POLISI sengaja TABRAK MAHASISWA, dan Demo Brutal

(Pic tersebut adalah ungkapan sebuah posting dalam salah satu situs, yang mengumbarkan kekesalannya terhadap polisi, khususnya pada demo kemarin selasa….)

(kebrutalan yang diyakini dilakukan oleh mahasiswa (bawah))

Beberapa hari yang lalu, polisi sudah berhasil membunuh mahasiswa, dan kini usaha tersebut diwujudkan kembali, sayangnya kalai ini polisi tidak berhasil membunuhnya. Saya merasa geram dengan tindakan polisi, begitupula dengan mahasiswa yang demonstrasi kemarin siang.

Semalam saya melihat bebarapa tontonan di televisi tentang demonstrasi selasa siang yang masih menuntut pembatalan kenaikan BBM dan aksi solidaritas kawan mahasiswa UNAS yang meninggal dunia. Beberapa mahasiswa bertindak anarkis, sepertinya sulit masuk akal mahasiwa yang nota benenya sebagai kalangan intelektual berprilaku demikian. Sulit memang menarik garis yang jelas antar kecewa dengan marah.

Seperti biasa, kalau ada mahasiswa demo dengan brutal, polisi menyebutnya: “demo mahasiswa ditunggangi”.Dan, biasaya dengan cepat menciduk mahasiswa yang dianggap sebagai profokator, tapi sulit menangkap orang semisal “manusia pemegang pistol pada rusuh 1 Juni” (selasa, dah ketangkep tuh bos?lama, kalee’), dan juga rasanya sulit pula menangkap polisi yang menabrak mahasiswa. di Kaskus, celaan terhadap polisi benar-benar “luar biasa”, dan memang tindakan polisi “tabrak lari” juga “luar biasa”.

Berikut beritanya (poster juga ngutip dari detik.com dan liat di Trans TV), tapi sebelumnya ada sedikit pesen yang agak berimbang: (polisi yang nabrak = 100% SALAH (kalo sengaja, dan tampaknya sengaja)-mahasiswa yang ngebakar mobil= 100% SALAH (kalo sengaja, dan tampaknya sengaja).
Continue reading “POLISI sengaja TABRAK MAHASISWA, dan Demo Brutal”

Mahasiswa Unas Meninggal Dunia (Kebrutalan polisi akhirnya membuahkan hasil: satu orang tewas)

Kebrutalan polisi akhirnya membuahkan hasil: satu orang mahasiswa meninggal dunia. Gaya orde baru kembali digulirkan. Kematian anak bangsa ini, berawal dari penyerangan polisi ke kampus Unas tanggal 24 Mei 2008. Mahasiswa pejuang ini bernama Maftuh Fauzi. Begini ceritanya:
Continue reading “Mahasiswa Unas Meninggal Dunia (Kebrutalan polisi akhirnya membuahkan hasil: satu orang tewas)”