Pertemuan Rutin dan Makalah MGMP Sejarah Rayon 08, Jum’at 3 April 2009

Sebelum lihat makalahnya, berikut adalah 3 buah foto hasil jepretan Pak Adhika pada acara MGMP Sejarah Rayon 08 Jum’at, 3 April 2009, di Rg. Audio Visual SMAN 32 Jakarta.

3april2009

Gb. 1. Paparanku Tentang Blog

blogku1

Gb. 2. Paparanku Tentang Contoh Blog (ku)

mgmp_sej_r08

Gb. 3. Personil MGMP Sejarah Rayon 08

Awalnya…

Sehari sebelumnya, seorang teman (Pak Wisnu) memberi titah kepadaku untuk membuat makalah yang nantinya dipresentasikan bagi guru-guru sejarah dalam Rayon 08. Setelah shearing dengan Bro Andhika, pembuatan makalah mulai dilakukan agak menjelang pergantian hari ke hari Jum’at.

Acara rutin pertemuan ini, dihadiri sekitar 15 guru yang mewakili sekolah. Pak Rachmat berkenan membuka acara. Pak Wisnu selaku ketua MGMP tersebut memberikan paparannya. Mulai pukul 09.oo-10.55 WIB, aku paparkan makalah sederhana tentang E-learning dengan blog. Guru-guru rekanku, terliahat antusias. Senang hatiku, bahkan mereka meminta sesi khusus yang membahas secara tekhnis pembuatannya. Thanks God.

Berikut makalahnya:

Pembelajaran Sejarah Melalui E-Learning:
Jadilah Guru Go Blog!*

Oleh:

Sucipto Ardi, S.Pd.**




A. PENDAHULUAN

Dihancurkannya Hiroshima dan Nagasaki oleh Amerika Serikat dengan menjatuhkan bom atom pada akhir Perang Dunia II, telah membawa duka yang amat mendalam. Namun, duka tersebut segera dipadamkan oleh semangat Kaisar Hirohito, dengan berkata didepan kabinetnya: “kumpulkan guru-guru yang masih tersisa, mari kita bangun (kembali) negeri ini”. Sekarang, Jepang telah menjadi negara besar, dan peranan guru menempati posisi yang istimewa dalam perjalanan bangsanya, terlebih lagi guru sejarah.

Semangat dari penggalan sejarah tersebut, seharusnya menjadi salah satu referensi kesadaran bagi bangsa Indonesia untuk membangun kehidupan masa depan yang lebih baik, tidak hanya pada tataran kemakmuran secara ekonomis, namun memiliki identitas kebangsaan yang beradab, namun bukan utopia. Proses national building for national identity yang dilakukan republik ini, menuntut suatu rekonstruksi sejarah sebagai sejarah nasional yang akan mewujudkan kristalisasi identitas bangsa Indonesia (Kartodirjo 1992; x). Rekonstruksi sejarah hanya akan mampu dipahami oleh warga masyarakat di Indonesia secara keseluruhan, kecuali melalui pendidikan, khususnya pembelajaran sejarah di sekolah.

Pembelajaran sejarah di sekolah, harus disadari dan diakui, masih banyak ditemukan kekurangan disana-sini. Tidak sedikit anak didik yang masih memiliki pandangan bahwa pelajaran sejarah tak ubahnya “hanya hafalan”, “biangnya kebosanan”, dan gurunya ketinggalan jaman, bahkan gagap teknologi (gaptek) alias tidak kreatif dalam memanfaatkan sumber belajar yang berhubungan dengan komputer dan internet. Untuk meminimalisir kekurangan itu, berbagai usaha dilakukan, salah satunya adalah mengadopsi perkembangan teknologi internet dan akan terus berkelanjutan. Artinya, pandangan beberapa anak didik tersebut, mulai dihadapkan pada kenyataan baru tentang pemanfaatan internet bagi pembelajaran, yang umum dikenal sebagai Electronic learning (E-learning). E-learning adalah kegiatan belajar asynchronous melalui perangkat elektronik komputer yang tersambungkan ke internet dimana peserta didik berupaya memperoleh bahan belajar yang sesuai dengan kebutuhannya (Kamarga, 2002; 53).

Kebutuhan peserta didik dalam pembelajaran sejarah, tentunya bertalian erat dengan guru sejarah sebagai partnernya (bukan sebagai instruktur). Guru sejarah, menyediakan bahan belajar sesuai kebutuhan melalui media internet, dan anak didik memanfaatkannya untuk proses pembelajaran. Media internet yang dimaksud, dapat berupa email, groupmilis, facebook, dan blog. Untuk yang disebutkan terakhir inilah (blog), makalah ini disajikan. Pembahasannya berkisar pada pemberian sebuah pengantar, dan beberapa kemungkinan tantangan yang nantinya akan dihadapi.

B. Apakah Blog itu?

Blog adalah suatu bentuk aplikasi web yang dapat diisi oleh tulisan-tulisan pada suatu halaman. Blog tak ubahnya gagasan-gagasan yang diabadikan dalam dunia maya. Blog memiliki keragaman fungsi, dari sebuah catatan harian, media publikasi bagi perusahaan maupun politik, sampai dengan berbagai program perusahaan-perusahaan. Begitu aktifnya para pengguna blog, membuat blog semakin diminati, karena masing-masing pihaknya (penulis maupun pembaca) bisa bertemu wajah dalam suatu tulisan. Blog, kini menjadi tren di dunia bahkan di Indonesia. Ajang menyalurkan hobi baru ini lebih menyenangkan dan bernilai positif. Terlebih lagi kita akan memperoleh banyak teman di dunia maya.

Sekarang blog menjadi sebuah situs pribadi untuk menuliskan pengalaman pribadi, bahkan untuk mempromosikan sebuah bisnis yang diitekuninya, hingga tukar ilmu kerap kali disampaikan lewat blog. Di Internet, blog disediakan gratis untuk siapa saja. Termasuk desain, hosting hingga berbagai fungsi tambahan yang mempermanis tampilan blog. Gratis dan mudah diaplikasikan. Banyak penyedia blog yang menawarkan situs blog pribadi secara gratis, seperti blogger, blogdrive, blogsome, wordpress, friendster, dan masih banyak lagi. Khususnya wordpress.com, terbilang akrab di masyarakat Indonesia karena pengguna paling banyak ke-2 di dunia adalah berbahasa Indonesia (Kompas, 2008). Sebuah contoh blog di wordpress.com yang dapat dimanfaatkan untuk pembelajaran sejarah, ditunjukkan pada gambar berikut. (Gambar adalah blog ini)

Blog ini merupakan kumpulan tulisan penyaji makalah ini dan ada pula tulisan orang lain, yang meliputi berbagai bidang, dari gagasan personal untuk penyemangat hidup, hingga pembelajaran sejarah. Pada blog ini, anak didik dapat memperoleh bahan belajar sejarah, khususnya bagi pengayaan. Dan, masih banyak lagi blog bernuansa pendidikan, namun masih sedikit yang menempatkan kekhususan untuk pembelajaran sejarah yang diisi secara periodik oleh guru selayaknya sebagai pusat sumber belajar sejarah.

C. Guru Go Blog!
Setelah mengetahui pengantar tentang blog tersebut, lalu apa yang harus dilakukan guru sejarah untuk peningkatan kualitas pembelajaran?. Sederhana saja jawabnya, yakni buat blog, mari menulis diblog, dan jadilah Guru Go Blog (baca: Guru yang gemar menulis diblog). Namun, kesederhanaan tersebut memiliki tantangan tersendiri dan mendasar seperti:
1. Guru sejarah merasa mapan dengan metode pembelajaran yang konvensional, sehingga tidak merasa perlu untuk menggunakan internet, apalagi menulis di blog
2. Ada kemungkinan sulit menerima perubahan teknologi, maka semangat belajar internet-pun menjadi beban yang teramat berat
3. Kebanyakan guru sejarah, belum memiliki budaya menulis yang baik. Miskin budaya tulis ini membuka peluang nantinya conten (isi) blog akan tersendat-sendat, dan terlihat membosankan
Tantangan yang mendekati kendala internal tersebut, sebenarnya dapat diminimalisir. Strategi yang dapat dikembangkan adalah sebagai berikut.
1. Reorientasi profesi guru sejarah yang disandangnya
2. Kembali banyak membaca literatur, dan mulailah mengungkapkan gagasan dalam bentuk tulisan
3. Membuka diri terhadap berbagai jenis perubahan, baik itu pengembangan keilmuan sejarah ataupun terhadap teknologi computer dan internet
4. Menyadari bahwa pembelajaran sejarah akan lebih menarik dan bermakna didalam diri anak didik, bila dibantu dengan media lain, terutama melalui blog

Setelah menulis di blog dan tentunya menyesuaikan jiwa jaman anak didik namun sopan, manfaat apa yang akan diperoleh bagi pembelajaran sejarah?
1. Menyediakan sumber informasi yang amat banyak untuk nantinya dapat dimanfaatkan anak didik dan guru sejarah dalam proses pembelajaran
2. Membangun suasana pembelajaran yang menarik, apalagi hasil kerja anak didik dapat ditampilkan pada blog. Mereka tidak hanya senang, tapi bangga.
3. Mengajak anak didik untuk menjadi insan yang mandiri, sehingga terjadi pergeseran paradigma dari paedagogik ke andragogic
4. Mengembangkan profesionalisme guru, khususnya dalam proses mengikuti perkembangan teknologi dan keterampilan dalam menulis

Gagasan-gagasan tersebut, masih perlu untuk dipahami secara mendalam, mengingat karakter guru sejarah dan satuan pendidikannya berbeda-beda. Namun demikian, setidaknya dapat dijadikan salah satu bahan introspeksi bagi diri sendiri demi kemajuan pembelajaran sejarah di sekolah. Lagi-lagi, cara yang paling jitu sekarang adalah, bukan lagi memperdebatkannya, namun mulailah menulis diblog, andalah yang memulainya kini, jadi Guru Go Blog!.

D. Penutup

Harapan menjadi guru yang profesional adalah suatu keniscayaan. Teknologi komputer dan internet dapat dijadikan E-learning sebagai wahana membangun harapan tersebut. Blog sebagai wadah pengembangan guru sejarah dan anak didik, seygyanya diposisikan sebagai salah satu sumber belajar yang dikondisikan untuk menjadikan proses pembelajaran sejarah menjadi tambah berkualitas. Oleh karena itulah, mari kita mulai belajar menulis diblog. Dengan semangat membangun identitas nasional, blog difungsikan sebagai sarana “prasasti sejarah” masa depan. Amin.

File PreSt_MGMPSej_April3_2009

______________________

* Makalah disajikan pada Pertemuan Rutin MGMP Sejarah Rayon 08 yang diselenggarakan oleh SMAN 32 Jakarta di Ruang Audio Visual Lantai 1, 3 April 2009, dalam rangka pengenalan e-learning dengan pemanfaatan fasilitas blog kepada guru-guru sejarah.

** Sucipto Ardi, S.Pd. Lulus S1 Pendidikan Sejarah Unila 2003, sejak tahun 2007 melanjutkan S2 Pendidikan Sejarah di UNJ. Tahun 2005 hingga sekarang, bertugas di SMAN 32 Jakarta sebagai GTT (Guru Tidak Tetap).

 

2 thoughts on “Pertemuan Rutin dan Makalah MGMP Sejarah Rayon 08, Jum’at 3 April 2009

  1. Terima Kasih…Pak. Lebih banyak lagi lah yang dimuat disini, biar semua menjadi pendobrak atas keterpurukan negeri kita, biar menghargai sejarah… betul kan?
    ————-
    betul…

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s