Siapakah Pribumi Asli Nusantara ?

oleh Tim Wacana Nusantara
21 March 2009

Kembali ke masa prasejarah, penduduk wilayah Nusantara hanya terdiri dari dua golongan yakni Pithecantropus Erectus beserta manusia Indonesia purba lainnya dan keturunan bangsa pendatang di luar Nusantara yang datang dalam beberapa gelombang.
Berdasarkan fosil-fosil yang telah ditemukan di wilayah Indonesia, dapat dipastikan bahwa sejak 2.000.000 (dua juta) tahun yang lalu wilayah ini telah dihuni. Penghuninya adalah manusia-manusia purba dengan kebudayaan batu tua atau mesolithicum seperti Meganthropus Palaeo Javanicus, Pithecanthropus Erectus, Homo Soloensis dan sebagainya. Manusia-manusia purba ini sesungguhnya lebih mirip dengan manusia-manusia yang kini dikenal sebagai penduduk asli Australia.

Dengan demikian, yang berhak mengklaim dirinya sebagai “penduduk asli Indonesia” adalah kaum Negroid, atau Austroloid, yang berkulit hitam. Manusia Indonesia purba membawa kebudayaan batu tua atau palaeolitikum yang masih hidup secara nomaden atau berpindah dengan mata pencaharian berburu binatang dan meramu. Wilayah Nusantara kemudian kedatangan bangsa Melanesoide yang berasal dari teluk Tonkin, tepatnya dari Bacson-Hoabinh. Dari artefak-artefak yang ditemukan di tempat asalnya menunjukan bahwa induk bangsa ini berkulit hitam berbadan kecil dan termasuk type Veddoid-Austrolaid.
Bangsa Melanesoide dengan kebudayaan mesolitikum yang sudah mulai hidup menetap dalam kelompok, sudah mengenal api, meramu dan berburu binatang.Teknologi pertanian juga sudah mereka genggam sekalipun mereka belum dapat menjaga agar satu bidang tanah dapat ditanami berkali-kali. Cara bertani mereka masih dengan sistem perladangan. Dengan demikian, mereka harus berpindah ketika lahan yang lama tidak bisa ditanami lagi atau karena habisnya makanan ternak. Gaya hidup ini dinamakan semi nomaden. Dalam setiap perpindahan manusia beserta kebudayaan yang datang ke Nusantara, selalu dilakukan oleh bangsa yang tingkat peradabannya lebih tinggi dari bangsa yang datang sebelumnya.
Dari semua gelombang pendatang dapat dilihat bahwa mereka adalah bangsa-bangsa yang mulai bahkan telah menetap. Jika kehidupannya mereka masih berpindah, maka perpindahan bukanlah sesuatu hal yang aneh. Namun dalam kehidupan yang telah menetap, pilihan untuk meninggalkan daerah asal bukan tanpa alasan yang kuat. Ketika kehidupan mulai menetap maka yang pertama dan yang paling dibutuhkan adalah tanah sebagai media untuk tetap hidup. Mereka sangat membutuhkan tanah yang luas karena teknologi pertaniannya masih rendah. Mereka belum sanggup menjaga, apalagi meningkatkan, kesuburan tanah. Mereka membutuhkan sistem pertanian yang ekstensif, dan perpindahan untuk penguasaan lahan-lahan baru setiap jangka waktu tertentu. Sebelum didatangi bangsa-bangsa pengembara dari luar, tanah di Nusantara belum menjadi kepemilikan siapapun.
Hal ini berbeda dengan Manusia Indonesia Purba yang tidak memerlukan tanah sebagai modal untuk hidup karena mereka berpindah-pindah. Ketika sampai di satu tempat yang dilakukannya adalah mengumpulkan makanan (food gathering). Biasanya tempat yang dituju adalah lembah-lembah atau wilayah yang terdapat aliran sungai untuk mendapatkan ikan atau kerang (terbukti dengan ditemukannya fosil-fosil manusia purba di wilayah Nusantara di lembah-lembah sungai) walaupun tidak tertutup kemungkinan ada pula yang memilih mencari di pedalaman. Ketika bangsa Melanesoide datang, mereka mulai menetap walaupun semi nomaden. Mereka akan pindah jika sudah tidak mendapatkan lagi makanan. Maka pilihan atas tempat-tempat yang akan ditempatinya adalah tanah yang banyak menghasilkan. Wilayah aliran sungai pula yang akan menjadi targetannya. Padahal, wilayah ini adalah juga wilayah di mana para penduduk asli mengumpulkan makanannya.
Ini mengakibatkan benturan yang tidak terelakan antara kebudayaan palaeolithikum dengan kebudayaan yang mesolithikum. Alat-alat sederhana seperti kapak genggam atau choppers, alat-alat tulang dan tanduk rusa berhadapan dengan kapak genggam yang lebih halus atau febble, kapak pendek dan sebagainya. Pertemuan ini dapat mengakibatkan beberapa hal yaitu:
1. Penduduk asli ditumpas, atau
2. Mereka diharuskan masuk dan bersembunyi di pedalaman untuk menyelamatkan diri, atau
3. Mereka yang ditaklukkan dijadikan hamba, dan kaum perempuannya dijadikan harem-harem untuk melayani para pemenang perang.

Sekitar tahun 2000 SM, bangsa Melanesoide yang akhirnya menetap di Nusantara kedatangan pula bangsa yang kebudayaannya lebih tinggi yang berasal dari rumpun Melayu Austronesia yakni bangsa Melayu Tua atau Proto Melayu, suatu ras mongoloid yang berasal dari daerah Yunan, dekat lembah sungai Yang Tze, Cina Selatan. Alasan-alasan yang me-nyebabkan bangsa Melayu tua meninggalkan asalnya yaitu :
1. Adanya desakan suku-suku liar yang datangnya dari Asia Tengah;
2. Adanya peperangan antar suku;
3. Adanya bencana alam berupa banjir akibat sering meluapnya sungai She Kiang dan sungai-sungai lainnya di daerah tersebut.

Suku-suku dari Asia tengah yakni Bangsa Aria yang mendesak Bangsa Melayu Tua sudah pasti memiliki tingkat kebudayaan yang lebih tinggi lagi. Bangsa Melayu Tua yang terdesak meninggalkan Yunan dan yang tetap tinggal bercampur dengan Bangsa Aria dan Mongol. Dari artefak yang ditemukan yang berasal dari bangsa ini yaitu kapak lonjong dan kapak persegi.Kapak lonjong dan kapak persegi ini adalah bagian dari kebudayaan Neolitikum. Ini berarti orang-orang Melayu Tua, telah mengenal budaya bercocok tanam yang cukup maju dan bukan mustahil mereka sudah beternak. Dengan demikian mereka telah dapat menghasilkan makanan sendiri (food producing). Kemampuan ini membuat mereka dapat menetap secara lebih permanen.
Pola menetap ini mengharuskan mereka untuk mengembangkan berbagai jenis kebudayaan awal. Mereka juga mulai membangun satu sistem politik dan pengorganisasian untuk mengatur pemukiman mereka.
Pengorganisasian ini membuat mereka sanggup belajar membuat peralatan rumah tangga dari tanah dan berbagai peralatan lain dengan lebih baik. Mereka mengenal adanya sistim kepercayaan untuk membantu menjelaskan gejala alam yang ada sehubungan dengan pertanian mereka. Sama seperti yang terjadi terdahulu, pertemuan dua peradaban yang berbeda kepentingan ini, mau tidak mau, melahirkan peperangan-peperangan untuk memperebutkan tanah. Dengan pengorganisiran yang lebih rapi dan peralatan yang lebih bermutu, kaum pendatang dapat mengalahkan penduduk asli. Kebudayaan yang mereka usung kemudian menggantikan kebudayaan penduduk asli. Sisa-sisa pengusung kebudayaan Batu Tua kemudian menyingkir ke pedalaman. Beberapa suku bangsa merupakan keturunan dari para pelarian ini, seperti suku Sakai, Kubu, dan Anak Dalam.
Arus pendatang tidak hanya datang dalam sekali saja. Pihak-pihak yang kalah dalam perebutan tanah di daerah asalnya akan mencari tanah-tanah di wilayah lain. Demikian juga yang menimpa bangsa Melayu Tua yang sudah mengenal bercocok tanam, beternak dan menetap. Kembali lagi, daerah subur dengan aliran sungai atau mata air menjadi incaran.
Wilayah yang sudah mulai ditempati oleh bangsa melanesoide harus diperjuangkan untuk dipertahankan dari bangsa Melayu Tua.Tuntutan budaya yang sudah menetap mengharuskan mereka mencari tanah baru. Dengan modal kebudayaan yang lebih tinggi, bangsa Melanesoide harus menerima kenyataan bahwa telah ada bangsa penguasa baru yang menempati wilayah mereka.
Namun kedatangan bangsa Melayu Tua ini juga memungkinkan terjadinya percampuran darah antara bangsa ini dengan bangsa Melanesia yang telah terlebih dahulu datang di Nusantara. Bangsa Melanesia yang tidak bercampur terdesak dan mengasingkan diri ke pedalaman. Sisa keturunannya sekarang dapat didapati orang-orang Sakai di Siak, Suku Kubu serta Anak Dalam di Jambi dan Sumatera Selatan, orang Semang di pedalaman Malaya, orang Aeta di pedalaman Philipina, orang-orang Papua Melanesoide di Irian dan pulau-pulau Melanesia.
Pada gelombang migrasi kedua dari Yunan di tahun 2000-300 SM, datanglah orang-orang Melayu Tua yang telah bercampur dengan bangsa Aria di daratan Yunan. Mereka disebut orang Melayu Muda atau Deutero Melayu dengan kebudayaan perunggunya. Kebudayaan ini lebih tinggi lagi dari kebudayaan Batu Muda yang telah ada karena telah mengenal logam sebagai alat perkakas hidup dan alat produksi. Kedatangan bangsa Melayu Muda mengakibatkan bangsa Melayu Tua yang tadinya hidup di sekitar aliran sungai dan pantai terdesak pula ke pedalaman karena kebudayaannya kalah maju dari bangsa Melayu Muda dan kebudayaannya tidak banyak berubah. Sisa-sisa keturunan bangsa melayu tua banyak ditemukan di daerah pedalaman seperti suku Dayak, Toraja, orang Nias, batak pedalaman, Orang Kubu dan orang Sasak. Dengan menguasai tanah, Bangsa Melayu Muda dapat berkembang dengan pesat kebudayaannya bahkan menjadi penyumbang terbesar untuk cikal-bakal bangsa Indonesia sekarang.
Dari seluruh pendatang yang pindah dalam kurun waktu ribuan tahun tersebut tidak seluruhnya menetap di Nusantara. Ada juga yang kembali bergerak ke arah Cina Selatan dan kemudian kembali ke kampung halaman dengan membawa kebudayaan setempat atau kembali ke Nusantara. Dalam kedatangan-kedatangan tersebut penduduk yang lebih tua menyerap bahasa dan adat para imigran. Jarang terjadi pemusnahan dan pengusiran bahkan tidak ada penggantian penduduk secara besar-besaran. Percampuran-percampuran inilah yang menjadi cikal bakal Nusantara yang telah menjadi titik pertemuan dari ras kuning (mongoloid) yang bermigrasi ke selatan dari Yunan, ras hitam yang dimiliki oleh bangsa Melanesoide dan Ceylon dan ras putih anak benua India.
Sehingga tidak ada penduduk atau ras asli wilayah Nusantara kecuali para manusia purba yang ditemukan fosil-fosilnya. Kalaupun memang ada penduduk asli Indonesia maka ia terdesak terus oleh pendatang-pendatang boyongan sehingga secara historis-etnologis terpaksa punah atau dipunahkan dalam arti sesungguhnya atau kehilangan ciri-ciri kebudayaannya dan terlebur di dalam masyarakat baru. Semua adalah bangsa-bangsa pendatang.

Kepustakaan

D. G. E. Hall. 1988Sejarah Asia Tenggara. . Surabaya-Usaha Nasional.
Stanley. 1998Makalah Arus Dari Utara. Tidak diterbitkan
Simbolon, T. Parakitri. 1995.. Menjadi Indonesia, buku I “Akar-akar kebangsaan Indonesia”. Jakarta-Kompas-Grasindo.
Prijohutomo & P.J. Reimer. Tentang Orang dan Kejadian Jang Besar Djilid I. Tjet.V. Djakarta-Amnsterdam: W.Versluys N.V.
Ananta Toer, Pramoedya.1998. Hoakiau di Indonesia. Jakarta-Garba Budaya.

(Sumber: http://wacananusantara.org/content/view/category/2/id/261)

36 thoughts on “Siapakah Pribumi Asli Nusantara ?

  1. aku mau ambil beberapa kata di headline nya ya. yang kata Pak Soekarno, Cicero dan Castro, sekedar referensi kata-kata bijak untuk tugas sejarah di sekolah .
    Makasih yaa🙂
    ——–
    Silahkan, dan terima kasih kembali….

    1. wah.. gmn c bro? kita adalah penduduk asli nusantara ini, lahir disini dan pemilik sah dari tanah ini… so, kitalah pribumi indonesia! okey,

    1. JANGAN KITA SOK MERASA ASLI DARI BUMI NUSANTARA INI, KITA TERNYATA HANYA PENDATANG YANG JAHAT, YANG MENGUSIR PUNDUDUK ASLI NUSANTARA INI, MENGURAS HABIS HASIL BUMINYA. LIHAT MEREKA ORANG PAPUA,FLORES,NTT MEREKALAH PENDUDUK ASLI NUSANTARA INI YANG KITA USIR KE PINGGIRAN. LIHAT PENDIDIKAN MEREKA APAKAH KITA SUDAH BERLAKU ADIL?? KITA SOK MELIHAT BANGSALAIN SEBAGAI PENINDAS, PADAHAL KITA SENDIRI ADALAH PENIDAS YANG KEJI.

  2. makasih atas pemuatan tentang penduduk asli nusantara.
    sekarang ini ada pergolakan untuk membangun negara sunda nusantara yang mengklaim sebagai penduduk asli dan pertama serta kerjaaan tertua di nusantara.

    kadang kita belajar dari hasil penelitian orang tapi apakah anda pernah melakukan penelitian sendiri ? sejarah tutur masih ada di beberapa wilayah terpencil di nusantara. cobalah untuk mencari tau lebih jauh lagi dan sangat menarik di kehidupan bumi ini karena kemustahilan kadang merangsang alam sadar kita untuk berpikir realistis tapi tetap percaya pada sebuah keyakinan akan ada tapi tiada dan tiada tapi ada. makasih
    ———–
    Thanks atas refleksinya……Betul, kita perlu banyak belajar, terutama dari penelitian yang ilmiah….

  3. wah….wah….ternyata nenek moyang gw bangsa china…….pantesan semua penduduknya mirip china semua…..tp skrg malah ga ada yg mo ngaku bahwa kita semua ini msh keturunan china…..malu or gengsi kaleeee…….but yg penting kulit boleh beda…tapi hati harus satu…..
    —————————
    menurut tulisan demikian, memang asal bangsa Indonesia adalah cina, namun dalam perkembangannya banyak terjadi amalgamsi sehingga kurang tepat kalau kini disebutkan: “pantesan semua penduduknya mirip china semua”, karena banyak yang Indo-Bule, Arab, Papua, dll….

  4. Melihat sejarah Bangsa Indonesia seharusnya menjadikan kita sadar bhw dengan multi etnis seperti sekarang ini menjadikan kita bangga menjadi anak bangsa dan dpt hidup rukun, damai, saling mengasihi dan mampu melihat perbedaan sebagai aset kekayaan dan menjadi alat pemersatu diantara kita. MERDEKA

  5. Salam kenal,
    Jadi sebenernya, orang asli di philipina, borneo dan Taiwan muncul dari mana kalau orang asli Indonesia adalah mereka yg berada di papua atau australia? Menarik..

  6. Saya pernah nonton di salah satu tv di indonesia yang mengulas ttg persatuan bangsa. Host pada saat itu adalah Bung Farhat dan yang hadir saat itu adalah Bp. Rudi Hartono, Ibu Susi Susanti dan lainnya saya lupa. Saya dengar dikatakan oleh Host (mungkin ada referensi yang pernah dibaca) bahwa penduduk asli indonesia yang pertama adalah orang Nias dan orang Toraja. Apakah ini benar ??

  7. saya menyukai tulisannya, namun perlu saya tekankan apabila anda hendak membuat suatu tulisan dengan tinjauan akademis baiknya anda menetapkan definisi yang mantap. liku2 tulisan anda tidak memberikan suatu kepastian kepemilikan nusantara yang jelas. Karena pada dasarnya kita semua adalah pendatang, bedanya mana pendatang lebih dulu dan mana yang belakangan. Kalau kita hendak menekankan bahwa bangsa tertentu adalah pemilik sah suatu daerah, itu hanyalah kesimpulan yg dibuat atas praduga dimana literatur dan penelitian ilmiah tidak lagi mampu menelusurinya.

    kita semua adalah pendatang…

  8. leluhur bangsa indonesia adalah bamgsa yg sangat maju dan berperadaban tinggi,atau dikenal bangsa lemurian,bisa di seach di google,bangsa lemurian atai atlantis.untuk tulisan seperti diatas itu adalah sebuah konspirasi yh dibuat pemenang perang untuk mengerdilkan leluhur kt yg sesungguhnya sgt maju.sebentar lg semua akan terungap dgn di bogkarnya piramid megalitikum gn padang di cianjur jawa barat,yg sebenarnya msh byk pitamid2 lain dinusantara ini,kebudayaan tertua itu ada di indonesia,teori darwin sudah dimentahkan.

    1. Betul banget ni agan yang satu ini…saya sangat setuju sama beliau kalau yang bangsa asli kita adalah lemurian
      #gan satu perguruan yach ^_^
      Tapi kalo situs yang di gn.padang itu hanya peninggalan buat pertahanan dan keamanan gan yang smuanya dibuat dari air kalo ga salah.. Bentuk dalan piramid itu didalamnya seperti parabola kang.. =))‎​​◦°◦н̲̅έĦεε˘•˘Ħεέн̲̅έ◦°◦°=))..

  9. Dengan banyaknya fakta dan temuan terbaru maka dengan sendirinya teori lama akan terbantahkan dan mengalami kepunahan, setidaknya masih besar kemungkinan bahwa bisa jadi awal peradaban manusia terbesar bermula dari wilayah nusantara, dan setelah bencana besar sekitar 15000 sm – 10000 sm seperti air bah dsb sebagai dampak pemanasan global, maka tersebarlah umat manusia ke berbagai penjuru bumi, bukan tidak mungkin peristiwa ini terulang lagi, karena alam akan selalu mencari keseimbangannya, who knows..?

  10. jadi, bisa dibilang bahwa “kepulauan” yang sekarang sudah menjadi “Negara Indonesia” ini dulunya adalah bagian dari kepulauan Melanesia, mengingat bahwa penduduk mula-mula dari “kepulauan” ini adalah orang-orang Melanesoid/ras Australoid. Kira-kira betul ga? Jadi, penduduk asli Indonesia Timur (Papua, NTT, dll) adalah wajah asli “kepulauan” ini. Ini menarik!

  11. klo semua merasa asli nusantara..ya uda bikin aja negara sendiri sesuai dengan suku kalian,…ego banget,kita semua ini pendatang dibumi,yng punya bumi ini adalah Tuhan,…jadi semua pendatang ,jgn ngawur ya…wwkwkkwkw

  12. Kalo bicara asli orang indonesia suku yang telah mempunyai adat istiadat dan peninggalan budaya yg masih lekat.. Bicara nenek moyang.. Emang cina nenek moyang berak dari mana? Orang eropa asalnya? Orang yang Afrika asalnya? Jgn mempercayai sesuatu hanya dengan tulisan yg bentuk ilmiahnya msih terka belaka..kalo bicara nenek moyang semuanya berasal dari Nabi Adam.. Dan di bentuk lagi setelah pemusnahan umat manusia ppada zaman Nabi Nuh berbagai bentuk dan warna kulit..nah di situlah kita keturunan dari anak Nabi Nuh.. Jgn bicara siapakah asli orang pribuminya indonesia.. Yg jelas pribumi Indonesia sekarang adalah orang yg mempunyai adatnya dan bertempat di sesuatu tempat yg mempunyai kebudayaan masing masing.. Yg bukan adalah yang tidak punya pemukiman (daerah yang berada di Pulau Indonesia) beserta Ga punya kebudayaan yg mana menonjolkan kebudayaan daerah tersebut.. Terimakasih karena semuanya.. Kita orang asli pribumi jgn mempercayai sesuatu yg belum ada mengatas Namakan sejarah. .kalo bicarakan sejarah asli orang mana.. Nusantara sudah terbentuk kebudayaan masing masing daerah diseluruh Indonesia..itulah asli orang pribuminya indonesia.. Kalo tidak ada seseorang yg Ga punya kebudayaan yg berasal dari salah satu daerah di Indonesia. Berarti dia bukan orang pribuminya nusantara..

  13. ijin share ya, lumayan untuk menyadarkan beberapa orang yang dengan sombong mengatakan “pribumi” indonesia😀

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s