Burung Garuda di Kaos Armani

Mereka bukan menyebut Garuda, tapi Elang militer.

VIVAnews – Lambang negara mirip Burung Garuda Pancasila menjadi salah satu model dalam disain kaos milik rumah mode dari perancang dunia, Giorgio Armani. Rumah disain yang memproduksi kaos bergambar mirip lambang negara RI itu yakni Armani Exchange.

Penelusuran VIVAnews melalui situs resmi Armani Exchange, Senin 25 Januari 2010, terdapat tiga model kaos berlambang mirip Garuda Pancasila.

Tiga model itu berdasarkan tiga warna yang disediakan si perancang. Gaya kaos tak berkerah itu disediakan dengan tiga warna yakni, putih, hitam, dan biru tua.

Disebutkan dalam situs resminya, gambar burung Garuda yang melekat pada kaos itu adalah burung Elang versi militer. Dan burung Garuda itu juga sudah melalui sentuhan gambar yang tidak terlalu kentara.

Tampilan burung Garuda atau Elang militer itu dalam bentuk sablon timbul. Bahan yang digunakan adalah 100 persen katun dan berukuran body fit.

Sebagai perbandingan, kepala burung garuda pada lambang negara Indonesia itu menoleh ke arah kiri. Sedangkan pada model kaos Armani Exchange sebaliknya.

Pada lambang negara, gambar kepala banteng dan pohon beringin tidak ada pada model kaos milik Armani. Gambar kepala banteng dan pohon beringin berganti menjadi huruf X dan A.

Sedangkan, gambar padi dan kapas yang melekat pada model kaos terlihat masih samar-samar. Meski sudah melalui proses editing, bila dilihat lebih dekat maka gambar padi dan kapas serta rantai itu terlihat pada disain kaos.

Situs Armani Exchange sendiri didaftarkan beralamat di 111 8th Ave, New York, Amerika Serikat. Si pendaftar situs itu bernama Anne Colvin yang beralamat juga di New York. (Sumber: Vivanews)

————————————-

Kontroversi Garuda di ‘Dada Armani’

Apakah ada aturan baku atau ketetapan soal penggunaan lambang negara di produk komersil.

VIVAnews – ‘Garuda di dada Armani’ menuai kontroversi. Ada yang setuju, menolak keras, hingga datar-datar saja.

Pemasangan gambar mirip lambang negara Garuda Pancasila pada kaos rancangan salah satu perusahaan milik perancang dunia Giorgio Armani, Armani Exchange, itu menjadi tema perdebatan di Yahoo!Answers, Selasa 26 Januari 2010.

Seperti pendapat Upin yang menyebut itu hanya strategi dagang biasa. Upin menilai, Indonesia dengan jumlah penduduknya adalah pasar potensial.

“Seperti lambang-lambang yang lain yang sering digunakan diberbagai produk bendera USA, lambang NAVY, dsb. Saya kira ini hanya strategi dagang, tidak ada kontroversi,” tulis Upin.

“Kalau masalah hak cipta? Saya tidak paham. apakah menggunakan lambang atau bendera suatu negara dalam kaos atau baju dikenakan royalti, karena selama ini tidak ada masalah. Semakin besarnya kontroversi semakin menguntungkan produsen sebuah promo yang murah dan efektif,”
jelas Upin.

Tak jauh berbeda dengan Upin, Edo justru menilai ini sebagai ajang promosi gratis bagi Indonesia. “Indonesia bisa numpang beken, promosi gratis. Kalau Sultan Hamid II dan Mpu Tantular tahu, tentu mereka akan turut berbangga,” kata Edo.

Tetapi pendapat Upin dan Edo terlihat berbeda dengan yang dilontarkan akun bernama KD. “Kalo g dirubah sih, g masalah… Tapi klo ada perubahan dari gambar asli, gimana ya? Itu kan lambang negara kita.. Jangan disepelekan deh,” kata KD.

Nada kesal juga datang dari Saddy smile. “Agak mengesalkan sih.. Kenapa mesti pake lambang itu? Itu punya orang (baca: punya kita), kok dipake se-plek-pleknya (kecuali detail tententu).. Kesaalll!!” tulis Saddy smile bernada jengkel.

Bukan kesal, tapi prihatin. Itulah yang ditunjukkan akun nhd pada Yahoo!Answers. “Sebenarnya saya sbg WNI sih prihatin, tapi bgmn lagi wong pulau kita saja bisa di ambil asing itu sepadan n ligitan apalagi cuma gambar, pasti mereka bisa. Habis gmn lagi ya tokoh kita masing2 sibuk urus politik mungkin, sehingga hal2 demikian terabaikan,” tulis nhd.

Pesan kritik membangun datang dari Rigel. Dia tidak menyebut setuju atau tidak setuju. Rigel mengkritik sikap pemerintah yang dinilai tidak responsif.

“Klo cuman kita aja yang heboh sedangkan pemerintahnya adem2 saja,jadi saya pikir gak ada gunanya.terlalu banyak masalah dinegeri ini kasihan pemerintahnya.kalau gitu buat apa kalian di pemerintahan,”
kata Rigel.

Wynz74 menilai sejauh tidak sama 100 persen dengan lambang negara Indonesia, itu masih wajar-wajar saja. “Yg penting berantas dulu peniru-peniru/pemalsu-pemalsu merk dagang / produk luar yg bredar di indonesia, intinya berkaca lebih penting daripada menjadi kaca untuk orang lain,” kata dia.

Pertanyaan justru terlontar dari Olivia. Dia bertanya, apakah ada aturan baku atau ketetapan soal penggunaan lambang negara di produk komersil.

“Mmmm kurang tahu juga itu sebenernya boleh apa ngga, ada sangsinya apa ngga, sepengetahuan gw banyak juga produksi tshirt di indonesia yg mencantumkan bendera negara lain tapi klo lambang negara??? nay ini niy bingung jadinya setuju apa ngga yaaa??”
tanya Olivia.

Sikap yang bukan hanya setuju datang dari Nanda. “Menurut saya, Armani harus bayar royalti kepada negara republik Indonesia,” kata Nanda.

Dukungan juga datang dari pemilik akun Dayat Sunardi. “Keren dong…di Indonesia aja banyak yang bangga dengan lambang negara orang lain, kita juga bangga lambang negara kita di pake untuk design kaos yang sudah mendunia….semboyannya ” Garuda di dadaku….Garuda Kebanggaanku...” kata Dayat Sunardi. (Sumber: Vivanews)

—————————————————–

Kontroversi Garuda di ‘Dada Armani’ II

“Itu gambar lambang pasukan perang pada zaman romawi yang dipimpin Alexander the Great!”

VIVAnews – Gambar Garuda di kaos rancangan salah satu perusahaan milik perancang dunia Giorgio Armani, Armani Exchange, menuai kontroversi.

Pemasangan gambar yang mirip dengan lambang Garuda Pancasila itu pun menjadi perdebatan di Yahoo!Answers, Selasa 26 Januari 2010. Ada yang setuju dan ada yang menolak pemasangan gambar itu.

Misalnya saja Rady. Dia justru bangga dengan pemasangan gambar Garuda di dada Armani itu.

Bangga … , ternyata lagu ” garuda di dadaku ” direspon oleh perancang kelas dunia, gak usah diributin lah … capek.

Namun, Agus menilai bahwa seharusnya pemasangan gambar itu tidak usah diributkan. Karena Indonesia sendiri sering memakai lambang negara lain.

Kadang kita memakai kaos berlambang bendera negara lain kita merasa fine fine aja dan gak ada yang protes. gak di cap penghianat kan? Kalau simbol negara kita dipakai orang lain ya seharusnya bangga donk.

Andre juga bangga dengan pemasangan gambar Garuda di baju Armani itu.

Bangga lah,apalagi di merk ternama seperti ARMANI, salah satuh contoh lambang negara amerika. Yang sudah kita pernah lihat di kaos kaos buatan Bandung dengan lambang negara AMERIKA, mereka tidak menuntut atau mempersalahkan.

Kecuali lambang negara kita di lecehkan, itu kan mirip. Bukan sesunguhnya, hadapilah dengan kepala dingin kawan.

Namun, Edhoy merasa tidak setuju. Menurutnya, Indonesia justru telah dilecehkan.

Armani sudah melecehkan lambang Negara, Lambang negara Garuda diatur penggunaannya dalam Peraturan Pemerintah No. 43/1958.

Kalau mau memakai icon burung Garuda seharusnya tidak merubah bentuk maupun tulisannya. Jangan diselewengkan ke makna yang lain.

Hal senada diungkapkan Martin di Yahoo!Answer. Menurutnya, Armani seharusnya melakukan penelitian terlebih dahulu sebelum mengeluarkan produk terbaru.

Biar bagaimana pun gambar burung garuda adalah lambang negara Republik Indonesia. Lepas sengaja atau tidak pihak Armani seharusnya meneliti dulu apakah lambang tersebut sudah dipakai pihak tertentu atau belum. Kita sebagai anak bangsa harus berani menolak lambang tersebut yg di pakai pihak armani

Namun, ada yang berupaya menengahi kontroversi tersebut. Temple, misalnya, dia menilai lambang Garuda bukan hanya digunakan oleh Indonesia saja.

Lambang Garuda disadur dari cerita Ramayana dari India yang bernuansa Hindu Budha. Jadi gak salah kalau ada yang menggunakannya sebagai lambang untuk produk atau atribut.

Kaos Tim Sepak Bola Rusia juga berlambang Garuda juga berlambang Garuda. Tidak perlu dipermasalahkan lambang atau segala macam atribut, yang penting kecintaan kita kepada Negara ini harus ditumbuhkan di dada setiap bangsa Indonesia untuk selalu mencintai produk dalam negeri !!!

Sunahi juga menilai bahwa gambar di kaos Armani adalah bukan lambang negara Garuda Pancasila.

Tolong itu bukan gambar Garuda Indonesia cuma mirip aja! Itu gambar lambang pasukan perang pada zaman romawi yang dipimpin Alexander the Great! Kalau kasih pertanyaan yang berwawasan luas dan berdasar! Kalau tidak maka akan timbul konflik-konflik yang lain! thanx.

Kiaku pun meminta kepada pemerintah untuk mengkonfirmasi kepada Armani. Apakah gambar yang digunakan Armani itu merupakan saduran dari Garuda Pancasila.

Harusnya pemerintah mengkonfirmasi ke Armani untuk meluruskan, jika Armani memang mengadopsi Garuda mereka harus memberitahukan tujuan mereka. Tapi jika tidak mengadopsi Armani harus memberitahukan darimana mereka mendapat gambar tersebut.

Dan jika armani memang mengambil gambar dari burung Garuda mereka harus menggambarnya dengan benar sesuai dengan Garuda Pancasila yaitu ada gambar banteng, pohon beringin dan yang lainnya, bukan dengan gambar yang lain karena akan terkesan melecehkan Garuda Pancasila. (Sumber: Vivanews)

————————————————————–

Garuda di Kaos Armani

Asvi: Tak Masalah Selama Tak Melecehkan

Jakarta – Sejarahwan Asvi Warman Adam menilai gambar mirip Burung Garuda di kaos merek Armani Exchange tidaklah perlu dipersoalkan kecuali ada maksud melecehkan di dalamnya. Terlebih, kaos tersebut juga tidak persis dengan lambang negara Republik Indonesia.

“Tidak masalah, selama tidak ada pelecehan,” kata Asvi saat berbincang dengan detikcom, Selasa (26/1/2010).

Asvi juga merasa yakin tidak ada niat melecehkan dari sebuah perusahaan fesyen sebesar rumah mode Giorgio Armani itu. Ia justru melihat maksud komersil yang kuat di balik desain mirip Burung Garuda itu.

“Garuda bagi mereka mungkin menarik, eksotis. Indonesia kan pasarnya cukup besar buat perdagangan bebas,” kata dia.

Seadainya berniat melecehkan sekalipun, kata Asvi, pembuatnya tidak bisa dijerat dengan UU Nomor 24 Tahun 2009 2009 Tentang Bendera, Bahasa, dan Lambang Negara, serta Lagu Kebangsaan.

“Apa yang harus dituntut? Karena tidak persis. Lagian dia (Giorgio) juga kan bukan orang Indonesia,” kata Asvi membandingkan dengan kasus Ahmad Dhani yang pernah dipersoalkan terkait dugaan pelecehan Bendera Merah Putih.

Sebaliknya, meski tidak persis, Asvi menilai gambar itu bisa mempopulerkan lambang negara negara Indonesia yang mungkin dinilai eksotis. (Detik.com)

———————————

Kaos Garuda Menghilang dari Situs Armani Exchange

Jakarta – Tak lama setelah ramai dibicarakan, kaos bermotif mirip Garuda, menghilang dari situs resmi Armani Exchange (A|X). Tidak diketahui mengapa gambar tersebut tak lagi dipasang.

Situs Armani Exchange saat dijenguk pukul 09.15 WIB, Selasa (26/1/2010) kaos bergambar mirip Garuda sudah tidak ada di jajaran koleksi (A|X). Jika mengetikkan URL yang sebelumnya berisi kaos berlogo mirip Garuda itu, akan muncul peringatan error “halaman yang dicari sudah tidak tersedia, mohon melihat item-item serupa lainnya berikut’.

Kaos itu diketahui mulai mejeng di situs (A|X) sejak Desember 2009 dan ramai dibicarkan di Twitter pada Senin (25/1).

Meski demikian, jika kita mencari di google dengan mengetikkan nama kaos itu yaitu studded eagle t-shirt, kaos mirip Garuda itu akan muncul. Kaos itu juga dijual secara online di website lainnya seperti di Amazon.

Kaos studded eagle mirip Garuda dilego 29 dolar (Rp 272 ribu), setelah diskon dari harga normal 42 dolar. (A|X) adalah salah satu label dari rumah mode Giorgio Armani yang ditujukan bagi kawula muda. (Detik.com)


One thought on “Burung Garuda di Kaos Armani

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s