(Lagi) tentang (Saya) yang Golput

golput(pic from: http://www.geocities.com/chowzn_iva/GOLPUT.jpg)

……………..

Beberapa rekan, saudara, dan siswa bertanya kepada saya tentang hari esok (Pemilu 2009, 9 April). Mungkin mereka kaget kalau seorang guru memilih Golput, tidak mendidik?. Apa yang salah?, mengapa hak suaranya tidak digunakan untuk menentukan masa depan bangsa?, dan pertanyaan populer lainnya…

Saya menjawabnya dengan yang saya yakini kebenarannya. Pertama, kalau saya petani, maka saya akan memilih Gerindra karena partai ini membela kepentingan petani. Kalau saya nelayan, mungkin saya akan memilih Hanura, karena partai ini meneruskan aspirasi para nelaya. Saya adalah guru GTT (Guru Honor), tapi setiap kampanye di televisi dan media internet yang dilakukan partai tidak sama sekali, membela kepentingan GTT. Karena tidak ada yang meneruskan aspirasi saya yang GTT, jadi saya memilih Golput.

Sejak tahun 2004, saya sudah memulainya karena saya merasakan tidak ada perubahan untuk guru yang honorer, dan yang disejahterakan hanya guru PNS. SBY tidak bela GTT. Saya kecewa karena saya juga bagian dari rakyat, yang menurut partisan parpol selalu berslogan: “UNTUK RAKYAT!!!!”. Tapi?…..

Selain itu, yang saya pahami bahwa dalam berdemokrasi, warga negara memiliki 2 buah hak dalam pemilihan umum. Pertama, memilih salah satu dari beberapa pilihan (baca: contreng parpol), dan kedua, memilih untuk tidak memilih salah satu dari beberapa pilihan (baca: contreng parpol). Namun, karena bangsa ini bari mau keluar dari belenggu pemaksaan demokrasi ala Orba “yang Golput dicap komunis” sehingga rakyat takut, bahkan hanya untuk berpikir, maka seakan Golput dianggap “pesakitan masyarakat”, buruk, tidak baik, bahkan yang paling ekstrem dianggap tidak berperan dalam menentukan arah bangsa. Memilih yang dilakukan rakyat kini, saya yakini bukanlah murni karena kesadaran berpolitik, namun lebih kepada “efek laten” dari momok politik Orba masa lalu. Sebaliknya, yang Golput sekalipun, juga bukan murni kesadaran berpolitik, tapi lebih kepada tidak dapat surat panggilan memilih (DPT). Masih banyak lagi pemikiran lainnya.

Diluar alasan-alasan itu semua, yang mungkin sebagai pledoi saya, amatlah menarik bilamana masyarakat Indonesia belajar kembali dengan apa yang disebut demokrasi, khususnya menjunjung tinggi perbedaan, dan menghargai perbedaan. Jangan lagi Demokrasi diartikan sebagai “Sing Gede Emoh Dikerasi”. Golput 2009 adalah pilihan politik dalam ruang privat, dan kekuasaan tidak berhak mencampuri ataupun mengganggu gugat. Kalau saja negara menghargai, kenapa warganya malah memandang miris Golput?, quo vadis demokrasi orang Indonesia??????…..

7 thoughts on “(Lagi) tentang (Saya) yang Golput

  1. demokrasi seperti apa yang diinginkan anda?
    sementara pendidikan negara kita rendah,,

    sejauh ini saya setuju dengan golput tak ada yang perlu dipilih kalau orang yang kita pilih bukan seorang negarawan tapi hanya pemimpin yang harus bisa berbusa saja.
    —————-
    Setujuu…

  2. maksudnya para pemimpin kta hanya bisa memimpin, tapi tidak bisa tegas dalam mengambil suatu keputusan.
    —————–
    Kita harus perlu buanyak baca buku lagi….

  3. yaaaaaaaaaaa harusnya si ga usa ada partai lah yang penting seperti kanjeng sri sultan tuuuuh yang harus di contooh dan disukai rakyatnya karena dia adil bukannya sekarang pemilihan melalui partai kan buang-buang uang rakyat saja mendingan buat orang miskin dan anak yang terlantar di biyayai dari pada jadi berebut makanan empuk …buat perut sendiri giliran pengen jadi penjabat sampai merengek-rengek minta suara rakyat sudah jadi rakyatnya ditelantarkan..huuuuuuuuuuuuuhh bagaimana pemimpin sekarang ko tidak cinta akan negeri dan rakyatnya dia malah suka uangnya saja..ya…mu kapan mereka sadar akan bangsanya..hiduuup Gooooooooolllppppppppuuuutttttt

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s