Kualitas Guru Sejarah Masih Kurang

Rabu, 25 Juli 2007 | 17:33 WIB

TEMPO Interaktif, Bandung: Sejumlah ahli sejarah menilai kualitas guru sejarah yang ada saat ini masih kurang. Sebab, “Masih banyak persoalan yang ditemui guru saat mengajar di lapangan,” ujar Agus Mulyana, dosen sejarah Universitas Pendidikan Indonesia di sela-sela Lokakarya Kesejarahan yang diikuti guru sejarah se-Indonesia di Bandung, Rabu.

Salah satu persoalan itu, menurut ahli sejarah, Dr Anhar Gonggong, timbul ketika guru harus menerangkan sejarah yang kontroversial, seperti soal G30S /PKI. Di awal era reformasi, kata dia, ada yang minta agar semua buku sejarah ditarik semua karena isinya hanya kebohongan. “Padahal belum tentu,” katanya.

Kesulitan lain, guru sejarah sering bingung ketika ada tekanan politik dari penguasa yang dipaksakan sebagai kebenaran sejarah. “Ini membuat mereka sulit menerangkan kepada murid-muridnya,” kata Anhar.

Padahal, guru sejarah tidak perlu risau saat menerangkan hal-hal yang kontroversial ini asal menerangkannya secara benar. Artinya, guru jangan memihak siapa pun. “Yang penting harus jujur,” katanya.

Direktur Eksekutif Onghokham Institute Andi Achdian mengatakan persoalan ini muncul karena tidak ada visi nasional yang kuat dalam pengajaran sejarah di Indonesia. “Sampai sekarang kita belum punya jawaban bagaimana membentuk karakter keindonesiaan,” katanya.

Menurut Andi, sejarah Indonesia selama ini terlalu banyak bicara faktor disintegratif yang isinya pemberontakan. “Tidak ada yang bicara hal-hal yang integratif seperti proses menjadi Indonesia,” katanya.

Akibatnya, kata dia, banyak orang yang bosan belajar sesuatu yang tidak relevan dengan kekinian. “Padahal sejarah bisa jadi pintu gerbang untuk siswa dalam melihat keindonesiaan yang beragam dari Merauke sampai Sabang,” katanya.

Menurut Agus, untuk meningkatkan kualitas guru sejarah, harus menguasai ilmu pengajaran dan materi sejarah itu sendiri. “Dengan begitu, guru bisa menciptakan model pengajaran yang merangsang siswa bersikap kritis terhadap sejarah bangsa,” katanya. (Rana Akbari Fitriawan-Sumber: http://www.tempointeraktif.com/hg/nasional/2007/07/25/brk,20070725-104361,id.html)

6 thoughts on “Kualitas Guru Sejarah Masih Kurang

  1. Tulisan artikel di blog Anda bagus-bagus. Agar lebih bermanfaat lagi, Anda bisa lebih mempromosikan dan mempopulerkan artikel Anda di infoGue.com ke semua pembaca di seluruh Indonesia. Salam Blogger!
    http://www.infogue.com/
    —————————
    thank 4 d info.

  2. salam kenal dari saya bang.. memang saya adalah lulusan pendidikan sejarah dari kalsel… tapi saya merasa pengetahuan saya masih kurang,, apalagi dalam menerapkan pengetahuan dalam dunia pengajaran,,, walau demikian kita tetap berusaha agar tercapainya pendidikan kita agar ‘JAS MERAH’ benar2 realita dan tak ada yang tak mengetahui sejarah.. paling tidak sejarah bangsa kita sendiri…
    fenomena yang ada bahwa,, guru2 sejarah,, terutama (karena saat ini saya mengajar..) di Madrasah Aliyah (Dikmen Agama) berasal dari database yang dominan basicnya berasal dari lulusan agama.. sangat miris.. tapi mudah2an kita bisa berkompetensi dengan sekolah2 lain…
    by madie, banjarmasin
    btw,, followernya kaga da ya bang ? fb abang ada ga ? boleh minta add ? :-p
    madieboeng@yahoo.co.id
    thanks.. n lam kenal..

    1. Bang rahmadi, walaupun ada fakta yang kurang menyenangkan tentang penddidikan sejarah, di Jakarta pembelajaran sejarah sudah banyak meninggalkan pola konvensional. Oya, soal FB, saya sudah lama meninggalkannya karenan bagi saya, FB membatasi saya dalam berkarya dalam tulisan. di FB, spacenya terbatas. Saya pakai blog.

      Salam

  3. Cip, tulisan lu ngingat masa lalu di kampus S1 dulu…..penuh tangis, pikiran, tenaga, waktu yg sia2 utk adanya perubahan yg lebih baik….tapi semuanya sia2….hingga saat ini tdk ada perubahan di kampus S1 kita dulu…nah inilah faktanya tertulis di media cetak dan elektronik….alangkah delematisnya sejarah bangsa ini akibat proses didikan yg tdk profesional dan tdk optimal….alias kurang bermutu, kurang berkualitas, kurang terbarui dan memiliki daya saing yg kurang cukup…..tetap semangat Man !

    salam Merdeka Pendidikan BangsaKU !

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s