200px-iwan_fals_-_kantata_takwa1

Sudah lama aku mengingat-ingat sebuah lagu yang seringkali terdengar di rumahku ketika masa SD dulu. Aku tidak mengerti ketika itu, hanya rasa merinding mendengar lagu tersebut, dan yang aku tau, lagu itu adalah lagu Iwan Fals.

Membaca syair2nya, memperlihatnya kenyataan politik pada akhirt tahun 1980-an di Indonesia. Melalui nyanyiannya itu, Iwan Fals yang bergabung dengan bendera “Kantata Taqwa” menjadi saksi akan ketidakberdayaan masyarakat terhadap penindasan Orde Baru kala itu.

Berdasarkan beberapa blog yang aku baca, ternyata memang benar. Musik sebagai kritik sosial begitu melekat kepada musisi yang menyebut fansnya dengan OI (orang Indonesia). Sampai hari ini, musisi yang paling mampu mendatangkan penonton ke konsernya secara besar-besaran hanya Iwan Fals, dan Rhoma Irama.

Terlepas dari itu, dua hari ini aku mendengarkan lagunya yang melukiskan kesaksian pemusik dengan realitas politik Orde Baru akhir 80-an dan awal 90-an. Berikut syair lagunya….

Kesaksian – by Iwan Fals (Album Kantata Takwa 1990) – Jockie, Sawung Jabo, WS Rendra

Aku mendengar suara
Jerit makhluk terluka
Luka luka hidupnya
Luka

Orang memanah rembulan
Burung sirna sarangnya
Sirna sirna hidup redup
Alam semesta luka
Banyak orang hilang nafkahnya
Aku bernyanyi menjadi saksi
Banyak orang dirampas haknya
Aku bernyanyi menjadi saksi
Mereka dihinakan
Tanpa daya
Ya tanpa daya

Terbiasa hidup sangsi
Orang orang harus dibangunkan
Aku bernyanyi menjadi saksi
Kenyataan harus dikabarkan
Aku bernyanyi menjadi saksi

Lagu ini jeritan jiwa
Hidup bersama harus dijaga
Lagu ini harapan sukma
Hidup yang layak harus dibela…

(Thanks to: http://tunggu-aku.blogspot.com/2008/08/iwan-fals-kesaksian.html
dan http://haisa.wordpress.com/2008/08/10/menonton-%E2%80%9Ckantata-takwa%E2%80%9D/)