Oleh

Sucipto Ardi, S.Pd.

Pepatah yang mengatakan: “Belajar tanpa buku adalah kosong” merupakan sebuah penjelasan bahwa buku adalah salah satu sarana yang penting dalam dunia pendidikan. Dengan demikian peserta didik diusahakan memiliki salah satu sumber pembelajaran, dalam hal ini ialah buku pelajaran. Terkait dengan itu, maka terdapat beberapa cara dalam memperoleh buku pelajaran secara legal sebagai berikut.

Pertama, melalui internet dengan cara download (mengunduh) secara gratis di http://bse.depdiknas.go.id/, kemudian silahkan dicetak, baik itu melalui rental komputer atau alat cetak (print) milik sendiri. Situs tersebut merupakan wujud program pemerintah, yaitu buku murah dan mudah yang bernama: BS-E (Buku Sekolah Elektronik).

Kedua, dengan cara menggandakan (fotocopy) buku yang hak miliknya sudah dibeli oleh Departemen Pendidikan Nasional dengan tanda: Pusat Perbukuan Depdiknas. Cara ini tergolong legal karena dijamin oleh pemerintah dan buku yang tersedia sesuai Standar Nasional karena sudah dinilai pihak BNSP (Badan Nasional Standar Pendidikan). Cara pertama dan kedua ini menegaskan kata Sambutan Menteri Diknas pada beranda di situs tersebut, bahwa: “…Buku-buku teks pelajaran yang telah dimiliki hak ciptanya oleh Depdiknas ini dapat digandakan, dicetak, difotokopi, dialihmediakan, dan/atau diperdagangkan oleh perseorangan, kelompok orang, dan/atau badan hukum dalam rangka menjamin akses dan harga buku yang terjangkau oleh masyarakat…”

Ketiga, membeli di toko buku. Buku yang tersedia ada dua jenis, yaitu buku murah versi cetak (sama dengan disitus internet), dan buku pelajaran yang umum diterbitkan swasta / penerbit reguler.

Demikian agar peserta didik dapat bijak dalam menentukan pilihan diatas. Selamat berprestasi !!

Sumber: Situs SMAN 32 Jakarta