Pertanyaan di atas yang disajikan sebagai judul adalah kisah “baru” yang kemudian mencuat ke permukaan, ketika Clara Sumarwati menderita sakit (baca: depresi) pada Oktober lalu. Bersamaan dengan itu pula, media massa cetak dan elektronik “mengevaluasi” 2 peristiwa bersejarah tersebut, 1996 or 1997, Indonesia pertama kali mencapai puncak everest. Seperti bisa, dimana fakta lemah “low fact” yang tersajikan, yang terjadi pro dan kontra membahana.

Ada yang berkeyakinan, Asmujiono dan Misirin, adalah pendaki Everest pertama dari Indonesia yang sukses. Ada pula, Clara-lah yang pertama kali, setahun sebelumnya, 1996, mencapai atap dunia tersebut. Di sebuah acara olah raga alam bebas di Global TV yang saya tonton sabtu/minggu siang pukul 14.00 WIB (maaf, saya lupa nama acaranya), dinyatakan bahwa yang benar adalah Clara sebagai yang pertama pada tahun 1996. Karena himpitan dan tekanan politik Orba, maka berita “kebenaran” terpinggirkan.

Diluar itu semua, Indonesia adalah negara pertama di Asia Tenggara yang mencapai puncak Everest. Bravo, jadilah kebanggan Indonesia.

Sumber Terkait: Liputan 6, Detik, Ambar, JakartaGlobe, Nova, JakartaPost,