapannya sbb. :

…….. siswa aja yang ngerjain….kumpulin satu kelas, lalu suruh isi…kan tim Sas DKI juga ngak tau siapa yang isi…sssttt, jangan bilang-bilang ke orang lain ya…. jangan2, malahan Program SAS ini merampas hak sekolah dan guru…,kata teman saya: sekarang dah KTSP (kurikulkum lokal), jadi dasarnya apa pengolahan nilai masih terpusat ??, bukankah guru memiliki hak untuk menentukan cara penilaian siswa yang tidak sama dengan format SAS?…guru jaman sekarang sudah seharusnya profesional (tidak harus sama alias kritis-profesional), bukan bersifat birokratif yang ikut apa kata pusat…artinya: guru sebagai profesional, tapi jangan jadi guru birokrat….tapi, jangan2, teman saya itu mengkritisi karena malas mengerjakan SAS…jangan2…
————————
Tanggapan seperti ini bersifat profokatif. (AIDA)

 06/12/2007 18:57:14

Kepada Amorgani (Sesuai Nama di buku tamu)

Itu hanya obrolan…jadi tidak perlu ditanggapi dengan serius…dan rasanya, tidak perlu juga ditanggapi secara berlebihan….itu hanya : jangan2″, tidak lebih hanya praduga dan bukan realitas yang ada, jadi marilah kita membaca dengan baik….

Bukankah kita sedang dalam reformasi yang juga disetujui presiden SBY, yang jelas2 memberikan keluangan untuk berpendapat???….toh, yang ada disini hanya sebuah obrolan dua orang guru…, tidak mewakili sekolah (baca: tidak harus diasosiasikan dengan sekolah)….jadi tanggapilah secara proporsional….(160000016)

 

06/12/2007 22:05:26

Buku Tamu dibuat untuk saling berkomunikasi antar sesama User SAS. Penulisan di Buku Tamu tidak akan disensor dan akan menampilkan identitas penulis (kecuali No ID dan asal sekolah penulis jika kursor kita layangkan di bagian bawah writing board). Kita ingin menampilkan wajah dan perilaku para guru di ibukota Jakarta dalam semangat positif – saling support – kritik membangun dan memenuhi asas akuntabilitas publik. Mengapa ?, krn. Buku Tamu dapat dibaca bebas oleh orang luar (masyarakat umum). Walau dibebaskan menulis tanpa sensor, apapun alasannya, saya TIDAK AKAN MENTOLERIR tanggapan/komentar/celetukan/seloroh/obrolan atau apapun yang bernada PROVOKASI, baik dilakukan oleh 2 org atau dilakukan oleh sekelompok orang secara proporsional ataupun tidak proporsional. Apalagi di saat2 kita membutuhkan situasi yg kondusif di tengah sempitnya waktu utk menyelesaikan tugas dan kebiasaan kejar setoran di penghujung waktu. (AIDA)

 Ada lagi diskusi lain…

02/08/2007 13:48:12

Untuk : 131864445

Ada baiknya kali kalau blokiran login das PW dibuka dulu barang sehari supaya bisa diperbaiki, terutama Admin yang belum mengubah PW seperti yang diminta…
_______________________________________________________________________

tenang aja pak/ibu, keberhasilan sas tergantung guru, pasti dibuka blokirannya koq, dan nanti juga diperpanjang waktu kerjanya,…seperti biasa gituuu….

walaupun ini kenyataan, saya cuma bercanda koq, he..he..he..                         

c1p
Atas nama pribadi, bukan institusi

 02/08/2007 14:17:45

Untuk : 131864445
Ada baiknya kali kalau blokiran login das PW dibuka dulu barang sehari supaya bisa diperbaiki, terutama Admin yang belum mengubah PW seperti yang diminta…
_______________________________________________________________________
tenang aja pak/ibu, keberhasilan sas tergantung guru, pasti dibuka blokirannya koq, dan nanti juga diperpanjang waktu kerjanya,…seperti biasa gituuu….
walaupun ini kenyataan, saya cuma bercanda koq, he..he..he..
c1p
—————————————————————————-
Wah sayang sekali pak CIP (SMAN 32), perkiraan anda keliru. Blokir tidak akan dibuka tanpa permintaan dari Kepala Sekolah. Dan perpanjangan waktu ? Saya pastikan TIDAK AKAN ADA PERPANJANGAN WAKTU dalam kaitannya dengan pengentrian Tagihan, RPP, dll. Perlu diketahui, masalah blokir ini adalah utk keamanan semua pihak, dan TENTU SAJA SUDAH DIINFORMASIKAN VIA MILIS beberapa wakru dan beberapa kali.

AIDA

 03/08/2007 9:08:49

Untuk Ibu Aida

wah sayang sekali Ibu Aida (The Owner SAS), saya hanya berpendapat berdasarkan kenyataan yang lalu, yang selalu diperpanjang tiap kali ada dateline…dan maksud saya berpendapat ini berdasarkan pengalaman yang sudah ada (telah dilalui)…kalau prosedur yang harus dilakukan dan sudah diinformasikan lewat milis, saya setuju-setuju saja, toh yang saya tulis adalah :” pasti dibuka blokirannya koq”, dan “tidak ada tentang soal prosedurnya” artinya pasti dubukakan dengan prosesur tersebut…Ibu keliru menafsirkan tulisan saya, sekarang tanggal 3 Agustus, dan masih bisa memasukkan indikator (dateline : 31 Juli 2007)…

Saya tidak bermaksud membuat pendangan buruk terhadap Ibu Aida atau Tim pengembang, namun mari kita perbaiki kekurangan ini, baik dari guru (user) atau lainnya.

c1p
Atas nama pribadi, bukan institusi

160000016

  

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s