Panitia Kerja Guru Honor (Januari-Februari 2010)

Keberlangsungan perjuangan teman-teman yang tergabung dalam Serikat Guru Jakarta (SGJ), semakin panjang. Pasalnya, Rancangan Peraturan Pemerintah Tentang Pengangkatan Guru Honor (RPP Guru Honor) yang dikabarkan akan disahkan pada akhir tahun 2009, ternyata gagal. Tidak ada kata sepakat, sehingga DPR mengambil jalan penyelesaian dengan membentuk Panitia Kerja Guru Honor yang bekerja sejak minggu kedua bulan Januari hingga Februari 2010. Selama sebulan, beberapa fraksi di DPR merumuskan RPP menjadi PP.

Guru Honor Sekolah  Swasta vs Guru Honor Sekolah Negeri ?

Perjuangan guru-guru yang belum diangkat menjadi PNS hingga tahun 2010 ini terdiri dari: 1. PTT (Pegawai Tidak Tetap) yang tercecer dari pengangkatan tahun 2009, 2. Guru Bantu yang belum juga diangkat menjadi PNS, 3. Guru Honorer Sekolah Swasta, dan 4. Guru Honorer Sekolah Negeri. Keempat bagian ini membawa kepentingan yang sama: menjadi PNS, namun dalam kenyataannya terjadi persaingan/pertentangan.

Terdapat 3 ayat yang selalu diributkan, menjadi tarik-menarik. Pasal demikian sebagai syarat pengangkatan menjadi PNS. Ayat pertama adalah jatah PTT. Ayat kedua adalah tentang Guru Honor Sekolah Negeri dan Swasta, dan ketiga adalah untuk Guru Bantu. Ayat yang disebutkan kedua inilah, yang menjadi perdebatan. Hal ini disebabkan, oleh beberapa fraksi dalam Panja, menegaskan ada atau tidaknya data base Guru Honor Sekolah Negeri, legalitas, dan estimasi dana yang berhubungan erat dengan Dep. Keuangan. Terkesan, Guru Honor Sekolah Negeri terpaksa harus mundur karena banyak kasus data base Guru Honor Sekolah Negeri tidak ada di BKD yang melalui Tendik. Sementara Guru Honor Sekolah Swasta sudah masuk tahun 2004 ketika mengikuti pemberkasan Guru Bantu.

Dalam faksi di Panja Guru Honorer, berkembang pembelaan kepada Guru Honor Swasta. Boleh jadi, anggota DPR dalam Panja memiliki Yayasan Pendidikan-Sekolah Swasta, dengan demikian kepentingannya didahulukan-untuk Guru Honor Sekolah Swasta. Padahal Guru Honor Sekolah Negeri, tidak hanya mengabdi kepada anak bangsa, tetapi juga kepada instansi pemerintah. Pertemuan dan lobi dengan para pejabat, dari tingkat provinsi hingga negara, tidak membuahkan hasil. Mengutip pendapat Ifa, kenyataan ini ditegaskan sebagai berikut: Seluruh Daerah pasti banyak GTT dan PTT Sekolah Negeri (instansi pemerintah) yang terabaikan serta tidak diperhatikan.

Yang Diperjuangkan….

Hendaklah jangan dilihat bahwa SGJ berjuang untuk pengangkatan Guru Honor Sekolah Negeri menjadi PNS saja. Kami berjuang untuk sebuah keadilan, keadilan dalam peng-gajian atau kesejahteraan Guru Honor Sekolah Negeri, keseriusan pemerintah dalam implementasi UUGD terhadap Guru Honor, dan kejelasan status hukum bagi perlindungan Guru Honor. Kami berharap wakil rakyat melalui Panja dapat lebih peka terhadap Guru Honor yang kalau boleh jujur, dalam kenyataannya memiliki kualitas tidak kalah dengan guru PNS, bahkan lebih hebat.

kami Guru Honor Sekolah Negeri dan Swasta mendidik anak bangsa yang sama, dengan beban kerja yang sama seperti guru yang berstatus PNS. Dengan demikian, sewajarnya, bahkan menjadi keharusan agar memperoleh perlakuan yang sama, baik secara hukum dan kesejahteraan.

Asa itu….

Sebagai penutup, pemerintah harusnya lebih sadar, khususnya atas peng-ingat-an dari Anggota Komisi X FPKS berikut: “Sebelumnya pemerintah mengabaikan keputusan MA tentang Ujian Nasional. Jadi jangan sampai pemerintah melanggar peraturannya lagi dengan mengabaikan hak-hak guru yang seharusnya bias diangkat menjadi PNS.”

17 thoughts on “Panitia Kerja Guru Honor (Januari-Februari 2010)

  1. WAHAI PARA Guru Honorer baik Baik Negeri atau swasta baik sekolah atau madrasah mari kita bergabung membela hak-hak kita, dan melaksanakan kewajiban kita sesuai dengan perhatian pemerintah kepada kita. kemudian jangan lupa mari kita didik anak-anak bangsa untuk bersatu dan tidak diskriminatif, jangan dendam sama kelompok yang mendiskriminasik aan antara Sekolah dengan Madrasah, antara Negeri dengan swasta sebab pendidikan itu akan memecahkan persatuan dan kesatuan kita, ingat Persatuan itu bagaikan sapu lidi jika bersatu maka akan menjadi kuat tetapi jika bercerai berai maka akan menjadi lemah. BERSATU KITA TEGUH BERCERAI KITA RUNTUH.
    ——————–
    Wah kaya belajar PMP tahun 80-an yaa…..
    Btw, mari kita tetap istikomah mencerdaskan anak bangsa, dengan atau perhatian pemerintah….tetap mengajar untuk masa depan Indonesia lebih baik, dan surga untuk guru yang ikhlas dalam mendidik….

  2. bp kepala bkn, mentri pendidikan nasional, menurut informazi yang saya baca bkn keselutan mendata guru honorer murni? untuk apa ada nuptk, ada lapor bulan ?

    1. Yah, untuk dilaporkan; NUPTK hanya daftar nama orang yang menjadi guru, laporan tiap bulan hanya sekedar formalitas….

  3. saya selalu mengikuti perkembangan panitia kerja guru honor, jd mohon kirim ke email saya setiap perkembangan baru.terimakasih sebelumnya

    1. Silahkan berkunjung kembali, semoga anda mendapatkan info baru dan bermanfaat dari blog saya ini. thanks….

  4. bersatulah seluruh guru honorer di sekolah negeri dan disekolah swasta jangan sampai kita dipisah pisahkan sebab hal ini dapat menjadi kelemahan kita dan bisa menjadi alasan yang diperdebatkan oleh pemerintah dan dpr jadi kalau bisa kita bentuklah organisasi baru untuk guru guru honorer baik di sekolah negeri maupun swasta . bravo guru honorer

  5. Wahai para pejabat saya merupakan bagian dari guru honor swasta yang beban kerjanya boleh dibilang lebih lama dan banyak dituntut untuk bisa berap agasaing dengan sekolah lainnya, kami menyadari dengan teman seperjuangan bahwa gajih yang kami dapatkan belum sesuai dengan harapan, semoga semua menyadari dan memikirkan agar semua tenaga kependidikan mendpatkan gaji yang sesuai untuk memenuhi kebutuhan yang semakin berat untuk saat ini, kami betul-betul berharap agar tidak ada diskriminasi diantara tenaga kependidikan dan sekolah…….kami berdoa semoga Alloh memberikan kekuatan kepada kita semua….amin..

  6. Guru honor swasta jangan nuntut ke pemerintah
    harusnya ke ketua yayasan aja dong karna dia bossnya..

    Kalo honor negri wajar nuntut ke pemda/pemerintah
    karna bossnya juga pemerintah,, hehe

    ya ga sih???
    Bener ga sih???

    Cuma ide gan…
    boleh kan…
    :))

  7. guru honorer dikau Datang tak diundang pergi tak diantar….bibirnya selalu berhias senyum dan keikhlasan mencerdaskan anak bangsa berhari2, Berbulan2, Bertahun2…. sabar adalah kata yang arif dan bijaksana yang dia pertahankan…..dipandang sebelah mata karena bukan PNS…Ya Allah adakah engkau membeda- bedakan hambamu antara PNS atau bukan PNS.. Ya Allah Anugerahkanlah kepadaku kekuatan untuk menjauhi kesalahan itu.. amin

  8. Ah..lier,emang waktu pengangkatan honorer tidak di ketahui pejabat lain,?apakah honor k2 pada punya ilmu menghilang sehingga tidak keliatan orang lain.sebelum thn 2005.honorer,phl itu bekerja di brbagai instansi.toh kenapa tidak di prtanyakan.siapa mereka,di gajih siapa,duit dari mana.emang sekian taun gajih mereka di bayar uang palsu.aneh

    1. khusus di instansi sekolah, pemerintah memang tidak mengeluarkan uang karena guru honorer di sekolah negeri yang bayar gaji-nya adalah masyarakat melalui bayar SPP, dan tambahan dari pemda (DKI) sejak 2007.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s