Terorisme vs Jihad ? – Debat di TV One, 29 Okt 2008

Semalam ada sebuah acara perdebatan di Tv One. Acara ini membicarakan terorisme dengan 2 pembicara Al Chaidar dan satunya lagi disebut Intelektual NU, versus pihak Jihad yang digawangi Ubu Jihad dan Umar Abduh. Ukh, sungguh menarik. Aku tak mampu memindahkan pandangan mata ke tempat lain, kecuali televisi.

Sebenarnya bingung juga mau menentukan dipihak mana, karena kedua-duanya mengaku Islam, dan sepakat meninggikan derajat Islam. Hanya saja, perbedaan pandangan tentang Jihad seakan membuat garis yang jelas antara Jihad dengan Terorisme. Kedua belah pihak terlihak saling menguatkan pendapatnya melalui kajian hadist, seperti “perang hadist” terlihat….

Namun yang “terlalu cepat” diantara mereka ialah vonis yang amat keras diantara keduanya. Pihak NU menganggap Abu Jihad sebagai “ingkar sunnah”, yang sebelumnya Abu Jihad menyebut intelektual muda NU sebagai penyebar “kebohongan besar”. Lontaran vonis ini yang pada dasarnya sebagai deklarasi kepada lawan bahwa mereka berbeda dan musuh. Sedih, seakan terlihat sesama muslim bermusuhan. Walaupun demikian, saya berdo’a semoga semakin banyak mujahid hadir untuk menegakkan kalimatullah, berbuatlah sesuai Al Qur’an dan Assunah.

7 thoughts on “Terorisme vs Jihad ? – Debat di TV One, 29 Okt 2008

  1. Iya betul. sangat menarik
    Tapi anehnya saya malah masih ragu tindakan Amrozi dkk itu terorisme ato bukan?
    Kemarin saya sempat tertinggal, yang saya mau tanya, hadist Rasul/ sabda Allah yang mana sih yang menimbulkan perdebatan diantara mereka?
    tapi kesimpulan saya sih, tetap tidak tahu dan tidak mempermasalahkan apakah hal tersebut terorisme ato bukan. Tapi bukankah masih banyak lapangan Jihad yang lain dan lebih efektif di jaman modern seperti sekarang.
    Saya ingin menjadi mujahidin tapi tidak sebagai pembunuh. Itu saja.
    Dan yang masih saya bingung ttg perkataan Abu Jihad adalah jangan menilai tindakan mujahidin kalau anda bukan orang yang “seprofesi”nya.
    Lah terus gimana kalo seseorang ingin menjadi mujahidin kalau dia tidak bisa mencari tau dan menilai apakah tindakan amrozi yg katanya mujahidin itu termasuk jihad atau bukan?
    ————–
    Untuk pertanyaan pertama, hadist yang diperdebatkan bunyinya kurang lebih seperti ini: “setelah berperang, nabi berkata, bahwa kita baru selesai dari sebuah jihad yang kecil. Lantas yang besar apa?, jawab nabi ialah jihad melawan nafsu”. Menurut Abu jihad, itu tidak ada dalam hadist shoheh (kuat), namun tergolong hadis do’if (lemah).

    Untuk pertanyaan kedua, saya sepakat dengan Abu jihad. Ini pararel dengan perspektif penelitian, yakni etik dan emic. Khusus emic kemudian yang memunculkan penelitian partisipatoris. Dan, bagaimana mencari tahu apakah tindakan Amrozi dkk tergolog jihad atau bukan, maka bertanyalah kepada mereka yang pernah ikut jihad, bacalah tulisan para pelaku jihad, dan kajian tentang jihad dari para ahlinya (utamakan yang bukan duduk dibelakang meja, namun yang ikut mengangkat senjata=carilah kyai jihad).

    Memang masih banyak lahan jihad, dan jihad membunuh orang seperti kata anda adalah salah satunya. Itu pilihan setiap muslim dengan pemahamannya masing-masing. Justru saya merasa senang apabila banyak muslim yang berjihad di segala lini, baik itu di bidang sosial, kesehatan, dan politik, dan tentunya jangan menafikkan jihad perang sebagai sebuah kesalahan. Karena apa?, jihad itu beragam. Biarlah keragaman lahan jihad ini, semoga dengan demikian mampu menohok segala aspek dalam kehidupan manusia agar islami. Amiiin.

  2. Hadits yang dhoif/lemah apalagi palsu lebih baik kan tidak di pakai/diamalkan (jangan jangan salah dan bukan dari Nabi) toh tidak menggunakan tidak bermasalah. Jika nanti terjadi benturan antara Islam dengan Yahudi, Nasrani dan yang cenderung menentang penerapan Syariat Islam, orang-orang yang getol membela kebebasan berfikir dan berfahan apalagi cenderung membela liberalisme yang cenderung mengingkari Ajaran Qur’an dan Sunah Nabi SAW, walaupun mereka orang Islam / atau mengaku Islam, mereka akan berdiri dimana akan berhadapan dengan siapa ? mungkinkah akan baku hantam dan saling menghancurkan melawan saudatranya Islam yang mempunyai Komitmen Jihad dan menegakkan Syariat?
    ——————–
    Saya kira ada. Dan apabila ada perselisihan, tanyakanlah kepada ahlinya, bilamana dalam menyoal jihad ada pula pertentangan (lagi) maka tanyalah kepada orang ahli yang ikut jihad di medan perang. Saya pikir, dalam perjuangan tidak perlu takut, apalagi tetap berpegang Al qur’an dan Al Hadist. Saya amat yakin, kalau perang dengan non muslim, maka muslim akan bersatu dengan syarat musuhnya jelas.

    Selamat berjihad!!!

  3. kalo aku sie menunggu kpn amrozi cs dieksekusi..
    kyknya kelamaan bgt. itu udh dari 6 thn lalu.N kyknya pemerintah kita sudah mengeluarkan biaya yg tdk sedikit utk hal itu..saya da warga bali sangat menunggu cepat terlaksananya eksekusi mati tsb. Karena kita malu dengan warga asing, mereka sering menanyakan kapan akan dilaksanakan eksekusi thd amrozi cs?.disamping itu juga dampak dari eksekusi amrozi sangat besar dirasakan oleh masyarakat bali, banyak sekali hotel2 yang tak berpenghuni, padahal hotel tersebut sebenarnya sudah diboking sebelumya. Warga asing takut akan pengaruh dari eksekusi teroris tsb.Dan saya berharap tidak lagi ada amrozi cs yang lainnya ada di dunia ini..
    love peace..
    ——————
    Apakah anda berpikir tentang masyarakat palestina, Iraq, Afganistan, Moro filipina, Sudan, yang terbunuh jauh lebih sadis dari bom bali??, yang menderita bukan hanya sekali, dua kali, atau tiga kali, namun tahunan??, adakah di hati anda akan berbicara “kemanusiaan” seperti yang anda ungkapkan tentang bom bali??, dimana keadilan?? apakah keadilan dengan membunuh amrozi dkk dapat tercapai??

  4. Kalo mendengar komentar dari yg pakai sorban itu. Kafir itu rujukannya kepada agama apa dan siapa? Kalau menurut wikipedia indonesia, maka kafir itu ditujukan kepada semua NON MUSLIM.
    Berarti dalam hal ini yg memakai sorban itu jelas2 juga menyatakan perang terhadapa NON ISLAM.
    Jadi dalam hal ini ISLAM cinta damai itu yg mana?
    ——————–
    Dalam Islam ada konsep kafir harbi dan kafir zimni. Perbedaan keduanya terletak kepada mereka yang memusuhi Islam, atau mau hidup berdampingan dengan Islam. Bagi yang bersahabat dengan Islam, darah kafir ini adalah haram, namun yang bermusuhan dengan Islam, darahnya halal. Kira-kira demikian.

  5. dalam islam ada kafir harbi ada kafir zimmi, nah pertanyaannya tu amerika dan israel mau kita katagorikan apa?, trus pendapat kita seputar konflik yang terjadi di TIMTENG itu konflik yang disulut islam atw non islam atau tadi istilahnya dengan “kafir”, nah islam dan komunitas musliminnya jangan selalu disudutkan saja ntar sumbu konfliknya ga ke “raba” trus biasnya masalah ini ga pernah selesai-selesai

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s