Tanggapan SAS Online Dzolim

Ini surat yang kesekian kalinya untuk Group SAS. Namun, saya cukup yakin kalau nanti tidak diterbitkan. Entahlah….

Oke silahkan membaca….
————–

Kepada A***

Saya cukup kaget juga, surat dari MK (inisial) tidak ditanggapi marah-marah, emosional, kebakaran jenggot selayaknya ketika membalas surat saya. Ada apa???. Entahlah.

Namun demikian, kalau kita mau bijak maka berpikirlah secara “sistem”, artinya SAS Online merupakan gabungan/keterhubungan berbagai unsur, baik itu A***, guru, alat, kebijakan, dan seterusnya. Sehingga dapat dipahami bahwa, “gonjang-ganjing” yang terjadi dapat berarti salah satu unsur sistem tidak berfungsi. Sistemnya tidak beres. Cacat sistem???….

Ada sesuatu yang tidak beres, bukan?, inilah yang harus dipandang dengan memberikan solusi dan komitmen yang baik. “Salah-menyalahkan” kalau dirangkakan dalam bingkai analisis-kritis untuk mendiagnosa masalah, saya kira tidak masalah. Yang masalah itu kalau tidak masuk akal, dan tanpa solusi.

Banyak yang menanggapi, kemudian cenderung menyalahkan MK, ataupun guru dipihak lain. Cukup sudah. Tapi, harus legowo pula, bila A*** dan jajarannya, harus mengakui kesalahannya. Impas, bukan?. Apa susahnya meminta ma’af?, sudah tidak jaman lagi pemimpin arogan. Ketinggalan jaman…..

Berdamai dengan perubahan seperti yang disampaikan penangap, ada benarnya. Lagi2, harus ingat: “janganlah merugikan anak didik?”. Adakah yang mau berani bertanggungjawab hadirnya raport “ASPAL” selama SAS online diaktifkan?, adakah yang mau menanggung buruknya “pemotretan” potensi anak didik yang dilaporkan melaui SAS?, yang harus jujur: tidak banyak yang jujur, alias pukul rata, asal masuk nilai, dan jadilah sosok guru asal…”ASAL-ASALAN”…adakah yang dengan rela mengakui kebenaran kenyataan ini yang berbarengan ketika SAS Online digulirkan??..

Mari berpikir dan berhati jernih….

c1p
Atas nama pribadi, bukan institusi

— On Wed, 2/18/09, tim sas sma notre dame DKI Jak wrote:

From: tim sas sma notre dame DKI Jak
Subject: Re: [sas_sma_dki] Fwd: NASIHAT
To: sas_sma_dki@yahoogroups.com
Date: Wednesday, February 18, 2009, 1:57 AM

Salam Damai,
Tergelitik dengan wacana “reward dari diknas” buat guru dan admin SAS yang disiplin.
Yang menjadi pemikiran saya bagaimana cara penilaiannya dan siapa yang menilai ?
Menurut pendapat saya seharusnya yang memberi “reward” cukup kepala unitnya saja.

Kemudian untuk masalah manfaat SAS online saya pikir itu “Subyektif” jadi sah-sah saja kita berpendapat. Tetapi jika sudah menyalahkan pihak lain itu tidak bijak seperti kata pepatah ” Buruk Muka Cermin di Belah”. Komentar “MK” adalah refleksi pengalaman dirinya yang parahnya disebabkan karena ketidaktahuan prosedur kerja SAS.

Tapi ada baiknya juga jika TIM PENGEMBANG secara bijak bisa menangkap essensi permasalahan yang ada, yaitu : bahwa di lapangan masih banyak problem tentang kehadiran SAS Online.

Demikian, mohon maaf jika kurang berkenan

— On Wed, 2/18/09, sas83 sman83 wrote:

From: sas83 sman83
Subject: Re: [sas_sma_dki] Fwd: NASIHAT
To: sas_sma_dki@ yahoogroups. com
Date: Wednesday, February 18, 2009, 8:17 AM

saya mah golput aja deh.

semua pihak ada benarnya, tinggal kita mengambil sisi baiknya dari semua pihak, yaitu: Disiplin, kita yang mengatur pekerjaan bukan sebaliknya (tentunya program dengan waktu yang kondusif tidak wasting time), sabar dalam menghadapi perubahan (karena hidup adalah perubahan kalau tidak kita “manusia” bisa punah saya sih ingin hidup sampai umur 100 tahun “amin”), ingat kita bekerja sementara (pasti akan pensiun) nanti ada generasi penerus yang mengerjakan pekerjaan kita, jadi sebaiknya continuable yaitu dengan menghormati orang2 di sekitar kita anggap saja semua yang tertulis bukan yang terucap, mungkin lain kalau bertemu langsung dengan menulis lewat e-mail (silaturahmi) . Terakhir saya setuju dengan “reward”, he-he-he, tapi saya percaya bahwa segala hal yang baik dan jahat yg kita lakukan itu direkap sama Tuhan tinggal tunggu saat yang indah saja.

Tim Sas 83 mengucapkan:
Selamat Hari “Kasih Sayang”
untuk kita semua.

— Pada Sel, 17/2/09, Tim_SAS_SMA_ Advent_Salemba menulis:

Dari: Tim_SAS_SMA_ Advent_Salemba
Topik: Re: [sas_sma_dki] Fwd: NASIHAT
Kepada: sas_sma_dki@ yahoogroups. com
Tanggal: Selasa, 17 Februari, 2009, 12:24 PM

All,

Pendapat saya ini bukan bertujuan mau cari muka atau menjilat, karena itu bukan sifat saya. Saya apa adanya.

Saya pribadi tidak sependapat dengan tulisan MK (nama asli atau alias?) tersebut. Justru dengan SAS ini saya makin mengerti filosofi KSTP (walau KTSP belum sempurna diterapkan di Indonesia oleh karena sangat majemuk penduduknya (saya sudah keliling Indonesia dari Jayapura sampai Tapanuli)). Oleh karena begitu majemuknya penduduk Indonesia sehingga perlu perbaikan Sistem Pendidikan di Indonesia secara berkala. Dan sekarang kita sedang berada dalam KTSP.
Kemudian di DKI, Dinas memutuskan (dan sudah diresmikan Gubernur) untuk SMA DKI kita menggunakan SAS (tadinya off-line, kini on-line).
Pada awalnya memang sangat sibuk dan ribet. (Pada waktu penerbangan di Bandara Internasional Halim Perdanakusumah dialihkan ke Bandara Internasional Soekarno-Hatta, Cengkareng, 6 bulan pertama sangat kacau (termasuk saya salah naik pesawat)). Begitu juga pada waktu SAS diperkenalkan, pada awalnya memang rumit dan kita super sibuk, karena mau menyesuaikan diri, dan itu wajar. Artinya sesuatu yang baru kita harus cepat tanggap dan sikapi.

Dengan SAS saya belajar me-manage waktu (sebagai admin saya tularkan ke teman-teman guru lain), saya belajar mendalami kurikulum, penilaian guru terhadap siswa lebih terukur dan akurat (kalau tidak akurat itu karena gangguan di server bukan sistem & filosofi KTSPnya), dari SAS saya bisa menilai guru yang berkomitmen dan yang suka menunda-nunda waktu, dari SAS saya bisa melihat guru yang mau maju dan yang tidak, dan masih banyak lagi kalau mau sampaikan.

Di dunia ini tidak ada yang sempurna, demikian juga SAS. ‘Kan sudah diberitahu bahwa TIM PENGEMBANG akan terus menyempurnakan SAS. Kalau ada kekurangan terjadi biarlah kita sabar menyikapinya dan memberi semangat bukannya membuat patah semangat. Saya enjoy dengan SAS dan akan enjoy bila ada sistem baru lainnya untuk kemajuan saya.

Hanya saya ada usul, perlu ada reward dari Dinas untuk mereka-mereka yang aktif terlibat dengan SAS (admin dan guru-guru yang aktif dalam SAS) he..he..he.. he..he…

That’s all.

Daniel M. Sitompul
Admin. SAS SMA Perguruan Advent Salemba

4 thoughts on “Tanggapan SAS Online Dzolim

  1. Saya jadi guru swasta bukannya sibuk ngajar, nyiapin pelajaran, nyiapin lesson plan, nyiapin project bermutu, nyiapin anak2 lomba, memperhatikan kondisi anak2 murid, eh malah menghabiskan waktu saya bikin administrasi bodoh dalam bentuk SAS. Tenaga saya habis untuk mengoreksi buat memasukkan ratusan indikator, buat membuat ratusan setup dan membuat planning ratusan setup tersebut, pulang larut malam, ngelembur Sabtu, Minggu padahal sekolah ga bayar lemburan, begitu saya ngajar anak ngelawan langsung saya meledak. Ini SAS membuat saya ga fokus sama membangun anak, apalagi develop project & pelajaran, eh yang saya bangun malah administrasinya. Gila banget. Cuma orang bodoh yang menganggap SAS itu bagus. Saya bilang tidak efisien, tidak efektif, & kasian deh guru2 & anak2 yang pake SAS…. Pemerintahan Singapore saja tahu guru yang bahagia mengajar jauh lebih bagus daripada guru yang tidak bahagia. Karena kalau guru bahagia, dia lebih fokus pada kondisi anak2 muridnya, pelajarannya, dll. Tapi SAS membuat saya yang termasuk gila kerja saja bisa mengeluh, Berarti SAS tidak membuat saya dan guru2 lainnya tidak bahagia, sehingga kami mengajar tidak fokus (demi mengejar administrasi yang gila2an banyaknya luar biasa sekali) sehingga anak2 murid saya terlantar. Tadinya saya mau membuat project luar biasa, sekarang project2 tersebut hanya jadi sebagian saja demi mengejar administrasi. Selamat deh ya menteri pendidikan, anda telah menghancurkan pendidikan bermutu bangsa ini. Kasian deh lu anak2 murid yang guru2nya pake SAS. Hahahaha…. (ketawa kesel)
    ————-
    Menyedihkan, bukan????

  2. sesungguhnya sasonline g penting banget deh.. sas itu nyita waktu banget… lagian ngapain sih harus kerja dua kali..? mana g di itung lembur lagi sama sekolah.. hadooh payah dah.. otak jadi terbagi lagi tugasnya… kasian anak2 murid jadi tersita waktunya…
    sas kurang efektive juga kan..?
    ude deh kasian tuh guru.. gajinye kecil, kerjaan nye banyak, g di hargain, g dapet tanda jasa juga, hadooh.. bener kate bang iwan fals dah…

    1. sayangnya id “me” tidak berani menuliskan namanya, kan rame jadinya kalau dikejar-kejar “orang dinas” gara-gara komentar kaya gini…hehehehehe….

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s