FPI VS AKKBB (Tafsir dibalik peristiwa)

Bagiku, setelah memperhatikan televisi, koran, dan blog, ternyata perhatian tersedot terhadap kisrus 1 Juni 2008 di Monas. Blogku ini, yang biasayan pengunjung antara 100-200, kini meningkat sampai 500 lebih. Juga, yang biasanya ngak ada koment, malahan berubah sampai 1o-an (maklum blogku ini kebanyakna tentang pendidikan sejarah yang banyak tidak digemari). Diluar itu semua, saya kira ada beberapa catatan menyangkut fenomena awal Juni ini, baik dari respon masyarakat, media massa, ataupun pihak pemerintah.

Pertama, secara bersamaan, terlihat ada yang pro dan kontra, ada yang Islamis banget, ada yang benci Islam, dan ada yang ikut-ikutan. Ada juga yang bengong aja (kayanya ngak peduli). Dan, atensi terhadap Islam, atau kekerasan ternyata jumlahnya membludak, kaya musim mudik lebaran.

Kedua, pihak pemerintah dalam hal ini melalui “pernyataan marahnya SBY”, menunjukkan pemerintah tidak memiliki kepekaan dalam kasus 1 Juni. Tindakannya terburu-buru, namun tidak bijak dan prematur. Hal ini dilanjutkan dengan aparatur pemerintahan yang kemudian menangkap anggota FPI, Riqziq dan 58 anggotanya, sedangkan anggota AKKBB, belum ada satupun yang ditangkap…sinyal aneh, bukan?, padahal kejadian pada hari yang sama, tapi penangkapannya berbeda. Indikasinya adalah pemerintah, terdesak oleh pemberitaan media.

Ketiga, media swasta, hampir semuanya mengabarkan secara tidak berimbang. Kebanyakan yang ditayangkan adalah ketika “kepruk-keprukannya”, tapi tidak dari pengakuan dan video yang menunjukkan AKBB melakukan kesalahan. Baik itu demo tanpa ijin, maupun provokasi denga semburan peluru tajam dari pistol pendemo AKKBB (dah ada tuh di youtube.com).

Keempat, riuh kenaikan BBM yang ramai belakangan ini, seakan tenggelam. amatlah mungkin, ini adalah politik pengalihperhatian yang digulirkan pemerintah. Dengan sibuknya media elektronik memberitakan kisruh 1 Juni 2008, gerakan moral mahasiswa, menjadi tidak menemukan basisnya di rakyat, akar rumput tidak mengindahkannya. Ketika naik BBM, rakyat diberikan BLT agar konsentrasi massa tidak kepada demonstrasi mahasiswa, kini semakin berlanjut rasanya.

Kelima, “tangan ketiga” sedang bermain untuk memecah belah umat Islam. Lihatlah GP Anshor, Banser yang bersikeras untuk membubarkan FPI, bahkan tidak segan-segan dengan pengrusakan rumah anggota FPI, ada FPI di Surabaya hari ini membubarkan diri (dibawah tekanan tentunya). Tapi, bagi mereka yang yang lepas dari tekanan preman (terutama di Jakarta), dan yang terlindungi dalam perang di Ambon dan Poso, tidak akan rela FPI dibubarkan, apalagi di adudoma sesama muslim.

Ada yang mau menambahkan????

8 thoughts on “FPI VS AKKBB (Tafsir dibalik peristiwa)

  1. gue setuju baanget sama hasil evaluasinya…

    memang kayanya sperti itu…….
    saat ini yang benar jadi salah
    yang salah jadi benar….
    qiamat memang sudah dekat…..

    nauzubilah min zalik
    ——————-
    “Siapa yang menguasai informasi, dialah yang menguasai dunia”.

  2. Dibubarkan ?! biar para liberalisme, sekularisme, pluralisme dan para demokrat yang sok modern dan bisa hidup, tumbuh dan berkembang ?

    Ricuh saat demo mah biasa atuh…., ya sebagai konsekuensi demokrasi, tapi kayaknya pemberitaan mengenai ricuhnya FPI kok nge-Bum banget ya…, kayak berita tsunami…., kemarin dari pagi sampe malem beritanya FPI…mulu, mulai dari detikcom sampe berita tv…

    kasus kekerasan Golkar, PDI , PKB kalo dibanding FPI jauh lebih banyak, bukan hanya saat kalah Pilkada bahkan para petinggi di dewan juga kadang rusuh dan berantem, di pemerintahan banyak yang korupsi…., ngga pernah tuh ada yang nuntut dibubarin baik media maupun…

    Yang ana tau, akhir2 ini sebelum kejadian “Tragedi Monas”(syet dah istilahnya dramatis banget…) aksi razia FPI biasanya didukung dan dikawal polisi….

    Meskipun ana tidak setuju dengan kekerasan FPI kemarin…, kalo dipolitisir kaya gini mah serem juga jadinya…

    coba kalo ngga ada FPI…, bendera playboy pasti berkibar di Jakarta….

    Lha dibanding Anshor dan Banser yang menjaga gereja, mending FPI. Memberantas maksiat. Kenapa cuma lihat kekurangan FPI???????

    Memang pernah lihat Banser dan Anshor memberantas maksiat, minuman keras dan sebagainya?

    Lucunya mereka katanya marah karena gus dur dihina Habib, tapi mereka enggak pernah marah saat gus dur menghina Al Qur’an. Lagian asal tau aja bulan mei 08 lalu si gusdur baru pulang dari Israel dan menerima penghargaan dari Israel.

    Hidup FPI……

    Soal salah dan benar, silahkan hukum yang menilai bukan orang per orang

    Percuma bubarin FPI, Mujahidin mati satu tumbuh seribu.

    HIDUP FPI!!! HIDUP FPI!!!

    Bubarkan AKKBB = aliansi kafir kafir bangkit bersama…………!!!!!!!!
    ———————–
    *anda adalah saudara saya*

  3. “Ada yang mau menambahkan????”

    awas operasi intelejen!!
    sangat mungkin kan?
    ——————-
    mungkin sekaleee’…

  4. Yaaa begitulah Indonesia.

    Orang-orangnya mudah dijadikan kelinci percobaan.
    Terutama yang diakar rumput

    Terus terang saya tidak tahu siapa dibalik AKKBB atau Siapa dibalik FPI.

    Yang dinamakan kerusuhan Pilkada aja ,sudah jelas
    siapa Aktor dibalik kerusuhan saja penyelesaiannya
    juga tidak jelas.

    Apa lagi Aktor intelektualnya misterius.
    Negara ini setiap ada masalah tidak pernah selesai
    Tas-tas tuntas.
    Justru ditambah lagi masalah yang lebih ramai agar
    masalah yang lebih besar tertutup.

    Makanya jangan larut oleh permainan
    Lebih baik kita diam dan bekerja aja deeehhhhh
    menjalin hubungan dengan baik
    Tai kucing dengan kejadian
    Yang penting cari selamat
    gitu aja kok repot!!!!!!
    ———————
    …salah satu sikap yang tidak kritis, puas dengan kenyataan sekarang, merasa mapan, ngak mau mengambil resiko, dan anda cocoknya hidup di jaman Belanda atau Jepang, yang bisanya disuruh tapi tidak memiliki inisiatif untuk merubah keadaan. Saya menjadi yakin, anda bukanlah seorang “pejuang” atau setidaknya “tidak peduli” terhadap kenyataan.

    Sikap anda amat menyedihkan didunia yang menginginkan sebuah perbaikan, dan itu membutuhkan tindakan bukan cari aman saja. Tapi, bagaimanapun juga saya hargai sikap anda, tidak mungkin semua menjadi “pejuang” atau “pemenang”, selalu ada yang menjadi “anak bawang” dan “pecundang”. Terimaksih atas komentarnya…

  5. Boleh anda mengatakan saya seorang pecundang
    Tapi lihat teman-teman dan saya sendiri
    ketika dikepruk’i
    aparat untuk berpartisipasi agar BBM tidak
    dinaikan anda pada kemana semua.
    Lihat di korea selatan
    untuk menentang import daging dari amerika
    didukung oleh puluhan ribu rakyatnya.

    Sedang di Indonesia mana kami pernah dibantu
    bahkan kadang oleh kalangan yang sudah mapan
    dicemooh buat apa sudah dinaikan kok minta
    diturunkan apa bisa?

    Kalian hanya bisa bikin polemik
    tapi tidak bisa memberikan solusi.

    Anda semua tahu masalah agama dan keyakinan
    seharusnya bisa diselesaikan lewat
    para alim ulama dan pemuka-pemuka agama.
    jangan selalu dipolitsi

    Maaf bila tulisan ini tidak berkenan
    —————————-
    …*saya jadi tersentuh*…., saya juga pernah mengalami seperti yang anda alami, saya angkatan 1998 ketika kebengisan polisi membabibuta melebihi hari ini…tapi apakah kami menegeluh seperti anda???, dimana mental anda???, saya kira anda jangan berdiskusi dengan saya kalau masih cengeng, masih mengeluh apabila membela rakyat, saya teramat menyayangkan anda “sedih” dalam masa perjuangan. Stop!!!!!!!!!!!!!!!!!

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s