KOSOVO, Bangsa Muslim di Eropa, akhirnya MERDEKA!



PRISTINA – Sebuah negara baru dengan penduduk mayoritas muslim, Kosovo lahir di Eropa hari ini (17/2). Proklamasi kemerdekaan wilayah yang dulu menjadi provinsi Republik Serbia ini sudah tak terbendung lagi. Perdana Menteri (PM) Kosovo Hashim Thaci secara resmi sudah mengumumkan rencana proklamasi tersebut kemarin (16/2).

“Besok (hari ini, Red) bakal menjadi hari kemenangan, pemahaman, dan perwujudan janji negara untuk mengimplementasi keinginan rakyat Kosovo,” kata Thaci. “Tidak ada apa pun yang bisa dilakukan Beograd (Serbia) untuk mempengaruhi perkembangan di Kosovo ini.”

Kosovo menempuh jalan terjal untuk menuju kemerdekaan. Usaha pertama mereka pada 1990 gagal, karena diserbu Serbia. Pertarungan tak seimbang antara Serbia dengan gerilyawan Kosovo (KLA) ini menimbulkan tragedi pembantaian dan pengungsian besar-besaran. NATO dipimpin AS mengusir Serbia dengan serangan udara selama 78 hari. Kosovo kemudian berada di bawah perlidungan PBB dan NATO.

Setelah melalui pengorbanan luar biasa tersebut, kali ini usaha Kosovo mendapat dukungan hampir sepertiga negara-negara Uni Eropa (UE) dan Amerika Serikat (AS).

Kosovo sudah memiliki bendera baru berlatar belakang merah dengan gambar garuda berkepala dua. Kelompok orkestra ternama Kosovo terus berlatih memainkan simfoni karya maestro Beethoven, Ode to Joy, untuk merayakan datangnya hari bersejarah tersebut.

Di ibu kota Pristina, ucapan terima kasih rakyat Kosovo kepada negara-negara pendukung kemerdekaan diwujudkan dalam bentuk arak-arakan spontan. Bendera Amerika dikibarkan bersama dengan bendera Kosovo. Selain itu ada juga grafiti terima kasih. Grafiti “Merci Sarkozy” sebagai ucapan terima kasih kepada Presiden Prancis Nicholas Sarkozy juga tertulis di tembok kota. Bendera Jerman, Turki, bahkan Rusia, juga dilukiskan di tembok-tembok.

Rusia, yang selama ini menolak kemerdekaan Kosovo, tak bisa membendung perkembangan ini. Moskow mengatakan tidak memiliki rencana untuk menetapkan sanksi kepada Kosovo, bila mereka benar-benar merdeka.

Yang mereka bisa lakukan adalah “menggerutu”. Sekutu Serbia tersebut menegaskan bahwa keputusan Kosovo adalah kesalahan. Menteri Luar Negeri Rusia Sergei Lavrov menuduh kekuatan asinglah yang mendorong Kosovo memperjuangkan kemerdekaannya.

Uni Eropa berusaha merangkul Rusia, agar tak membuat keadaan jadi runyam. Komisioner hubungan eksternal UE Benita Ferrero-Waldner mengatakan bahwa Kosovo membutuhkan stabilitas. “Kami berharap bisa meyakinkan Rusia, bahwa keadaan Kosovo sekarang sangat tidak stabil,” katanya.

Kosovo memang sudah siap berpesta. Di Pristina, poster-poster dukungan terhadap kemerdekaan sudah bertepabaran di jalan-jalan. Pada poster-poster tersebut tampak beberapa tulisan seperti: Untuk Sebuah Awal yang Baru untuk Kosovo; Selamat Datang Kosovo di Masa Depan.

Pesan-pesan yang sama juga dimuat di siaran-siaran televisi lokal. Surat kabar lokal The Bota Sot memberitakan, bahwa para anggota dewan perwakilan Kosovo telah diperintahkan untuk menetap di dekat Pristina sejak tadi malam.

Beberapa jam sebelum Thaci mengeluarkan ketetapan jadwal proklamasi itu, Uni Eropa telah setuju untuk mengirimkan pasukan polisi dan kehakiman ke wilayah Kosovo. Pasukan gabungan berkekuatan 2.000 orang itu akan mulai dikerahkan ke kawasan itu mulai pekan depan.

Misi tersebut akan dipimpin oleh Letjen (Pur) Yves de Kermabon dari Prancis, yang pernah menjadi panglima misi NATO di Kosovo pada 2004-2005 silam Sedangkan diplomat veteran Belanda Pieter Feith ditunjuk menjadi wakil khusus UE di Kosovo.

Sejak 1999, pasukan NATO (KFOR) masih menjaga Kosovo. Kosovo diperkirakan berpenduduk 1,9 juta-2,2 juta jiwa. Sebanyak 92 persen bersuku Albania beragama Islam.
http://www.jawapos.co.id/index.php?act=detail&id=10024

—————–

Selamat datang dalam dunia bebas ….

Berita terkait:
Serbia Mulai Lancarkan Taktik Baru pada Kosovo Cetak halaman ini Kirim halaman ini melalui E-mail
Selasa, 19 Pebruari 2008
Rusia, Serbia masih mempersoalkan Kosovo. Sementara itu, pengamat memprediksi pecahan Serbia ini akan menjadi negeri Muslim pertama yang ‘menghawatirkan’ Eropa
ImageHidayatullah.com–Kemerdekaan Kosovo akhirnya menjadi silang-sengketa Negara-negara besar. Untuk sementara, lima negara berpengaruh dunia seperti; Perancis, Inggris, Jerman dan Italia, Amerika Serikat mengumumkan pengakuan atas Kosovo sebagai negara yang berdaulat dan merdeka.

Pengakuan ini setelah pertemuan di Brussels Senin siang, di mana Menlu Uni Eropa setuju negara anggota mengakui kedaulatan Kosovo secara terpisah.

Sementara itu, beberapa negara Uni Eropa, termasuk Spanyol dan Rumania mengumumkan tidak akan mengakui kemerdekaan Kosovo. Belanda dan Indonesia, mengambil sikap hati-hati dan mengatakan pengakuan akan diberikan kemudian.

Yang paling meradang adalah Serbia dan Rusia. Belgrade menuduh Amerika menjadi motor di balik kemerdekaan Kosovo. Serbia menyebut hal itu sebagai politik kekuasaan. Posisi Serbia didukung Rusia, salah satu anggota tetap Dewan Keamanan PBB.

Di tengah kepanikan Serbia, Negara ini kini sedang bersiap-siap melancarkan langkah baru untuk ‘menjegas’ Kosovo. Presiden Boris Tadic meminta Dewan Keamanan Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) untuk tidak mengakui deklarasi kemerdekaan Kosovo. Serbia menyatakan, deklarasi tersebut dilakukan secara unilateral dan ilegal, serta mengganggu kedaulatan Sebia.

Dalam pertemuan di PBB, Senin waktu setempat, Tadic menyatakan, pengakuan belasan anggota DK PBB terhadap kemerdekaan Kosovo dapat menjadi preseden buruk.

Ada puluhan seperti Kosovo di dunia, dan seluruh mereka berbohong,” ujar Tadic seperti dilansir Associated Press, Selasa (19/2) WIB.

“Saya mengingatkan anda bahaya meningkatnya ketegangan banyak konflik yang saat ini terjadi,” ucap dia mewanti-wanti.

Tadik kembali menegaskan komitmen negerinya untuk memenuhi perdamaian dan penyelesaian negosiasi terkait status Kosovo. Pemerintahnya juga tidak akan menurunkan pasukan terkait deklarasi tersebut.

Namun dia menegaskan, posisi Belgrade tidak akan pernah mengakui Kosovo dan mendesak PBB membatalkan deklarasi tersebut.

Di saat yang sama, para pengamat Eropa memperkirakan, Kosovo akan menjadi Negara Muslim pertama di kawasan Eropa. Llewellyn King, seorang penulis North Star Writers Group dalam tulisannya mengatakan, Kosovo akan menjadi negeri Muslim pertama di Eropa dan akan ‘menghawatirkan’ kawasan itu dan sekitarnya. [cha, berbagai sumber/www.hidayatullah.com]

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s