Komite Sekolah: Surat tentang gaji Guru Honor….

Sekarang jaman keterbukaan. Itulah alasan mengapa surat saya kepada komite sekolah saya erbitkan di blog ini. Semoga dapat jadi renungan, bahan pemikiran bersama.

Selamat membaca.

Assalamualaikum wr. wb.

Sebelumnya saya ingin mengungkapkan rasa senang dan terima kasih karena bu Rina memberikan alamat emailnya kepada kami, guru SMAN 32 Jakarta. Hal ini membuat kami lebih mudah dalam berkomunikasi, artinya berdiskusi dapat lebih banyak karena tidak seperti di hp hanya sampai ratusan karakter. Selanjutnya, atas pemberitahuan ibu pada Jum’at siang ini, 24 Oktober 2008, tentang dibuka seluas-luasnya pemasukan, saran dan seterusnya yang diharapkan sebagai solusi, saya tidak akan menyia-nyiakan kesempatan ini. Saya sudah menunggu terbilang lama untuk kenyataan ini, karena seringkali kami, guru honor, nyaris tidak pernah bertemu langsung, dan “tidak didengar” aspirasinya (baca: tidak teralisir-semoga saya salah).

Apa yang akan saya ungkapkan kali ini, pernah diungkapkan di raker setidaknya sejak 4 tahun lalu, bahkan jauh sebelum saya mendidik di sekolah ini. Apa yang saya ungkapkan nanti sebagai sebuah rasa cinta saya – sense of belonging – terhadap SMA Negeri 32 Jakarta, dan sudah seharusnya jangan dideskriditkan karena dinilai “tidak mensyukuri” nikmat-Nya (inilah lontaran dari pihak guru juga, ketika saya mengangkat isu ini). Menyesakan juga, karena rasionya tidak berjalan, sehingga tidak dapat membedakan antar God Will dengan, maaf, human error.Atau mereka sudah merasa save karena sudah, merasa mapan.

Pembicaraan kali ini menyangkut gaji. Tentang timpangnya gaji antara guru PNS dan guru honor, tidak hanya terlontar melalui lisan dan tulisan di SMA N 32 Jakarta, tapi tulisan saya sudah sampai ke anggota DPR, dan baru-baru ini diterbitkan sebuah surat kabar nasional berbasis pendidikan. Semua tanpa ada hasilnya. Mereka mandul?. Kini saya mencoba kepada pihak yang jelas-jelas “mengajak”, mengundang secara terbuka guna mengungkapkan masalah dan mencari solusi, seperti yang seperti bpk/ibu pengurus komite ungkapkan.

Harapan baru?.

Semoga anggapan saya keliru terhadap komite, kalau tidak tahu menahu “nasib” gaji guru honorer di sekolah. Sepengetahuan saya, anggota DPR/DPRD DKI Jakarta saja, tidak punya agenda untuk guru honor karena tidak tahu kalau masih ada guru yang menderita dan dikiranya semua sudah mendapatkan uang kenaikan gaji seperti yang didengungkan pemerintah (sumber: anggota GHM). Menyedihkan bukan?, warga kelas atas yang nota benenya berpendidikan S1 dan S2, bahkan ada yang S3 juga profesor, tidak peka terhadap keadaan ini. Semoga ibu tidak. Kami guru honor, seringkali merasa diperlakukan tidak adil dengan sistem penggajian di sekolah ini. Kami merasa tidak adil karena beban tugas pokok dan kewajiban mendidik anak berstatus sama, tidak ada yang dibedakan soal tugas pembelajaran, dari perencanaan sampai evaluasi antara guru PNS dan non PNS, dalam hal ini khususnya honor. Namun gajinya berbeda.

Selama 5 hari kerja, PNS dapat mengantongi hasil keringatnya dengan nominal 2-5 juta dengan beragam golongan. Guru honor dapat gaji paling tinggi 1 juta. Pertama, bagaimana ibu atau tim komite menyikap jurang yang mangangga ini?. Kedua, masalah lain, bagaimana tim komite, menyikapi guru honor yang melanjutkan pendidikannya?. Saya bertanya karena keinginan untuk meningkatkan profesionalisme kami sebagai guru melalui tunjangan gaji guna mendukung belajar kami serta pendidikan lebih tinggi agar kami lebih peka, sehingga SMA Negeri 32 Jakarta dapat lebih maju. Semoga.

Pertanyaan dan diskusi akan berlanjut ketika saya mendapatkan, respon dari tim komite, setidaknya melalui email ini.

Sucipto Ardi

5 thoughts on “Komite Sekolah: Surat tentang gaji Guru Honor….

  1. Cukup sudah kesengsaraan profesi guru honor ( hati menangis bukannya iri terhadap PNS yg gajinya akan dinaikkan belum lagi ke tingkat sertifikasi) tapi apa daya guru honor yg hanya menerima Rp.10.000 perhari itupun jika sebesar itu tapi bagaimana yang dirasakan pada mereka yang beban hidupnya tinggi anak istri perlu akan kebutuhab sandang pangan dan papan belum juga transportasi. Inikah yang akan dikatakan 2009 tahunnya para guru? Tak kuat ku melihat nasib guru honor. Tolonglah mereka wahai tuan – tuan yang mempunyai kebijakan… Semoga tuhan membalas kebaikan anda ingat… Tuhan tak pernah tidur dan tak pernah salah
    ————–
    ……………………

  2. Jangan sampai bangsa ini kena azab akibat doa guru honor yang dizalimi. Kami cuma minta…
    berikan kami pengakuan resmi dari pemerintah berupa gaji yang layak, serta tunjangan kesehatan buat. Buat Guru yg sudah PNS… tolong ikut menyuarakan nasib kami
    ———-
    idem….

  3. Meskipun sampai saat ini dan entah sampampai kapan diangkat menjadi PNS, namun saya bersyukur bisa mengabdi terhadap bangsa ini dgn menjadi guru honor komite (+_ 11 tahun) dengan rasa tanggungjawab.Saya tidak hanya mendidik anak bangsa ini tp jg turut andil meskipun kecil meningkatkan SDM Para Guru yg sudah PNS dlm bidang ICT. Yang paling membuat saya kecewa adalah terhadap peraturan tentang Sertifikasi guru pada saat saya mau mengajukan berkas, terjagal (berkas dikembalikan )karna SK pengangkatan saya hanya dari kepala sekolah. Sedih deh ternyata mengabdi dengan rasa tanggung jawab yg tinggi juga ega ada harganya bg guru honor komite.

  4. Meskipun sampai saat ini dan entah sampai kapan diangkat menjadi PNS, namun saya bersyukur bisa mengabdi terhadap bangsa ini dgn menjadi guru honor komite (+_ 11 tahun) dengan rasa tanggungjawab.Saya tidak hanya mendidik anak bangsa ini tp jg turut andil meskipun kecil meningkatkan SDM Para Guru yg sudah PNS dlm bidang ICT. Yang paling membuat saya kecewa adalah terhadap peraturan pemerintah tentang Sertifikasi guru, pada saat saya mau mengajukan berkas, terjagal (berkas dikembalikan )karna SK pengangkatan saya hanya dari kepala sekolah. Sedih deh ternyata mengabdi dengan rasa tanggung jawab yg tinggi juga ega ada harganya bg guru honor komite.
    ————-
    Wah Bu, ternyata di Medan lebih menyedihkan ya….

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s