The Giant Man: Mujahid Perkasa Tanah Khurasan

mullahumar_r190x(Buku: Tampak Depan)


0,1020,134576,00

(Manakah Mullah Muhammad Omar ?)

Sekitar Agustus 2007, akau membeli sebuah buku di Gramedia yang berbicara tentang kisah hidup pemimpin Thaliban, yaitu Mullah Muhammad Umar. Buku tersebut telah dibaca sampai beberapa kali, dan pada pesta buku kemarin, referensiku tentang tokoh kharismatik itu bertambah melalui Jihadmagz. Tulisan berikut membahas sekelumit biografi Mullah Muhammad Umar, dan tentunya berhubungan erat dengan Thaliban, serta Osama bin Laden.

Pemuda Muhammad Umar mulai ikut berjihad pada tahun 1980 ketika tanah airnya diinvasi Unisoviet. Dibumi Afgan ini, sembilan tahun kedepan, bersama mujahidin dari Arab, dimana Muhammad Omar bersahabat dengan Osama, akhirnya mampu mengusir Uni Soviet. Mujahidin tidak hanya terlibat dalam perang-perang kecil, tapi jauh lebih dari itu, perang besar yang menewaskan pasukan elit Soviet telah mereka lakukan, dan tak ayal kaum kuffar hengkang. Setelah berjihad perang usai tahun 1989, Muhammad Omar meneruskan belajarnya, dan dia menyatakan kembali, tetap, sebagai thaliban (murid/peserta didik/student/pupil/learner).

Perginya Unisoviet pada akhir tahun 1989 bukan berarti tidak menyisakan masalah. Mujahidin yang awalnya bersatu melawan agresor, kemudian mulai berperang satu sama lain (civil war), dan perampokan, pemerkosaan, serta korupsi merajalela. Krisis keamanan, ketegangan, ketertiban, terus terjadi, dan dengan demikian gejala agama Islam sebagai agama mayoritas di Afgan seakan jauh ditinggalkan. Tahun 1989-1994 adalah masa chaos, brutal, dan out of law. Melihat kenyataan ini, Muhammad Omar menginginkan perubahan, kembali ke dienul Islam. Dengan latar belakang bangsa yang keras, dan Islam yang sudah mengakar sejak jaman Khulafaur Rasyidin Omar bin Khattab, cukup mudah mengumpulkan beberapa pemuda yang mau merubah kekeliruan ini. Dengan meminjam sepeda motor, Muhammad Omar mendatangi setiap sekolah untuk mengajak siswa untuk berjihad melawan kerusakan di bumi Afgan, mereka sepakat untuk bertemu keesokan harinya. Namun kenyataan berbicara beda. Pukul 1 dini hari, pemuda sudah berkumpul di rumah Muhammad Omar. Belum genap 24 jam seperti yang diharapkan, ternyata mujahidin datang lebih awal.

Dengan meminjam 2 mobil kepada pengusaha lokal yang kaya, dan senjata sisa jihad melawan kaum kuffar Sovit, para murid-murid sekolah ini mulai melakukan peperangan melawan veteran yang melakukan kejahatan. Selama 2 tahun, 1994-1996, thaliban ini banyak kawasan yang semula dikuasai pihak yang bertikai kemudian dapat direbut, bahkan ada yang menyerahkan secara sekarela kepada Thaliban serta menyatakan berafiliasi juga tunduk dengan mujahid yang mata kanannya buta karena terkena mortir Soviet tahun 1989.

Tahun 1996, Thaliban menguasai Kabul. Ibu kota Afgan ini dimasuki anggota Thaliban, gambar Mullah Muhammad Omar tertangkap kamera wartawan, baik itu lokal ataupun internasional, dengan sorban kepala berwarna putih dan jubah berwarna gelap yang diyakini milik mendiang Nabi Mahammad SAW, beliau dengan tenang memasuki kota Kabul, tak ketinggalan Osam juga ikut dalam rombongan. Afgan kemudian dinyatakan sebagai negara Islam, tentunya ditetapkanlah Syariat Islam. Selama tahun 1996-2001 kinerja pemerintahan Thaliban terbilang tegas, alhasil heroin, pelacuran, pemerkosaan, korupsi, dan kejahatan turun drastis, bahkan teramat kecil. Thaliban telah mengembalikan keteraturan.

Mullah Mohammad Omar

(The Giant Man)

Negara yang melaksanakan Islam secara kaffah sesuai syariatnya, menarik Osama untuk bermukim di Afgan, dan Thaliban memposisikan Osama sebagai tamu kehormatannya. Kesamaan visi dan misi, khususnya akan tegaknya Khilafah Islamiyah, penerapan Syariat Islam, dan menolong ummat Islam dibelahan dunia karena kezoliman Amerika Serikat, Israel, dan negara liannya, kemudian menjadikan Mullah Muhammad Omar berikut anggota Thaliban dengan Osama Bin Laden bersama Al Qaeda terjalin hubungan yang erat, bedanya hanya sedikit: Thaliban adalah orang Afgan, dan Al Qaeda adalah berasal dari ummat muslim dari seluruh dunia. Tentunya, pengalaman bersama melawan Unisoviet menjadi kenangan flamboyan bagi kedua pahlawan Islam ini.

Amerika Serikat masuk dalam target penghancuran karena berbuat zolim dalam bentuk dukungan politik ataupun militer kepada Israel, ataupun embargo ke Iraq yang sebabkan bayi mati secara sistematik karena kelaparan. Tidak mengagetkan kemudian Thaliban menolak ijin Amerika Serikat yang akan membangun pipa minyak melewati bumi Afgan. Amerika merayu sekaligus mengancam Thaliban, kira-kira seperti ini:

Jika engkau memberi ijin, maka akan kami berikat karpet emas, tapi bila tidak, maka bom akan berjatuhan di Afgan.

Seperti dalam Biografi Osama, di Afgan inilah perencanaan penghancuran menara kembar WTC dan Pentagon dilakukan, ini artinya kedua belah pihak sudah siap berperang. Bagi Amerika Serikat, Thaliban dengan Al Qaeda sama saja, sederhana alasannya: mereka tidak mau tunduk dengan negara adi daya. Perang akan berlangsung, dan mereka mengetahuinya. Dengan seijin Allah yang maha digdaya, dan sudah tentu menampakkan secara nyata kecerobohan sekaligus kebodohan AS-CIA yang membabibuta, tejadilah peristiwa bersejarah, yakni negara yang katanya superpower yang tidak pernah diserang negara lain, apalagi di pusat kotanya sejak tahun 1776, dikagetkan dengan aksi jihad 19 syuhada pada 11 September 2001.

Osama dijadikan sasaran kemarahan negara Paman Sam, dan Afgan sebagai tenmpat bermukimnya akan dibombardir Amerika Serikat. Hal ini disebabkan pemerintah Thaliban tidak mau menyerahkan Osama, dan ditengah-tengah ulama dan para rakyat yang hadir di masjid, Mullah Muhammad Umar dengan lantang berkata, kira-kira seperti ini:

Diserahkan atau tidak saudara kita Osama, kaum Kuffar (Amerika Serikat dan sekutunya) tetap akan menyerang kita.

Selanjutnya disiapkannya strategi, dengan kekuatan persenjataan sisa jihad tahun 80-an, bergerilya adalah solusinya. Memang Thaliban dapat digulingkan Amrikiyah dengan dikuasainya Kabul dan mengangkat boneka baru: Karzai, tapi kenyataannya Thaliban tidak pernah terguling, mereka terus berperang. Bom jihad dan penyerangan terhadap patroli dan pos militer Amerika Serikat, NATO yang kemudian bergabung, dan negara sekutu lainnya terus berlangsung hingga tahun 2007 ketika buku Biografi Mullah Muhammad Omar ini diterbitkan dalam bahasa Indonesia. Buku yang ditulis oleh orang terdekat, menjelaskan bahwa Mullah Muhammad Omar bukanlah mitos, atau tokoh yang digambarkan oleh intelejen dan berita. Tentunya, pembaca dibawa ke tanah Afgan yang keras kehidupannya, dan gelora jihad yang selalu subur. Menurut beberapa hadis yang kuat, amat diyakini bahwa di Khurasan (Afgan salah satu wilayahnya) akan muncul kekuatan Islam akhir jaman dalam membela secara sungguh-sungguh ummat Islam dan menjadi pasukan, pengawal Imam Mahdi dalam menghancurkan Dajjal. Di Khurasan inilah, akan muncul Khilafah Islamiyah. Nabi Muhammad bersabda:

Jika kalian melihat bendera-bendera hitam datang dari Khurasan, disana ada Khalifatullah, Al Mahdi (HR. Ahmad).

Mullah Muhammad Omar, walupun sudah diangkat sebagai Khalifatullah oleh ulama dan mujahidn Afgan, serta secara sukarela berperang melawan Soviet, tetap dia masih menganggap dirinya sebagai Thaliban (murid). Disinilah kekuatannya, tak mengagetkan bilamana bumi Afgan yang dipimpinnya, dari yang awalnya full of chaos kemudian berubah menjadi obey the order, menyatakannya sebagai The Giant Man, sosok manusia yang mampu tegar dikerasnya Afgan dan menolak tunduk kepada Amerika Serikat!!!

Tulisan terkait: Book Reviu-nya,…

9 thoughts on “The Giant Man: Mujahid Perkasa Tanah Khurasan

  1. mullah umar itu muridnya syaikh jamilurrahman assalafy yang mati dibantai oleh sesama mujahidin ketika soviet telah kalah..namun sekarang mullah umar telah dipengaruhi oleh teroris khawarij osama cs itu
    ——————
    Buku apa yang harus saya baca terkait dengan yang anda sebutkan???

  2. Saya terbaca tentang petanda2 dajjal dan entah kenapa saya teringat kepada Mullah Omar. Menjanjikan syurga kepada yang membunuh diri demi agama (sedangkan membunuh diri adalah haram tiada alasan untuk bunuh diri), punya hanya satu mata, sebelah kaki, disangka orang sebaliknya sedangkan sebaliknya….ada banyak persamaan…teringat nabi muhammad (saw) kata di akhir zaman ramai yang tidak betul tetapi disangka betul….

    cuba lihat disini diskusinya
    http://pkpolitics.com/discuss/topic/mulla-umer-very-close-to-dajjal-sign

  3. menurut beberapa hadist,sebelum dajjal muncul di dahului oleh peperangan yg dahsyat bin akbar..atau menurut ahli kitab armagedon..dan sebelum dajjal muncul haruslah imam mahdi yg muncul dgn laskar hitamnya,dajjal bisa menghidupkan orang mati,sedang mullah omar gak bisa..dajal itu buta sebelah karena cacat bawaan bkn akibat kena mortir..di dahinya ada tulisan kaf fa ro/kafir..yg orang buta hurufpun bisa membacanya..dan tidak ada satu negeripun yg tak dikuasainya selain mekkah dan madinah dan mullah menjadi khalifah bukan kemauannya sendiri..beliau tdk mengaku nabi,beda dngn mirza ghulam ahmadiyah,yg mengaku nabi dan imam mahdi,nah..dia tu yg dajjal..tp masih palsu,yg asli lebih hebat boy,nggak seperti mirza yg ngantek penjajah itu..dajjal itu akan jadi boz mereka boy,di ralat aja referensinya..menyesatkan orang amam.

    1. anda menyatakan: sebelum dajjal muncul di dahului oleh peperangan yg dahsyat bin akbar”, lalu: “mirza ghulam ahmadiyah,yg mengaku nabi dan imam mahdi,nah..dia tu yg dajjal”….wah, ente aja ngomongnya ngak bener….

      Oya, bagian mana yang harus di ralat?, mengapa?…

  4. mayoritas penduduk indonesia adalah muslim, dan kebanyakan udh terbius ama propaganda amrik lewat tv one, rcti, metro tv, cnn dll yg selalu dan selalu menyudutkan ISLAM, mujahidin di cap teroris karena tlah menyebabkan ribuan korban sipil, sementara amrik yg tlah membunuh jutaan rakyat irak dan afganistan malah di juluki pembela HAM, sementara ‘muslim indonesia’ sibuk dengan perang melawan hawa nafsu, dan bahkan takut membahas tentang jihad fi sabilillah, perniagaan yg terbaik adalah mengorbankan harta dan jiwa fi sabilillah

  5. Ad Daulatul Islamiyah Melayu
    Khilafah Islam Akhir Zaman

    Kami mengundang Kaum Mukminin-Mukminat
    Dari seluruh Dunia untuk bergabung bersama kami
    Menjadi Tentara Islam The Man from The East of Imam Mahdi
    as A New World Religion Bangsa Islam Akhir Zaman.

    Kami mengundang Anda Menjadi Bagian Bangsa Islam berdasar Aqidah Islam
    Bukan Menjadi bagian dari Bangsa-bangsa berdasarkan Daerah

    Kunjungi Undangan kami Kehadiran anda kami tunggu di
    di http://dimelayu.co.gp

  6. maaf ya,saya komen sedikit.mengapa kamu gunakan perkataan mendiang bila menulis nama baginda nabi Muhammad saw.itukan salah,mendiang itu digunakan untuk orang bukan islam yang sudah mati.jadi saya minta kamu tolong padamkan perkataan mendiang itu.makaseh.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s