Simaklah kalimat “sakral” ini:

…susunan Negara Republik Indonesia yang berkedaulatan rakyat dengan
berdasarkan kepada: Ketuhanan Yang Maha Esa, Kemanusiaan yang adil dan
beradab, Persatuan Indonesia, dan Kerakyatam yang dipimpin oleh hikmat
kebijaksanaan dalam Permusyawaratan/Perwakilan, serta dengan
mewujudkan suatu Keadilan sosial bagi seluruh rakyat Indonesia….

Apabila dilihat dengan baik, Pembukaan UUD ini, meliputi hanya 4 dasar negara yaitu

(1) Ketuhanan Yang Maha Esa, (2) Kemanusiaan yang adil dan
beradab, (3) Persatuan Indonesia, dan (4) Kerakyatam yang dipimpin oleh hikmat
kebijaksanaan dalam Permusyawaratan/Perwakilan, serta dengan
mewujudkan suatu Keadilan sosial bagi seluruh rakyat Indonesia.

Kata yang ditebalhitamkan (bold), “mewujudkan”, bermakna bertujuan, dan bukan kata benda seperti keemapt pilar tersebut. Tapi di Pancasila, sila kelima tidak diawali kata “mewujudkan”…sebenernya mana yang tepat, kenapa berlainan?…