Feeds:
Posts
Comments

Archive for May, 2008

Berikut, lagi-lagi nyomot dari situs Kaskus, adalah sebuah kritisasi yang agak kasar dan “porn?”, walaupun hadir dari sebuah kesadaran dalam ketidaksadaran kita sehari-hari. Mmmmmm, cerdas juga seh, kok bisa?

soalnya dari kecil kita telah dinyanyikan lagu-lagu yg mengandung banyak kesalahan

Mari kita buktikan :

  1. Balonku ada 5… rupa-rupa
    warnanya… merah, kuning, kelabu.. merah muda dan biru… meletus balon hijau, dorrrr!!!”Perhatikan warna-warna kelima balon tsb, kenapa tiba2 muncul warna hijau?
    (more…)
Advertisements

Read Full Post »

Lagi liat-liat situs Kaskus (dan ada beberapa penambahan dariku), terdapat hal yang cukup menarik dan membuatku tersenyum-senyum sendiri. Ini soal bahasa, mungkin setelah anda membacanya, boleh jadi akan berkomentar atau mengartikannya sebagai sebuah lelucon, kebencian, atau setidaknya (yang positif sebagai) pengetahuan. Dalam beberapa kata, digunakan sebutan Malingsia untuk Malaysia. Ini diambil dari sumber aslinya (mungkin aksi balasan user, terhadap panggilan Indon untuk Indonesia). Tanggapilah secara proporsional.

Bagi saya, pemuatan kata-kata ini hanya sekedar keingintahuan terhadap bahasa negara tetanggaa kita yang masih serumpun. Tidak ada unsur pelecehan, walaupun terlihat lucu. Hal ini dikarena apa yang berlaku di Malaysia, berbeda dengan di Indonesia. Jadikanlah ini semacam kamus. Dengan demikian, apabila menemukan kata-kata dibawah ini, baik itu di Malaysia atau tempat lainnya, setidaknya lebih awal mengetahuinya. Jadi terkesan tidak ketinggalan informasi.

Selamat menikmati…

INDONESIA : Kementerian Hukum dan HAM
MALAYSIA : Kementerian Tuduh Menuduh

INDONESIA : Kementerian Agama
MALAYSIA : Kementerian Tak Berdosa
(more…)

Read Full Post »

ASAL usul RUPIAH dari mana???? (bikin elo tambah pinter)

Rupiah (Rp) adalah mata uang Indonesia (kode international-nya adalah IDR).

Nama ini diambil dari mata uang India rupee. Sebelumnya di daerah yang disebut Indonesia sekarang menggunakan gulden Belanda dari tahun 1610 sampai tahun 1817, ketika gulden Hindia-Belanda diperkenalkan.
(more…)

Read Full Post »

Tanggal 22 Mei 2008, Kamis, kita sepakat untuk nonton film yang ditunggu-tunggu: Indiana Jones (seri ke-4). Setelah 19 tahun tidak terbit, Harrison Ford berlagak kembali sebagai seorang Prof. Arkeolog gaek yang berpetualang di Lima, Peru. Sehari setelah tanggal tayang perdananya, Jum’at sore setelah kuliah, kami naik Transjakarta, Busway menuju Plangi (Plaza Semanggi). Seperti pada penayangan film Iron Man, 2 dari 3 studio distel film yang sama. Yang sekarang 2 studio ialah Indiana Jones and The Kingdom of Crystal Skull.

Kamis ini, 29 Mei 2008, telahku baca berita terkait dengan film Indiana Jones di beberapa situs. Minggu ini, Indy nomor satu, menggungguli Narnia 3, dan Iron Man. Dan, kekurangan Indy juga terlihat, yakni film nuansa arkeologi ini memiliki 40 kesalahan, dan gaya bermotornya masih kalah dengan Crof dalam film Tomb Raider.

(more…)

Read Full Post »

Oleh:

Teuku Kemal Fasya

Tahun ini memang dikenang indah oleh bangsa kita. Seluruh pentas dan parade nasional atau dunia yang dilakukan oleh anak negeri dilabeli memori kebangkitan nasional, termasuk even bergengsi bulu tangkis, Thomas dan Uber Cup, yang masih belum memberi prestasi. Ya, sejarah seratus tahun lalu, Budi Utomo, memang diingat sebagai perjuangan anak bangsa melawan kolonialisme asing.

Gerakan Budi Utomo bukan sebentuk vandalisme atau anarkhi. Mereka melakukannya dengan wajah yang lebih santun, melalui pendidikan dan politik, yang diarahkan untuk mengupas kemunafikan asing atas anak bangsa. Pribumi tetap berbeda dengan londo, sepatuh dan sesetia apapun. Inti peringatan kebangkitan nasional terletak pada hasrat ingin bebas dari londoisme, hidup setara, bersama-sama memahat mozaik kebebasan dan keadilan.
(more…)

Read Full Post »

Oleh :
Drs. Arief A. Mangkoesapoetra, M.Pd.

I. Latar Belakang Masalah

Masalah utama dalam pembelajaran Pendidikan Kewarganegaraan (PKn) ialah penggunaan metode atau model pembelajaran dalam menyampaikan materi pelajaran secara tepat, yang memenuhi muatan tatanan nilai, agar dapat diinternalisasikan pada diri siswa serta mengimplementasikan hakekat pendidikan nilai dalam kehidupan sehari-hari-belum memenuhi harapan seperti yang diinginkan.

Hal ini berkaitan dengan kritik masyarakat terhadap materi pelajaran PKn yang tidak bermuatan nilai-nilai praktis tetapi hanya bersifat politis atau alat indoktrinasi untuk kepentingan kekuasaan pemerintah. Metode pembelajaran dalam Proses Belajar Mengajar (PBM) terkesan sangat kaku, kurang fleksibel, kurang demokratis, dan guru cenderung lebih dominan one way method.
(more…)

Read Full Post »

BAB I

PENDAHULUAN

A. Latar Belakang Masalah

Guru merupakan sosok yang begitu dihormati lantaran memiliki andil yang sangat besar terhadap keberhasilan pembelajaran di sekolah. Guru sangat berperan dalam membantu perkembangan peserta didik untuk mewujudkan tujuan hidupnya secara optimal. Ketika orang tua mendaftarkan anaknya ke sekolah, pada saat itu juga ia menaruh harapan terhadap guru, agar anaknya dapat berkembang secara optimal (Mulyasa, 2005:10).

Minat, bakat, kemampuan, dan potensi peserta didik tidak akan berkembang secara optimal tanpa bantuan guru. Dalam kaitan ini guru perlu memperhatikan peserta didik secara individual. Tugas guru tidak hanya mengajar, namun juga mendidik, mengasuh, membimbing, dan membentuk kepribadian siswa guna menyiapkan dan mengembangkan sumber daya manusia (SDM).

Ironisnya kekawatiran di dunia pendidikan kini menyeruak ketika menyaksikan tawuran antar pelajar yang bergejolak dimana-mana. Ada kegalauan muncul kala menjumpai realitas bahwa guru di sekolah lebih banyak menghukum daripada memberi reward siswanya. Ada kegundahan yang membuncah ketika sosok guru berbuat asusila terhadap siswanya.
(more…)

Read Full Post »

Older Posts »

%d bloggers like this: