MENGAJAR SEJARAH DENGAN SENI: Apakah Mengingkari Hakikat Sejarah Sebagai Ilmu?

Oleh

Supardi


Pada suatu ketika penulis berdiskusi tentang cara mengajar sejarah dengan seorang guru SMP. Dia menanyakan, bagaimana kalau dalam mengajar sejarah kita memberikan tugas membuat cerpen, komik, karikatur, atau karya seni lainnya? Apakah kita mengingkari hakikat ilmu sejarah? Penulis kemudian balik bertanya. Apa yang membedakan secara hakikat antara ilmu dan seni? Guru sejarah tadi melanjutkan bahwa ilmu itu merupakan bagian dari filsafat pengetahuan logika, sedangkan seni merupakan hasil filsafat pengetahuan estetika. Di samping keduanya terdapat etika yang menyimpulkan baik dan buruk. Logika aka menilai benar dan salah yang tercermin dalam ilmuwan, sedangkan estetika akan menghasilkan nilai indah dan jelek yang melahirkan seniman.

Continue reading “MENGAJAR SEJARAH DENGAN SENI: Apakah Mengingkari Hakikat Sejarah Sebagai Ilmu?”

MODEL PEMBELAJARAN SEJARAH

Ketika browsing di Yahoo.com, saya menemukan tulisan menarik tentang pembelajaran sejarah. Bagus pembahasannya, terutama materinya yang up to date. Namun, ketika mau ijin copypaste dan tentunya bukan klaim untuk sya, ternyata blog tersebut ber-setting hanya member saja (bukan untuk umum). Al hasil, saya tidak bisa ijin. Namun demikian, dengan mencantumkan nama penulis dan alamat blog, semoga yang empunya tulisan dibawah ini dapat memaafkannya. Bilamana Mbak/Ibu Aliya membaca, mohon ijinnya.

Berikut tulisan terkait…..
Continue reading “MODEL PEMBELAJARAN SEJARAH”

(Lagi) tentang (Saya) yang Golput

golput(pic from: http://www.geocities.com/chowzn_iva/GOLPUT.jpg)

……………..

Beberapa rekan, saudara, dan siswa bertanya kepada saya tentang hari esok (Pemilu 2009, 9 April). Mungkin mereka kaget kalau seorang guru memilih Golput, tidak mendidik?. Apa yang salah?, mengapa hak suaranya tidak digunakan untuk menentukan masa depan bangsa?, dan pertanyaan populer lainnya…
Continue reading “(Lagi) tentang (Saya) yang Golput”