KPI Awards, sebuah kesadaran….

Semalam di TV One ada acara KPI Award. Acara ini ingin menilai tayangan televisi dari stasiun TV Indonesia, ada 11 saluran tv. Menarik juga memang, setidaknya ada kesadaran akan konsumsi yang bayak merambah berbagai lapisan, bahkan anak kecil sekalipun. Kesadaran ini semoga dapat direalisasikan dengan tindakan nyata kepada stasiun televisi. Apabila bagus harus diberi reward, dan bilaman buruk harus mendapat hukuman.

Semoga, acara semalam tadi menjadi wahana pendidikan bagi bangsa ini, apalagi globalisasi melalui media elektronik seperti televisi, teramat membutuhkan etika dan filter bagi republik ini. Acara tersebut banyak diliput kuli-kuli tinta, setidaknya berikut liputannya:

Wapres Tuntut Tanggung Jawab Sosial TV

Selasa, 18 Maret 2008 | 21:59 WIB

JAKARTA, SELASA – Wakil Presiden Jusuf Kalla menuntut tanggung jawab sosial untuk bangsa kepada seluruh pemilik dan pelaku industri televisi yang siarannya menjadi tontonan sekitar 75 persen penduduk Indonesia atau sekitar 150 juta rakyat setiap hari.

Pemerintah di era kebebesan seperti saat ini tidak bisa lagi mengendalikan seperti terjadi pada masa Presiden Soeharto.”Apa tujuan pengusaha TV? Rating? Iklan? Tentu itu juga penting untuk menghidupi industrinya. Tetapi tujuan akhir pengusaha televisi adalah untuk kemaslahatan bangsa,” ujar Wapres dalam sambutan pemberian “KPI Award” di Hotel Crown, Jakarta, Selasa (18/3).

Wapres mengemukakan, televisi seperti pedang bermata dua yang bisa berfungsi positif atau sebaliknya negatif. Karena itu, dalam “KPI Award”, Wapres mengusulkan agar program-program televisi terburuk juga diumumkan sebagai hukuman.

“Pengumuman itu perlu supaya orang menghindari program televisi yang buruk. Dengan kebebasan, Menteri Komunikasi dan Informatika tidak bisa seperti Harmoko dulu. Bisa digantung kalau sekarang begitu,” ujarnya. Wapres mengemukakan, berita baik jika dikemas dengan baik enak juga ditonton.

Jika televisi dipenuhi berita buruk dan isinya menebarkan ketakutan, yang pertama hancur adalah industri televisi sendiri karena pengusaha takut berusaha, bisnis tidak bergerak, dan iklan tidak ada. Wapres menyebut, siaran televisi yang dipenuhi berita demonstrasi, lempar batu, bakar ban, hiburan kuntilanak dan jin membuat rakyat tak bisa tidur dan menistakan masyarakat.

Keinginan untuk menampilkan program televisi bermutu diikrarkan Ketua Umum Asosiasi Televisi Swasta Indonesia (ATVSI) Karni Ilyas. “Saatnya industri televisi menjangkau pemirsa yang luas dengan mutu agar berguna bagi bangsa,” ujarnya.

“KPI Award” yang pertama diselenggarakan ini diikuti 11 stasiun televisi. Lima kategori program siaran tahun 2007 dinilai juri independen dan terpercaya untuk dipilih yang terbaik. Lima kategori itu adalah tayangan anak, berita dan investigasi, dokumenter, bincang-bincang, dan sinetron lepas. Untuk kategori tayangan anak, program terbaik pilihan dewan juri adalah Surat Sahabat yang disiarkan di Televisi Trans.

Wisnu Nugroho A

(Sumber: http://www.kompas.com/read.php?cnt=.xml.2008.03.18.21593683&channel=1&mn=1&idx=1)

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s