‘GAM Melakukan Blunder Politik’

INILAH.COM, Jakarta – Surat undangan berlogo Gerakan Aceh Merdeka (GAM) membuat Wapres Jusuf Kalla tersinggung dan memutuskan untuk tidak hadir dalam pertemuan yang akan dilaksanakan Sabtu (11/10) besok. Tindakan GAM tersebut dianggap sebagai political blunder.

“Mantan Perdana Menteri GAM Malik Mahmud membuat kesalahan besar. Dan itu merupakan political blunder,” kata peneliti LIPI Ikrar Nusa Bhakti kepada INILAH.COM, Jakarta, Jumat (10/10).

Menurut Ikrar lambang atau logo GAM di dalam kop surat tersebut maka ada sebuah kemunduran dalam perjanjian Helsinki. Karena, penggunaan lambang-lambang, emblem atau simbol-simbol sudah diatur dalam perdamaian dalam MoU yang ditandatangani pada 2005 lalu. Simbol-simbol yang boleh digunakan hanya lambang daerah Aceh.

“Jika GAM menggunakan kop surat maka GAM tidak tepat juga, dan kop surat tersebut tidak dapat dipakai lagi,” tegasnya.

Lebih jauh, Ikrar menyebutkan, ada makna di balik surat yang ditandatangani Hasan Tiro tersebut. “Itu mengurangi trust building atau kepercayaan yang telah dibangung mengalami kemunduran,” ujarnya.

Meski begitu, Ikrar meminta kejadian ini tidak dianggap sebagai upaya GAM merusak MoU Helsinski.

“Yang disepakati dalam perdamaian Helsinki adalah GAM tidak lagi memperjuangkan kemerdekaan Aceh. GAM menginginkan kesejahteraan rakyat Aceh,” pungkasnya.[L6](Sumber: http://www.inilah.com/berita/politik/2008/10/10/54033/gam-melakukan-blunder-politik/)

Mengapa surat berlogo GAM? PDF Cetak E-mail
Saturday, 11 October 2008 09:00 WIB
Halaman 1 dari 4
WASPADA ONLINE

JAKARTA – Surat undangan pimpinan GAM kepada Wapres Jusuf Kalla yang berlogo GAM dinilai sebagai gambaran masih adanya elemen di dalam tubuh GAM yang masih ingin memperjuangkan kemerdekaan.

Pendapat ini dilontarkan Ketua Jurusan Antropologi Universitas Malikussaleh Lhokseumawe Teuku Kemal Fasya, tadi malam (10/10). Menurutnya, surat GAM yang ditandatangani Hasan Tiro tersebut harus dilihat sebagai surat kelembagaan bukan sebagai personal.

“Itu harus dilihat tidak personal Hasan Tiro, tapi harus dilihat sebagai kelembagaan,” tegasnya.

Meski demikian, Kemal belum dapat memastikan apakah surat berlogo GAM muncul dari dari pribadi Hasan Tiro atau orang dekat Hasan Tiro yang masih menerapkan politik keras terhadap RI.

“Kalau surat itu keluar dari pikiran Hasan Tiro jelas ini menyalahi semangat MoU Helsinki karena seluruh emblem GAM harus ditanggalkan,” kata Kemal yang juga mantan Ketua Presidium Pusat Forum Mahasiswa Syariah se-Indonesia (Formasi).

Kemal lebih yakin jika surat berlogo GAM muncul dari orang di lingkaran dalam Hasan Tiro yang memiliki faham politik garis keras terhadap RI.

“Perlu diketahui Tiro saat ini usianya 83 tahun, dia juga pernah terkena stroke. Dan perlu diketahui pula pada 1997 ke atas, banyak pilihan politik yang tidak keluar dari otonomi diri Hasan Tiro melainkan dari orang dekatnya,” papar Kemal.
(wir/inilah) (Sumber: http://www.waspada.co.id/Berita/NASIONAL-&-POLITIK/Mengapa-surat-berlogo-GAM.html)

‘Pesan’ dalam Surat Berkop GAM, GAM Tak Bubar
Sabtu, 11 Oktober 2008 01:05 administrator
E-mail Print PDF
Tersinggung, JK Tak Mau Bertemu Hasan Tiro

Jakarta | Harian Aceh—Surat undangan berkop GAM dilayangkan mantan PM GAM Malik Mahmud ke Wapres Jusuf Kalla. Dalam surat yang diteken mantan pimpinan tertinggi GAM Hasan Tiro itu, JK diminta menghadiri pertemuan pada Sabtu 11 Oktober 2008 di Banda Aceh. Surat itu memberi ‘pesan’ kepada pemerintah Indonesia.

“Pengiriman surat menggunakan kop dengan lambang GAM memberikan pesan kepada pemerintah pusat bahwa GAM tidak bubar. Dalam perundingan Helsinki, tidak ada klausul pembubaran GAM. Yang disepakati adalah pembubaran Tentara Neugara Aceh (TNA),” kata pengamat LIPI M Nurhasim di Jakarta, Jumat (10/10), sebagaimana dilansir inilah.com, kemarin.

Hasyim menambahkan, surat undangan yang berkop GAM tersebut juga mengandung pesan bahwa GAM mengingatkan kepada pemerintah pusat untuk memenuhi butir-butir kesepakatan yang terkandung dalam Perjanjian Helsinki.

“GAM menganggap pemerintah pusat tidak menjalankan semua butir-butir Helsinki,” ujarnya.

Menurut Hasim, GAM memiliki target politik untuk menguasai pemerintahan dan parlemen di tingkat lokal Aceh. GAM juga mempunyai target menyejahterakan anggota-anggota GAM.

“Supaya GAM tidak memberontak, maka pemerintah pusat memberikan kesejahteraan kepada anggota GAM berupa pekerjaan, modal usaha, pendidikan yang layak dan lain-lain. Kalau tidak dipenuhi oleh pemerintah pusat, maka kekuatan bersenjata GAM tetap eksis,” pungkasnya.

JK Batal Bertemu GAM

Sebelumnya,Wakil Presiden Jusuf Kalla membatalkan pertemuan dengan para mantan pimpinan Gerakan Aceh Merdeka (GAM), yang sedianya digelar Sabtu (11/10) hari ini di Banda Aceh. Ia mengaku tersinggung dengan surat yang dikirimkan kepadanya.

Ketersinggungan Kalla itu bermula saat ia menerima surat undangan dengan tanda tangan mantan pimpinan tertinggi GAM Hasan Di Tiro yang dibuat oleh mantan Perdana Menteri GAM Malik Mahmud.

“Surat itu menggunakan kop dengan lambang GAM. Jelas ini merupakan pelanggaran perjanjian damai Helsinki,” ucapnya di Jakarta, Kamis (9/10) malam.

Mantan pimpinan GAM itu, menurut Kalla, merusak suasana kondusif yang telah terjadi di Aceh. Padahal, suasana damai itu telah terjalin sejak ditandatanganinya perjanjian Helsinki pada 15 Agustus 2005 lalu.

Surat itu, lanjut Kalla, sebenarnya telah direvisi oleh Malik Mahmud. Ia kemudian mengirimkan kembali surat serupa tanpa kop berlambang GAM.

“Kami tetap memutuskan membatalkan pertemuan, karena melihat tidak ada keseriusan dan etika yang ditunjukkan mantan pimpinan GAM atas perjanjian damai Helsinki,” tegasnya.

Hasan Tiro dijadwalkan berada di Aceh selama dua pekan. Ia juga dijadwalkan akan memberikan pidato di Masjid Raya Baiturrahman, Banda Aceh.

Partai Aceh yang dibentuk mantan anggota GAM membantu prosesi kepulangan Hasan Tiro. Sementara Komite Peralihan Aceh (KPA) bertindak selaku koordinator.(inc) (Sumber: http://www.harian-aceh.com/index.php?/Nasional/pesan-dalam-surat-berkop-gam-gam-tak-bubar.html)

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s