E-LEARNING:DEHUMANISASI vs PEMBELAJARAN KOOPERATIF

oleh

Kumpo

Teknologi informasi dan komunikasi (ICT) yang berkembang pesat membawa perubahan sekaligus pengaruh pada dunia pendidikan. E-learning sebagai salah satu bentuk implementasi dari perkembangan ICT berpotensi untuk menciptakan dehumanisasi. Salah satu langkah antisipatif adalah dengan menerapkan metode pembelajaraan kooperatif untuk mereduksi dampak negatif e-learning.

Pada era globalisasi, iptek berkembang pesat dengan segala pengaruhnya, khususnya teknologi informasi komunikasi yang memiliki pengaruh besar pada salah satu pranata dan lembaga sosial budaya dalam masyarakat, yaitu pendidikan. Pendidikan selalu berkembang karena dituntut untuk selalu mengikuti perubahan jaman. Untuk itu, pendidikan harus didisain sejalan dengan arus perubahan dan kebutuhan masyarakat, kalau tidak mau tertinggal dan tergerus oleh pesatnya perubahan. Dan, sekolah sebagai sebuah lembaga pendidikan formal memiliki peran penting untuk mewujudkan tujuan dan fungsi dasar pendidikan, yaitu memberdayakan manusia dan kemanusiaan agar manusia mampu mengembangkan dan melangsungkan kehidupan sebagai manusia secara manusiawi serta menjadi sarana interaksi sosio kultural membentuk manusia yang sadar akan tradisi dan kebudayaan serta keberadaan masyarakatnya sekaligus juga mampu menerima dan menghargai keberadaan tradisi, budaya dan masyarakat lain.

Pada satu sisi, sekolah dituntut untuk menghasilkan lulusan-lulusan yang kompeten dan tuntas dalam proses pembelajaran dengan memuaskan secara akademis. Di sisi lain, sekolah berkembang menjadi kepanjangan tangan dari industrialisasi dan kapitalisme, yang merubah orientasi dan fungsi pendidikan sebagai wadah edukatif dan sarana proses pembelajaran nilai dan norma sosial budaya menjadi ladang bisnis para pemilik kapital. Sekolah berlomba-lomba untuk menghasilkan lulusan yang “siap pakai”, yaitu sebagai tenaga-tenaga kerja yang mampu mentransformasikan pengetahuan dan kemampuan sesuai dengan tuntutan kebutuhan dunia usaha serta tenaga yang dibutuhkan dalam pengembangan dan persaingan bidang industri dan teknologi.

Dengan dalih “melek teknologi atau IT”, sekolah menjadikan perkembangan teknologi sebagai sarana efektif untuk menjaring anak dalam proses “pendidikan”. Penerapan teknologi dalam pendidikan menjadi sesuatu yang vital bagi sekolah “melek IT”, sesuatu yang layak jual dan kompetitif.

Salah satu bentuk implementasi dari penerapan IT adalah penggunaan e-learning sebagai suatu cara untuk mengatasi masalah-masalah dalam proses pembelajaran sehingga tujuan pembelajaran yang diinginkan dapat tercapai. E-learning merupakan suatu teknologi sekaligus media pendidikan yang berbasiskan pada penggunaan teknologi informasi dan komunikasi (ICT).

Dengan memanfaatkan keunggulan ICT, e-learning diharapkan dapat meningkatkan kemampuan pemahaman materi, daya serap dan prestasi siswa. Pengembangan media pembelajaran dapat membantu untuk lebih memahami materi dengan visualisasi multi media, sehingga siswa lebih mudah menerima dan menikmati proses pembelajaran. Siswa dapat merasakan manfaat-manfaat internet, baik sebagai sumber ajar alternatif dan variatif, akses yang tak terbatas untuk eksplorasi ilmu pengetahuan, maupun pusat informasi terkini dan komunikasi global.

Permasalahan yang kemudian muncul adalah akses tanpa batas tersebut juga berdampak negatif, yaitu maraknya kasus – situs pornografi atau cyber crames di kalangan siswa. Selain itu, e-learning juga dapat mengakibatkan siswa terisolasi dan tercerabut dari akar-akar budayanya. Siswa asyik dengan dunia barunya yang maya, pertemanan global melalui chatting, messenger, dan game online merubah pola interaksi dalam masyarakat. Dan pada akhirnya pendidikan akan melahirkan proses dehumanisasi pada peserta didik, karena fokus pendidikan lebih pada pencetakan tenaga-tenaga kerja terampil pemasok dunia industri dan hanya melahirkan “robot manusia”.

Untuk mereduksi dampak negatif tersebut, perlu dikembangkan metode pembelajaran kooperatif, yaitu metode yang memberi motivasi pada siswa untuk berinteraksi, berbagi dan bekerja sama dalam kelompok (peer group). Tujuan metode ini selain prestasi akademis juga pengembangan social skill siswa.

(Sumber: http://roeshow.wordpress.com/2009/06/18/e-learningdehumanisasi-v-pembelajaran-kooperatif/#comment-2)

One thought on “E-LEARNING:DEHUMANISASI vs PEMBELAJARAN KOOPERATIF

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s