Belajar Sejarah dengan Alat Peraga

Jumat, 23 Juli 2004

Acap kali guru mengeluh karena dalam proses belajar mengajar siswa loyo, tidak bersemangat, terutama pada empat jam pelajaran terakhir. Ini membuat Dra Eliyarni, guru SLTP Negeri 3 Sungai Rumbai, Sawahlunto, Sumatra Barat membuat metode mengajar yang lain dari biasanya. Dia menerapkan kombinasi metode DISTINQ dengan alat peraga sebagai upaya pengembangan dan penerapan keterampilan siswa pada pelajaran sejarah.

Sebelum model pembelajaran ini dimulai, ada tiga unsur yang perlu dipersiapkan. Yakni, siswa, guru, dan perangkat pembelajaran. Ketiga unsur ini, kata dia, merupakan hal yang paling dominan dan menentukan keberhasilan suatu pembelajaran. Ketiganya harus saling mendukung. Kalau ketiga unsur ini dapat berperan dengan baik, maka akan menghasilkan mutu pembelajaran yang baik pula.

Untuk itu, siswa perlu dipersiapkan menerima pelajaran. Pelajaran yang akan diberikan minggu depan, diberikan dulu hal-hal yang harus mereka lakukan. Persiapan untuk siswa akan berbeda-beda, tergantung materi apa yang akan diajarkan.

Misalnya pada pembelajaran ‘Peranan Wali Sanga dan Peninggalan Sejarah Bercorak Islam’. Menjelang dua minggu materi disajikan, siswa diminta mencari gambar masjid sebanyak dua buah dengan bentuk atap yang berbeda. Gambar masjid diambil dari kalender bekas dan dikumpulkan pada minggu berikutnya. Seminggu menjelang disajikan, siswa diminta mengamati masjid/surau yang terdapat di lingkungan sekolah dan di lingkungan tempat tinggalnya.

Setelah itu, guru menyortir semua gambar yang terkumpul dan memilih 14 gambar yang bisa digunakan sebagai alat peraga dalam pembelajaran ini. Gambar-gambar yang dipilih, diberi plastik kaca dan diisolasi sehingga bagus untuk ditampilkan. Setiap gambar diberi nomor dari 1 – 14 dari kertas karton. Guru membagi siswa dalam dua kelompok dan membuat semacam kuis yang akan dijawab oleh siswa kemudian didiskusikan dalam kelompok untuk kemudian membuat laporan.

Ada beberapa kegiatan pokok yang dilakukan dalam pelaksanaan pembelajaran ini. Pertama, mempersiapkan kelas untuk menerima pembelajaran. Kedua, kegiatan inti pembelajaran seperti membimbing siswa dalam mengamati gambar agar keadaan kelas tetap aman dan tertib, memperhatikan cara kerja siswa dalam kelompoknya, mengawasi siswa dalam pembuatan laporan, mendiskusikan temuan-temuan yang didapat siswa, dan bersama-sama siswa mengumpulkan gambar-gambar serta mengatur kelas. Kegiatan penutup, bersama siswa mengambil simpulan.

Dari ketiga kegiatan itu, yang perlu mendapat penjelasan adalah kegiatan inti. Kegiatan ini sangat berhubungan dengan pelaksanaan metode DISTINQ dan alat peraga. Langkah-langkah proses belajar mengajar dengan menggunakan alat peraga meliputi:
– Dalam kelas dipersiapkan dua deretan bangku yang disusun memanjang ke belakang, masing-masing diberi tanda A dan B.
– Di atas meja tersebut diletakkan 7 buah gambar dengan bentuk atap yang berbeda-beda.
– Siswa yang telah dibagi dalam dua kelompok akan mengamati gambar yang terletak di deretan meja yang sama dengan kelompoknya.
– Siswa menjawab kuis/pertanyaan yang diberikan guru.
– Siswa berdiskusi dan membuat laporan kelompok.
– Laporan dibacakan di depan kelas.
– Bersama guru membahas temuan-temuan dan mengambil sipulan. – Melaksanakan tes.

Setelah pelaksanaan proses belajar mengajar dengan metode ini dan alat peraga, terdapat indikasi yang menunjukkan adanya peningkatan terhadap suasana belajar mengajar serta kualitas dan kuantitas hasil belajar. Ternyata, dengan pelaksanaan metode ini terdapat peningkatan yang sangat tajam dibandingkan dengan sebelumnya.

Dari hasil yang dicapai, diketahui siswa secara klasikal dapat menuntaskan pelajaran ini dengan nilai rata-rata 8,5. Nilai ini meningkat jauh dari sebelumnya yang rata-rata hanya 5,6. Ini berarti, ada peningkatan sebesar 2,9 poin. Secara kuantitas, semakin banyak jumlah anak yang mendapatkan nilai yang lebih baik dan dapat menuntaskan pelajarannya.

Model pembelajaran yang diterapkan Eliyarni kepada siswanya ini sudah menuai pengakuan. Model ini dinyatakan sebagai pemenang ketiga Lomba Kreativitas Guru tingkat Nasional 2002 untuk tingkat Sekolah Lanjutan Tingkat Pertama (SLTP) bidang Ilmu Pengetahuan Sosial dan Kemanusiaan.
( bur ) (Sumber: http://202.155.15.208/suplemen/cetak_detail.asp?mid=1&id=167474&kat_id=105&kat_id1=151&kat_id2=192)

6 thoughts on “Belajar Sejarah dengan Alat Peraga

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s