80 tahun Sumpah Pemuda

Pemuda sosok yang memili semangat kemajuan yang tinggi, tidak melempem. Dan, tidak mengemis, merengek seperti yang sering disaksikan belakangan ini dengan slogan: ” beri kesempatan yang muda untuk memimpin”. Kenapa tidak, pemuda merebut meraih kepercayaan dari rakyat agar mereka dapat dipercaya untuk memimpin ?, selayaknya momentum 1928, 1945, 1966, dan 1998 ?.

Mungkin pemuda sekarang lebih sibuk jadi caleg kali ya?, atau menjadi selebritis dengan mengikuti kontes instan seperti di televisi?…

Ayo pemuda, dengan semangatmu tinggikan derajat bangsa ini, jadikan Indonesia semakin jaya!!!!!

One thought on “80 tahun Sumpah Pemuda

  1. “beri kesempatan yang muda untuk memimpin”
    Kayaknya itu bukan slogan dech Bung! tapi advertensi yang di buat oleh peng”iklan”,.
    Lagian di Negeri ini, beda yang muda dengan tua apaan sich?…coba tengok Komite Nasional Pemuda Indonesia (KNPI), siapa saja yang jadi pemimpinnya?, dan masih banyak lagi contoh sejenis.
    Kontes “Instan”, untuk menjadi cepat beken, saya rasa hal yang lumrah di era sekarang, karena saranya memungkinkan, selain kita juga menyikapi sebagai alternatif hiburan.jadi Calek?, kenapa tidak?, “Model” demokrasi kita kayaknya justru memungkinkan “orang muda” membuat perubahan dengan cara itu.
    tapi saya setuju “orang muda” harusnya pantang merengek dan minta dikasihani, Orang muda seharusnya “Mau” berfikir Keras!, Bicara lugas!,Bertindak Tegas!, dan konsekwen.
    Yang “Tua” …..sadar diri dong dengan kemampuannya!.
    Okey!!!
    Hidup Indonesi!, maju Indonesia!,

    Wassalam
    Fathur
    —————

    Saya kira suatu yang mengecewakan kalau kenyataan hari ini dengan berbagai pernak-perniknya, dianggap lumrah. Ini bukan hal yang seharusnya terjadi, ini adalah kenyataan yang diantara kekuatan besar antara konservatif dan kekuatan untuk berubah, dan tentunya dengan berbagai bentuknya. Ini butuh pemahaman yang lebih jeli, dan membutuhkan orang yang memiliki semangat dan kompetensi yang memadai untuk mengubahnya, setidaknya sebagai model sederhana.

    Sebagai info saja, bagi saya, pemuda adalah sosok yang menunjuk kepada sebuah semangat baru, segar, dan visioner. Pemikiran dan tindakannya, tidak mencerminkan kenyataan masa lalu yang seringkali berarti kurang mantaf, itu kalau tidak mau dibilang gagal. Jelas, tua dan muda berbeda, dan bukan hanya bicara soal umur, namun esensi semangat dan pemikirannya yang diutamakan.

    Sebenarnya jauh sebelum reformasi yang dianggap sebagai pembuka katup demokrasi, kaum muda sudah mungkin melakukan sebuah usaha demokrasi yang memungkinkan terjadinya sebuah perubahan. Lihatlah gerakan yang digawangi pemuda tahun 1905, 1914, 1926, 1928, 1945, 1966, 1974, dan 1998. Dengan kenyataan demikian, Indonesia memiliki jejak historis yang kuat tentang pemuda. Namun, kalau pemuda yang “tidak berbunyi”, maka lebih baik mereka dicaci, maaf, tepatnya di berdayakan saja agar dapat berguna bagi Indonesia

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s