Guru Honor Murni (GHM) DKI Jakarta

Malam Minggu Hp-ku bergetar, ada SMS dari seseorang agar hari Minggu berkumpul di Monas untuk urung rembuk. Hari ini, Selasa pagi, teman yang hadir dalam acara tersebut mengatakan bahwa: “DPR tidak tahu keberadaan kita (Guru Honorer Murni), mereka cuma tahu PTT (Pegawai Tidak Tetap)”, dan mereka tidak punya agenda untuk kita”…

Sungguh malang ya, nasib guru honor. Namun saya kira banyak yang tidak mengerti pengertian bermacam-macam guru di sekolah yang menyebabkan banyak salah kaprah, sehingga disamakan semuanya. Untuk itu berikut keterangannya:

1). Guru PNS adalah guru yang sudah berstatus pegawai negeri yang digaji oleh pemerintah RI dan Pemda DKI, gajinya sekitar 2-5 juta rupiah perbulan, termasuk insentif dari sekolah antara 300-900 ribu rupiah.

2). Guru PTT adalah guru yang berstatus “setengah” pegawai negeri yang digaji oleh Pemda DKI, gajinya sekitar 1,8-2,5 juta rupiah perbulan, termasuk insentif dari sekolah antara 300-900 ribu rupiah.

3). Guru Bantu adalah guru yang berstatus honor yang digaji oleh pemerintah RI, gajinya sekitar 1-2 juta rupiah perbulan, termasuk insentif dari sekolah antara 300-900 ribu rupiah. Guru Bantu dan PTT, biasa dikenal oleh anggota DPR dan media masa dengan sebutan guru honor.

4). Guru Honor Murni (GHM) adalah guru yang tidak digaji oleh pemerintah RI, akan tetapi digaji berdasarkan swadaya dari sekolah dimana GHM mendidik. Insentif perbulan sebesar 300-900 ribu rupiah dan insentif dari Pemda DKI sebesar 200 ribu rupiah. GHM ini, disekolah-sekolah, dikenal dengan sebutan guru honor.

Terlihat dengan jelas terjadi perbedaan yang signifikan, khususnya antara GHM dengan Guru PNS. Padahal, kewajiban dan tanggungjawabnya sama, namun haknya (gaji) jauh berbeda. GHM sebulan (rata-rata) memperoleh 300-900 ribu rupiah, PNS dalam sebulan memperoleh 2,5-5 juta rupiah.

Saya selaku GHM merasa miris melihat kenyataan ini, namun saya merasa terhibur dengan idealisme yang tertanam kuat didalam diri, bahwa kepuasan tidak dapat dinilai dengan uang. Profesionalisme menjadi tunggangan utama, dengan ketulusan sebagai ruhnya. Disisi lain, Saya berharap kepada pemegang kebijakan, baik itu skala nasional atau daerah, untuk mengurangi ketimpangan dan jurang yang mengangga ini (gaji). Kenapa?, selain alasan “perut dan dapur”, saya merasa kesulitan membeli buku bacaan untuk menunjang profesionalisme sebagai guru. Gaji tidak cukup untuk dianggarkan menambah buku, hanya internet yang dapat membantu, dan itu hanya disekolah….

30 thoughts on “Guru Honor Murni (GHM) DKI Jakarta

  1. GHM juga manusia,….

    Walaupun belum dipeduli, tapi semangat KBM terus …..

    maju terus pandung mundur
    ————
    Semangat beneran, atau menghibur diri karena nasib tak berubah???

  2. Kita belum MERDEKA!
    Siapa yang mau memerdekan KITA
    Siapa lagi kalo bukan KITA berjuangang untuk MERDEKA
    GHM = budak zaman dulu
    lemah tak berdaya
    —————
    GHM yang gimana dulu???!!!!….
    Mulailah belajar dalam membuat generalisasi yang tepat….

  3. MUDAH-MUDAHAN KITA DI AKHIRAT DAPAT BALASAN YANG SETIMPAL
    DAN JANGAN MUNDUR ALLAH ITU ADIL.
    DI DUNIA MISKIN HARTA TAPI DI ALKHIRAT NANTI KITA KAYA .DAN INSYA ALLAH MASUK SURGA

    1. Benar memang malang ya nasib kita para guru honor murni. Kalau mo bicara jujur memang kita iri dgn mereka yang dah PNS. Bayangkan sekarang apa2 saja pns guru sll diutamakan, gaji mereka dah gede. Tapi masih ja merasa kurang. Padahal mereka cuma kerja separuh hari. Itu pun mereka cm dibebani tgs 24 jam aja. Bygkan dg guru honor di negeri atau swasta. Kalau mo gaji gd ya jam hrs byk. Gaji kita ga ada apa2nya di bnding mrk. Kami guru honor jgn dpndg sblh mt dong. Kalau mo angkat pns hrsnya pemerintah turun langsung mendata jumlah guru honor murni yang ada.
      ——————-
      BERSATULAH WAHAI GURU HONOR SE-INDONESIA!!!!

  4. GMH=Baru denger saya….
    Sebagai GMH, saya tidak muluk-muluk pengen diangkat jadi PNS…
    yang penting buat saya adalah KESEJAHTERAAN nya tolong diperhatikan…
    Hidup GMH….!!!
    ———–
    Jangankan anda, saya juga baru denger ada: GMH, karena yang saya ketahui adalah: GHM (Guru Honor Murni)..hahahahahaha…lucu deh anda, harusnya Hidup GHM, bukan GMH….hahahahahaha…..

  5. sdh mengabdi puluhan tahun di sekolah negeri sbg GHM ini smua buat pendidikan anak2 agar lebih maju tapi GHM kurang dihatikan pemerintah klo g ada GHM GPNS pasti keteter. jgn menyerah GHM ! trus berjuang
    ———
    Mantap!!!

  6. tolong perhatiannya! Pemerintah kepada GHM yang telah lama mengabdikan dan mencurahkan tenaga mereka untuk kemajuan pendidikan anak bangsa! Tolong ya pak yang ada di atas pemerintahan sana! jangan hanya guru negeri aja tapi guru honor juga dong! perhatiin katanya mau mensejahterakan guru!

  7. As. Wr. Wb.
    Adanya guru honor murni adalah kesalahan managerial kita semua. Pada saat mereka dibutuhkan, maka sekolah-sekolah mencarinya tapi dengan syarat tidak menuntut apapun.
    sekarang mereka mau menuntut yang tidak ada aturannya. jadi menurut saya bersabarlah teman GHM DKI, kalo didunia kita belum dapat bagian, nanti di akhirat kita akan memetik. GHM bersemamngatlah untuk hari depan anak kita, jadilah guru yang profesional yang tidak lekang karena dolar atau apapun. maju terus.
    __________
    yoyoy!!!!

  8. Setiap p’buatan, baik jelek/bagus akan dibalas di akherat. Itu pasti. Kesabaran yg disertai keikhlasan jg mesti. Tp apa iya qt hrs sabar trs, sedang GPNS gajinya naik trs, plus insentif dengan jmlh sekian, sedang banyak dari kita (GHM) utk beli beras aja hrs nunggu 3 bln sekali (saat BOS trn).DON’T GIVE UP, KEEP TRYING.
    —————
    Bob Marley Berkata:

    Wake Up, Stand Up
    Stand Up For Your Right
    Wake Up Stand Up
    Don’t Give Up to Fight!!!

  9. banyak orang disekitar guru GHM seperti perduli padahal mereka tidak ikhlas ketika kita di tempat kita mngajar mendapat kepercayaan dariorang yang mempercayai kita.

  10. yang perlu kitalakukan sekiarang adalah berkerja dan berdoa mudah2an kita semua guru GHM mendapatkan rezeqi yang layakkkkkkkkk

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s