soeharto-1921-2008.jpg

Tulisan ini merupakan catatan dari miliaran tentang perjalanan suatu bangsa. Boleh jadi ini objektif, sekaligus , bahkan teramat subyektif. Semua bergantung kepada pembaca yang budiman dalam memahami dan memaknainya. Sampai hari ini, 28 Januari 2008, pukul 10-an pagi WIB, seluruh jaringan komunikasi massa di Indonesia, seperti TVRI, RCTI, mengabarkan tentang proses pemakaman Presiden ke-2 Republik Indonesia, H.M. Suharto. Beliau yang disebut oleh pers Barat sebagai “The Smiling General”, telah meninggal dunia pada tanggal 27 Januari 2008, pukul 13.10 WIB di RSPP, Jakarta. Di waktu tersebut, saya mendengar dari pengeras musholla mengabarkan tentang kematiannya, bahkan hari ini disepanjang jalan di sekitar rumahku, bendera setengah tiang dikibarkan warga, baik sebagai wujud penghormatan terakhir, ataupun menaati pemerintah. Tujuh hari sejak kemarin, adalah hari berkabung nasional. Presiden SBY terlihat sedih, bahkan banyak orang di Indonesia….

Kepergiannya untuk selamanya diringi dengan lambaian rakyat yang menunggunya dipinggir jalan, dimana rombongan pengantar jenazah akan menuju Lanud Halim Jakarta, dan juga Solo. Jabatannya selaku presiden RI selama 32 tahun, 7 periode, banyak menyisakan kisah yang tetap diakui dan dikenang, baik oleh WNI, ataupun dunia..

Soeharto dan orang dekatnya membangun sebuah rezim yang dikenal sebagai Orde Baru. Sejak memegang kekuasaan tahun 1966, gelora revolusi digantikan dengan semangat pembangunan. Masuk akal yang dilakukan “anak desa” ini, mengingat Indonesia saat itu mengalami inflasi yang sudah tidak masuk akal (baca: teramat tinggi).