Sea Games XXII: Tim Bulu Tangkis Indonesia Raih Juara Umum

12 Desember 2003

TEMPO Interaktif, Ho Chi Minh City: Indonesia boleh berbangga atas kejayaan di cabang bulu tangkis. Menurunkan pemain-pemain muda di SEA Games XXII Vietnam, Indonesia justru keluar sebagai juara umum dengan pengumpulan medali tiga emas, dua perak, dan dua perunggu.

“Kita masih juara umum di nomor bulu tangkis. Juara dengan materi pemain muda seperti ini, saya pikir ini hasil yang sangat bagus,” kata Christian Hadinata, Manajer bulu tangkis Indonesia.

Setelah memastikan merebut medali emas di nomor beregu putra, Indonesia menambah dua emas lewat nomor perseorangan dalam partai final yang berlangsung di Tan Binh Sport Center, Ho Chi Minh City, (12/12). Dua tambahan emas itu dipastikan Sony Dwi Kuncoro di nomor tunggal putra dan pasangan ganda putri Jo Novita/Lita Nurlita. Sementara, dua perak disumbangkan dari ganda putri dan ganda campuran, dua perunggu direbut dari nomor ganda putra dan beregu putri.

Sony menjadi satu-satunya tunggal Indonesia yang masuk final, setelah mengalahkan pemain Malaysia, Muhammad Roslin Hashim, 15-0, 15-1. Tunggal Indonesia lainnya, Simon Santoso yang sempat membuat kejutan di nomor beregu, harus takluk di tangan pemain Malaysia lainnya Wong Choong Han, 15-0, 15-12. Di nomor beregu, Sony bermain taktis untuk mengalahkan Wong dan memenangkan pertandingan dua set langsung, 15-8, 15-5.

“Saya tahu Wong memiliki pertahanan yang sangat bagus. Saya tidak mau menyerang, karena akan jadi bumerang. Saya berusaha menerapkan taktik dan strategi pelatih, tarik ulur hingga musuh ketereran. Sangat senang bisa mempersembahkan emas di SEA Games pertama saya ini,” kata Sony yang merupakan kelahiran 7 Juli 1974 itu.

Selain dari Sony, emas Indonesia lainnya disumbangkan ganda putri yang meloloskan dua pasangan ke final, Jo Novita/Lita Nurlita dan Eny Erlangga/Lilyana Natsir. Di semifinal, Jo Novita/Lita Nurlita mengalahkan Chin Eei Hui/Wong Pei Tty dari Malaysia, Eny Erlangga/Lilyana Natsir menyingkirkan pasangan Singapura, Jiang Yanmei/Xiao Luxi. Pertarungan final dua pasangan Indonesia ini justru berjalan alot. Jo Novita/Lita Nurlita unggul di set pertama, 15-13, sebelum dibalas Eny Erlangga/Lilyana Natsir di set kedua, 11-15. Di set penentuan, akhirnya Jo Novita/Lita Nurlita memenangkan pertandingan, 15-7.

Sementara, sebagai pasangan ganda campuran satu-satunya yang lolos, Anggun Nugroho/Eny Widyowati gagal mempersembahkan medali. Bertemu Suket Prapakamol/Saralee Thoungthongkam dari Thailand, pasangan Indonesia itu menyerah dalam pertarungan dua set, 15-12, 15-7. “Pasangan Thailand memang bagus, tapi pemain kita sama sekali tidak menunjukkan permainan yang smart, gampang sekali dikalahkan,” kata Christian.

Di final ganda putra, pasangan Malaysia, Lee Wan-Wah/Choong Tan Fook yang di semifinal mengalahkan pasangan Indonesia, Luluk Hadiyanto/Alven Yulianto, merebut emas, setelah mengalahkan pasangan Malaysia lainnya, Chew Choon Eng/Chang Kim Wai, 15-6, 15-5. Malaysia juga menambah perbendaharaan emasnya lewat kemenangan Wong Mew Choo atas pemain Thailand, Salakjit Ponsana 11-5, 11-5, di final partai tunggal putri. Di partai ini, tak satu pun pemain Indonesia lolos sampai semifinal.

Setelah Indonesia, posisi kedua ditempati Malaysia dengan dua emas, diikuti Thailand dengan satu emas dan Singapura yang secara mengejutkan mendapat satu emas di nomor beregu putri.

Raju Febrian – Koran Tempo

(Sumber: http://www.tempointeraktif.com/hg/seagames22/2003/12/12/brk,20031212-54,id.html)

7 thoughts on “Sea Games XXII: Tim Bulu Tangkis Indonesia Raih Juara Umum

  1. kenapa sekarang tim bulutangkis indonesia miskin gelar?
    ———-
    tidak ada yang abadi, bukan?. Itulah realitas yang dialami dunia bulutangkis Indonesia. Dulu jago terus, sekarang miskin gelar. selain itu, jamannya sudah berbeda, menurunnya kebanggan terhadap Indonesia sejak pasca 1998 ketika boomingnya Indonesia sebagai negara koruptor, boleh jadi menurunkan mentalitas pemainnya. dan, bisa jadi faktor lain dapat menjelaskan kenyataan ini. Namun demikian, Indonesia akan berjaya lagi seperti dulu.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s