Untukmu Guru…….yang Suka pada Kemapanan

Jika Anda merasa telah matang, tunggulah, sebentar lagi tanpa Anda sadari Anda telah membusuk. (by longlife learner)

Ada guru yang selalu ingin maju. Namun sepertinya di Indonesia lebih banyak juga guru yang punya mentalitas suka pada kemapanan. Suka pada kemapanan di sini bukan dalam artian mapan dalam hal ekonomi—finansial. Suka kemapanan yang saya maksud adalah tidak punya motivasi untuk mengembangkan diri. Puas dengan apa yang sudah mereka miliki saat ini. Akibatnya mereka menjadi individu yang malas, tidak tertarik dengan sesuatu yang baru, walaupun sesuatu yang baru itu sangat penting bagi pengembangan profesi mereka sebagai guru. Saya banyak melihat guru-guru yang kalau mengikuti penataran atau pelatiha—hanya sekedar ikut. Datang, duduk, diam, ngantuk atau ngrumpi, tidak mempunyai rasa ketertarikan terhadap apa yang sedang dibahas atau disampaikan oleh penatar. Lalu ketika pulang dari penataran atau pelatihan itu tak membawa apa-apa selain setumpuk hand out yang tak dipahami plus selembar sertifikat.



Makanya jangan heran, jika beberapa guru yang telah ditatar dan dilatih tentang KTSP, tetap saja tak memahami apa itu KTSP. Banyak guru telah ditatar dan dilatih tentang PTK (Penelitian Tindakan Kelas), tapi sepulangnya dari pelatihan tetap saja tak bisa melakukan penelitian tindakan kelas. Jangan heran jika yang guru dilatih untuk mengedepankan pembelajaran yang student centered tetap saja selalu melakukan pembelajaran yang teacher centered.

Berbagai alasan sering mereka kemukakan bila diajak melakukan hal-hal baru, atau mempelajari hal-hal baru. Mereka seringkali merasa sudah tua. Sudah tua? Ingatlah Bapak-Ibu guru, Apakah hanya karena satu tahun saja lagi anda mengajar lalu memasuki masa pensiun lalu Anda berhak mengajar seadanya? Sesungguhnya apa yang diberikan oleh seorang guru di kelas terhadap siswa-siswanya akan memberi corak-warna dalam kehidupan anak-anak itu seumur hidup mereka. Berapa kelas yang anda masuki setiap minggunya? Berapa jumlah anak di kelas itu? Apakah mereka tidak cukup pantas untuk mendapatkan yang lebih baik dari Anda? Ah…jika saja Bapak-Ibu mau sedikit lebih bersemangat.

Banyak guru merasa cukup dengan cara mengajar mereka saat ini—yang sama persis dengan cara mereka mengajar ketika mereka pertama kali menjadi guru. Guru-guru yang suka pada kemapanan ini merasa sulit mengubah sesuatu yang sudah menjadi irama mereka dalam mengajar. Mereka tidak mau keluar dari kotak. Mereka cenderung skeptis terhadap hal-hal yang baru, metode-metode baru dalam mengajar, atau hasil-hasil kajian terbaru tentang dunia pendidikan. Tanggapan mereka lebih sering bernada negatif daripada bernada positif. Berbagai alasan mereka kemukakan, tidak cukup waktu-lah, repot-lah, guru sudah kebanyakan tugas-lah, tidak ada sarananya-lah, gaji rendah-lah dan seribu alasan lain mereka yang walaupun tidak secara langsung telah menunjukkan kepribadian mereka yang suka pada kemapanan, alergi terhadap pembaharuan, tanpa sedikitpun usaha untuk mencobanya terlebih dahulu. Guru-guru macam begini yang membuat dunia pendidikan kita lambat maju. Menentang perubahan, statis, sama saja dengan kolot, lagard. Guru kolot, wah…jangan deh.

Perkembangan ilmu pengetahuan sangat pesat. Termasuk pula ilmu pengetahuan di bidang kependidikan. Jika seorang guru tidak ingin basi, maka ia harus mau mengembangkan diri.Tidak ada jalan lain, ia harus selalu terbuka terhadap hal-hal baru. Terbuka terhadap hal-hal baru di sini-pun tidak cukup jika hanya bersifat pasif. Menunggu datangnya informasi tentang hal-hal baru. Menunggu dipanggil pelatihan, dipanggil penataran, menunggu beasiswa kuliah penyetaraan, dll. Guru harus proaktif mencari informasi itu. Janganlah menjadi orang paling akhir yang menerima pembaharuan.

Mari kita men-DEDIKASI-kan diri pada dunia pendidikan untuk kemajuan bangsa, walau berapapun imbalan finansial yang “DADDY-KASIH” buat kita! (Sumber: http://suhadinet.wordpress.com/2008/06/01/untukmu-guruyang-suka-pada-kemapanan/#comment-227)

One thought on “Untukmu Guru…….yang Suka pada Kemapanan

  1. saya setuju mari kita berkompetisi untuk meningkatkan kompetensi bukankah guru profesional merupakan guru yang pantang menyerah jangan puas dengan keadaan saat ini jika guru hanya duduk dengar dan diam sama artinya 1000 abad yang lalu tidak ada inovasi.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s