Terorisme vs Jihad ? – Debat di TV One, 29 Okt 2008

Semalam ada sebuah acara perdebatan di Tv One. Acara ini membicarakan terorisme dengan 2 pembicara Al Chaidar dan satunya lagi disebut Intelektual NU, versus pihak Jihad yang digawangi Ubu Jihad dan Umar Abduh. Ukh, sungguh menarik. Aku tak mampu memindahkan pandangan mata ke tempat lain, kecuali televisi.

Sebenarnya bingung juga mau menentukan dipihak mana, karena kedua-duanya mengaku Islam, dan sepakat meninggikan derajat Islam. Hanya saja, perbedaan pandangan tentang Jihad seakan membuat garis yang jelas antara Jihad dengan Terorisme. Kedua belah pihak terlihak saling menguatkan pendapatnya melalui kajian hadist, seperti “perang hadist” terlihat….
Continue reading “Terorisme vs Jihad ? – Debat di TV One, 29 Okt 2008”

80 tahun Sumpah Pemuda

Pemuda sosok yang memili semangat kemajuan yang tinggi, tidak melempem. Dan, tidak mengemis, merengek seperti yang sering disaksikan belakangan ini dengan slogan: ” beri kesempatan yang muda untuk memimpin”. Kenapa tidak, pemuda merebut meraih kepercayaan dari rakyat agar mereka dapat dipercaya untuk memimpin ?, selayaknya momentum 1928, 1945, 1966, dan 1998 ?.

Mungkin pemuda sekarang lebih sibuk jadi caleg kali ya?, atau menjadi selebritis dengan mengikuti kontes instan seperti di televisi?…

Ayo pemuda, dengan semangatmu tinggikan derajat bangsa ini, jadikan Indonesia semakin jaya!!!!!

Komite Sekolah: Surat tentang gaji Guru Honor….

Sekarang jaman keterbukaan. Itulah alasan mengapa surat saya kepada komite sekolah saya erbitkan di blog ini. Semoga dapat jadi renungan, bahan pemikiran bersama.

Selamat membaca.

Assalamualaikum wr. wb.

Sebelumnya saya ingin mengungkapkan rasa senang dan terima kasih karena bu Rina memberikan alamat emailnya kepada kami, guru SMAN 32 Jakarta. Hal ini membuat kami lebih mudah dalam berkomunikasi, artinya berdiskusi dapat lebih banyak karena tidak seperti di hp hanya sampai ratusan karakter. Selanjutnya, atas pemberitahuan ibu pada Jum’at siang ini, 24 Oktober 2008, tentang dibuka seluas-luasnya pemasukan, saran dan seterusnya yang diharapkan sebagai solusi, saya tidak akan menyia-nyiakan kesempatan ini. Saya sudah menunggu terbilang lama untuk kenyataan ini, karena seringkali kami, guru honor, nyaris tidak pernah bertemu langsung, dan “tidak didengar” aspirasinya (baca: tidak teralisir-semoga saya salah).
Continue reading “Komite Sekolah: Surat tentang gaji Guru Honor….”