KTSP SEJARAH SANGAT KACAU

[ Redaksi – 13 Apr 2007]

“Walaupun Kurikulum 2004 (Kurikulum Berbasis Kompetensi ) belum sempurna, tetapi lebih terstruktur daripada KTSP (Kurukulum Tingkat Satuan Pendidikan) pada Kurikulum 2006. KTSP mata pelajaran sejarah sangat kacau dilihat dari strukturnya. Guru sejarah harus inovatif menyiasati kurikulum ini” demikian tegas Sejarawan Sardiman AM M.Pd dalam Seminar Guru se Jateng dan DIY di Ruang Ki Hajar Dewantoro FISE UNY Rabu (4/4). Seminar yang dilaksanakan HIMA Sejarah FISE UNY, diikuti 50 guru sejarah DIY dan Jateng , menghadirkan Dosen Sejarah FISE UNY M Nurrakhman M.Pd, dan guru SMA N I Klaten Darmini S.Pd.

Menurut Sardiman kekacauan KTSP Sejarah dapat dilihat pada struktur Kompetensi Dasar (KD) kelas IX SMP yang membicarakan persiapan kemerdekaan setelah Indonesia merdeka. Padahal salah satu ciri utama sejarah adalah alur kronologis. Hal ini menuntut guru sejarah harus inovatif mengembangkan kurikulum tersebut. Ironisnya banyak guru sejarah berlatar belakang bukan dari pendidikan sejarah.

Sardiman juga mencontohkan bahwa ruh KTSP telah terdistorsi oleh UAN. Seharusnya UAN cukup dijadikan parameter kualitas pendidikan nasional, bukan penentuan kelulusan siswa. Dengan model UAN seperti sekarang Sardiman yakin banyak sekolah menempuh jalan pramgmatis bagaimana siswanya lulus UAN, mengesampingkan ruh pembelajaran sebagai agen pencerdasan. “Maraknya tender sekolah dengan Lembaga Bimbingan belajar menunjukkan hilangnya kepercayaan diri sekolah. Ditambah lagi kecurangan UAN banyak melibatkan guru dan sekolah merupakan bentuk pembodohan dan pembohongan pendidikan” tegas Sardiman. Ia menambahkan selama ini siswa cenderung belajar mata pelajaran sejarah, bukan belajar sejarah, sebab orientasi pembelajaran masih dominan taraf kognitif atau pengetahuan. Pembelajaran sejarah bermakna seharusnya lebih menanamkan penanaman kesadaran sejarah, belajar masa lampau untuk membangun hari depan lebih baik. Berkaitan model pembelajaran, Sardiman menambahkan perlu pengembangan modul dan buku-buku untuk merangsang siswa. Seharusnya guru tidak terpaku pada buku ajar, tetapi harus mengembangkan modul. Sebab karakteristik setiap sekolah berbeda.

“Tidak mungkin menggunakan satu buku untuk seluruh sekolah di Indonesia. Bahkan untuk tingkat SMP perlu dikembangkan model-model buku ajar bergambar seperti di Jepang” tegas Sardiman
Nurrakhman pada kesempatan tersebut memberikan tip-tip melaksanakan pembelajaran sejarah kontekstual. Menurutnya pembelajaran sejarah harus menekan seminim mungkin metode ekspository atau ceramah. Metode ini maksimal hanya mencapai keberhasilan 20 % dari tujuan pembelajaran. Perlu dikembangkan pembelajaran berbassis kontekstual atau CTL (Contextual Teaching and Learning). “Sejarah bukan selalu identik masa lalu. Kita harus menarik materi sejarah dalam dimensi kekinian dengan mendekatkan materi pembelajaran dengan kebutuhan dan kedekatan masalah peserta didik.” Tegas Nurrakhman. Pengembangan media pembelajaran dan metode pembelajaran mengedepankan aktivitas siswa merupakan upaya inovatif pembelajaran. Nurrakhman memberin contoh pembelajaran bermakna dengan penayangan audio visual, latihan penelitian sejarah, studi kasus dan pemutaran film-film dokumenter.

Sementara Guru SMA N I Klaten Darmini S.Pd. memandang bahwa pelajaran sejarah sering dipandang sebelah mata. Interfensi kekuasaan (politik) dalam pendidikan sejarah sangat dominan. Menurutnya penarikan buku pelajaran Sejarah SMP dan SMA berdasar KBK (Kurikulum 2004) sebagai contoh konkrit. “Penarikan ini menyebabkan kebingungan siswa dan masyarakat akan mata pelajaran sejarah” tegas Darmini. Mendukung pendapat Nurrakhman, Darmini sepakat pembelajaran sejarah yang dominan ceramah menjadikan siswa terlalu pasif dan pembelajaran sejarah kurang memberi vitamin. “Namun banyak kesulitan yang dihadapi guru mewujudkan pembelajaran sejarah bermakna. Selain minimnya sarana dan prasarana yang dimiliki sekolah, perhatian sekolah rata-rata minim terhadap inovasi pembelajaran sejarah” tambahnya..(MR SPD/lensa) (Sumber: http://www.uny.ac.id/home/data.php?m=951da6b7179a4f697cc89d36acf74e52&i=1&k=5128)

2 thoughts on “KTSP SEJARAH SANGAT KACAU

  1. Gawat, Bila Pelajaran Sejarah Sampai Hilang di Jenjang Pendidikan SMP dan SMA, Bisa-Bisa Manusia Zaman Nanti dan sekarang dengan Mudah Melupakan Latar Belakang Mereka Sendiri, Tak Tau Apa Yang dinamakan Bangsa, negara, Pahlawan, Suku, Kehidupan, Dan Paling Bahanya nya Tak Tau Pengorbanan dan Jasa, Seandainya Zaman dulu Tak Ada Yang Mau Menciptakan Teknologi, dan Filsafath…??? Mungkin Zaman sekarang Kita Bisa Bermenung, Berkat sejarah Pengorbana dan Jasa Mereka, Kita Bisa Hidup Enak Sekarang, Karena Impian Masa Dulu, Makanya Bisa Terjadi Masa sekarang, dan Masa Kekarang adalah Kebangkitan Masa Depan.

    TEukue Defrul Azhary, Sastrawan : Antropolog, Sejarawan, Arkeolog dan Sosiolog .

  2. Sejarah dalam Pendidikan SMP dan SMA, Memang Taakan Masuk dalam Katagori UAN/UN, Karna Kurikulum yang digunakan Tidak Menentu Sumber Topik Pembahasan Ilmu Pengetahuannya. Bagi saya Yang Paling Penting adalah Pemahaman dalam Ilmu Sejarah.

    Tugas Utama Guru Sejarah Adalah Memberikan Pemahaman Ilmu Sejarah dimulai dari Asal-usul sampai Kepada Penerawangan Masa depan.

    Topik Awal adalah : Zaman sebelum masa Prasejarah dan diakhiri dengan zaman Masa Sekarang serta efek Kemasa depan.

    Pembahasan 1 : Zaman ArkeoPaleGeologi : Arkeologi adalah Purba, Peleologi adalah Awal, Geologi adalah Ilmu Bumi. 2 : Adanya Kehidupan. 3 : Adanya Tumbuhan. 4 : Adanya Hewan, 5. Munculnya Manusia (Adam & Hawa). 6. Zaman Paleolitikum (Paleo=Awal, Litik=Batu, Kum/um=Waktu) 7. Zaman Mesolitikum, 8. Zaman Neolitikum, 9. zaman Megalitikum, 10. zaman Kehidupan Sebelum Masehi, 11. Zaman Para Nabi-Rasul, 12. zaman Masehi, 13. Zaman Hijriah, 14. zaman Nabi Muhammad, 15. Zaman Khalifah. 16. zaman Hindu – Budha di Indonesia, Zaman 17. Islam ke Indonesia, 18. Zaman Kolonial Portugis, jepang dan Belanda ke Indonesia, 20. Zaman Kemerdekaan/Kebebasan Nusantara dari Penjajahan 1945, zaman, Pemberontakan dan Kejolak Politik, 21. Zaman Gerakan 30 September Partai Komunis Indonesia/G 30 S PKI 1965 .

    Teukue Muhammad Defrul Azhary Sastrawan, Antropolog, sejarawan, Arkeolog & Sosiolog .

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s