Mengapa Harus Berjihad ?

Nopember 26, 2007 <!–narakushutdown–>

Oleh : M. Marzuqi Abu Sab’ah

JIHAD

. Bila kata ini didengar oleh orang-orang kafir, munafiq atau murtad, barangkali akan membuat pikiran dan perasaan mereka merinding, miris bahkan takut. Hal itu muncul bisa jadi karena mereka sudah mempunyai gambaran yang tak tentu tentang pengertian dan seluk beluk jihad. Mereka hanya mengerti dan menyadari bahwa jihad adalah bahasa agama (Islam) yang apabila istilah ini mulai dipakai oleh para ”pelaku jihad” maka membuat yang bersangkutan akan berjuang dan berusaha sekuat tenaga guna mencapai apa yang dicita-citakannya. Bahkan kadangkala terkesan tanpa memperhitungkan resiko, baik bagi dirinya atau orang lain apalagi mereka dianggapnya sebagai musuh.

Lain lagi halnya kata jihad bagi orang-orang yang beriman, yang benar-benar jujur dan bersih imannya dari berbagai penyakit, baik syirik, nifaq, dengki maupun ujub. Kata jihad bagi orang beriman mengesankan sebuah perjuangan yang indah, sebuah ritual ibadah yang serba menggiurkan. Di mana dalam jihad setiap langkah, detak jantung, tetes keringat, semua akan terhitung mendapat pahala dan tiada sesuatu yang sia-sia di dalamnya. Sehingga akan terasa aneh apabila ada orang yang mengaku beriman akan tetapi ’alergi’ dengan kata jihad. Sebagaimana terasa anehnya orang yang mengaku beriman, namun ia merasa ’alergi’ bila mendengar kata sholat, haji atau syari’ah.

Dari Abu Hurairah ra, dia berkata, ’Nabi saw ditanya : ”Wahai Rasulullah, apa yang bisa menyamai jihad di jalan Allah?” Beliau menjawab: ”Kalian tidak akan mampu melakukannya?” Mereka mengulang pertanyaan tersebut dua kali atau tiga kali, semuanya dijawab beliau: ”Kalian tidak akan mampu melakukannya.” Kemudian beliau berkata: ”Perumpamaan mujahid di jalan Allah adalah seperti orang yang berpuasa dan berdiri shalat membaca ayat-ayat Allah, ia tidak berhenti dari puasa ataupun shalatnya sampai mujahid tersebut kembali –dari perang-” (HR. Muslim, Abu Dawud dan An Nasa’i)

Tujuan Hidup

Kita sebagai manusia, apa pun kedudukannya, pejabat tinggi atau pejabat rendahan, pegawai atau wiraswasta haruslah menyadari bahwa Allah swt menciptakan kita seperti sekarang ini, bukanlah sesuatu yang kebetulan atau sia-sia. Namun, terkandung makna yang amat dalam di balik keberadaan kita. Hidup manusia serba ujian, lulus tidaknya seseorang dalam setiap ujian akan berpengaruh pada hari tuanya, kehidupan alam kuburnya, bahkan kehidupannya setelah mati. Maka kita harus berhati-hati dalam menapaki setiap jalan kehidupan yang kita titi.

”Dan aku tidak menciptakan jin dan manusia melainkan supaya mereka beribadah kepada-Ku.”

(QS. Adz Dzariyat 52 : 56).

Allah swt menciptakan kita hanya untuk beribadah kepada-Nya (dan hanya untuk itu). Kita harus percaya dan yakin bahwa penyimpangan sedikit saja dari keyakinan ini, akan berakibat fatal, baik bagi kehidupan di dunia maupun kehidupan yang teramat panjang, yaitu kehidupan setelah kematian.

Lurus dalam keyakinan ini akan membuahkan gaya hidup yang serba positif, baik masa remaja maupun masa tua. Sebaliknya, penyimpangan dari keyakinan ini akan membuahkan gaya hidup yang serba kotor, najis dan menjijikkan, yaitu gaya hidup yang serba menentang Allah swt yang telah menciptakan kita.

Oleh karena itu, sebagai seorang muslim harus mempunyai tujuan hidup yang jelas yaitu ibadah dan menghambakan diri kepada Allah swt. Jangan sampai menghambakan diri kepada sesama manusia, kekuasaan atau material keduniaan yang lain. Pangkat, jabatan dan kekuasaan seharusnya hanya dipakai untuk memperbanyak pahala, yaitu sebagai sarana untuk beribadah kepada Allah swt semata, jika tidak semuanya hanya akan menjadi beban di hari kematian nanti. Allah swt memberikan peringatan, dengan firman-Nya:

”Kemudian kamu sekalian pada hari itu pasti akan dimintai pertanggungjawaban atas kenikmatan (yang kamu megah-megahkan di dunia itu).” (QS. At Takaastur 102 : 8)

Mari, kita gunakan seluruh hidup ini hanya untuk beribadah kepada Allah swt. Namun, harus disadari bahwa hidup di dunia ada beraneka macam manusia, yang masing-masing mempunyai tujuan hidup yang berbeda pula. Bahkan kadangkala ada pula tujuan hidup yang saling bertentangan. Ini berarti bahwa dalam mencapai tujuan hidup tidak selalu berjalan lancar. Penuh rintangan, hambatan atau halangan.

Untuk itu sebagai seorang muslim, haruslah berjuang melawan segala rintangan dan hambatan yang menghalangi tercapainya tujuan hidup, yaitu beribadah kepada Allah swt semata.

Dunia, Kenikmatan yang Membelokkan Tujuan

Manusia hidup di dunia tidaklah sendirian, ada bermacam-macam karakteristiknya. Mereka mempunyai idiologi, pikiran dan pola hidup yang bermacam-macam, semua memperebutkan dunia ini untuk dipakai sebagai kendaraan tunggangan yang akan menghantarkan kepada tujuan masing-masing. Di antara tujuan itu ada yang baik dan ada pula yang buruk, bahkan bisa dikatakan buruk sekali.

Sebagai seorang muslim tujuan hidup hanya beribadah kepada Allah swt. Jangan sampai menjadi orang yang lemah ibadah, hanya karena jabatan atau pangkat. Dengan meninggalkan sholat setelah menjadi pejabat atau tidak menegakkan syari’at hanya karena takut terhadap ancaman musuh-musuh Allah yang hanya sesaat, yang pada waktunya semuanya akan berakhir.

Memang kehidupan dunia sering membuat manusia tertipu dan terpeleset dari tujuan semula yaitu beribadah kepada-Nya. Baik disadari atau tidak Allah sudah mengisyaratkan dalam firman-Nya:

”Tiap-tiap yang berjiwa akan merasakan mati. Dan sesungguhnya pada hari kiamat sajalah disempurnakan pahalamu. Barangsiapa dijauhkan dari neraka dan dimasukkan ke dalam syurga, maka sungguh ia telah beruntung. Kehidupan dunia itu tidak lain hanyalah kesenangan yang menipu.”(QS. Al Imran 3 : 185)

Kita Harus Berjihad

Dunia adalah medan perjuangan. Masing-masing pihak berjuang dengan segala fasilitas yang ada guna mencapai apa yang telah ditetapkan, dengan menundukkan rintangan demi rintangan hingga akhirnya tercapai tujuan. Dengan kata lain dunia ini adalah medan jihad yang amat luas bagi setiap muslim, baik jihad dalam pengertian bahasa yaitu bersungguh-sungguh maupun jihad dalam pengertian syari’ah yaitu berperang di jalan Allah.

Sebagai seorang muslim telah jelas tergambar dalam benak kita bahwa tujuan hidup adalah beribadah kepada Allah swt dan penghalang ibadah adalah seperti kesyirikan, kemusyrikan, kemaksiatan, dan keduniaan yang menipu.

Untuk itu sebagai seorang muslim kita harus berjihad (berusaha sungguh-sungguh dan mati-matian) guna meluruskan ibadah dan ketataan kepada Allah swt, serta menundukkan seluruh kenikmatan dunia agar dapat menjadi fasilitas yang baik untuk beribadah kepada-Nya. Di samping selalu berusaha menundukkan setiap rintangan dan hambatan yang menghalangi tujuan beribadah kepada Allah swt.

”Dan berjihadlah kamu di jalan Allah dengan jihad yang sebenar-benarnya. Dia telah memilih kamu dan Dia sekali-kali tidak menjadikan untuk kamu dalam agama suatu kesempitan.” (QS. Al Hajj 22 : 78)

Jihad adalah perkataan yang indah dan menarik, diambil dari banyak ayat-ayat Al Qur’an dan disebutkan pula dalam banyak hadits nabi saw. Jihad secara bahasa berarti ”bersungguh-sungguh” dan dalam istilah fiqih berarti ”qital atau perang (berjuang) di jalan Allah.”

Hidup setiap muslim haruslah penuh dengan jihad (dalam arti bahasa) yaitu melawan syaitan, melawan hawa nafsu, meluruskan ibadah, berdakwah dan menegakkan syari’ah sesuai dengan kemampuan yang Allah karuniakan kepadanya.

Dan setiap muslim hidupnya harus penuh dengan jihad (dalam istilah fiqih) meskipun hanya sebatas semangat. karena rasa semangat membela Islam harus selalu ada di dalam hati setiap muslim dan harus dibawa hingga mati. Dan kalau semangat itu tidak ada dikhawatirkan mati dalam keadaan bagian dari kemunafikan. Dari Abu Hurairah ra, bahwa Rasulullah saw bersabda: ”Barang siapa mati sedangkan ia belum pernah berperang dan belum pernah terdetik hatinya untuk berperang, maka ia mati pada salah satu cabang kemunafikan.” (HR Muslim).

Sumber: http://narakushutdown.wordpress.com/2007/11/26/mengapa-harus-berjihad/#more-10

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s