Oemar Bakrie Jadi Dua: Posisi GTT di Sekolah Negeri

Posisi GTT (Guru Tidak Tetap atau Gaji Tidak Tentu seperti gambar di samping) yang umumnya disebut Guru Honor Murni sampai saat ini banyak yang tidak mengetahuinya. Entah karena memang banyak orang tidak mengetahuinya, maupun tidak peduli. Semoga setelah membaca tulisan ini, para pembaca budiman, tidak hanya iba, tetapi menyadari bahwa masih banyak ketimpangan, bahkan ketidakadilan yang masih saja dialami guru di negeri yang merdeka ini. Bentuknya dapat dilihat pada penjelasan berikut ini:

1. Menyusul Permendiknas No. 39 Tahun 2009 yang menegaskan seluruh PNS harus memiliki 24 jam tatap muka per minggu, mengakibatkan pengurangan jam mengajar GTT Sekolah Negeri secara sistematis. Menurut Fu’at, Jam mereka (GTT) harus diserahkan kepada para Guru PNS, karena jika tidak maka KESRA, TPP, dan Tunjangan Sertifikasi, tidak dapat keluar.

2. Lanjut Fu’at, GTT Sekolah Negeri terpaksa Hengkang (terpaksa nganggur atau alih profesi) atau Parkir (tidak mengajar di kelas, tapi diperbantukan di ekskul, perpustakaan, koperasi, dll). Di SMPN 283, menurut GTT yang bernama Ara, mulai Juni 2010, mereka harus Hengkang karena jam mengajar habis diserahkan ke PNS.

3. Kini, di Indonesia, khususnya Jakarta: Oemar Bakrie jadi dua. Pertama adalah Guru PNS yang bersepeda motor walaupun dibeli kredit, bahkan ada sebagian dari mereka yang sudah bisa ber-INNOVA atau XENIA. Lebih  mengagumkan, ternyata banyak sales dealer otomotif datang ke sekolah dan membujuk Oemar Bakrie jenis ini agar mengganti roda duanya dengan roda empat. Kedua adalah GTT, guru jenis ini banyak yang bergaji di bawah UMR, sehingga mengajar hingga sore di berberapa lembaga pendidikan juga dilakukan demi ngebulnya dapur. Di Jakarta, tidak jauh berbeda. Gaji yang diperolehnya juga jauh berbeda dengan guru PNS. Menurut Fu’at, para Guru PNS, tidak lebih kurang 7-8 juta/bulan mengisi tabungan mereka. GTT?, bisa nabung sebulan 100 ribu saja, sudah alhamdulillah karena gaji GTT di Sekolah Negeri Jakarta, antara 500-1.500.000 ribu dan tunjangan fungsional sebesar 200 ribu dari Pemda DKI (bagi mereka yang memenuhi kuota 24 jam mengajar dan dibayarkan tidak menentu perbulan).

4. Ketimpangan gaji tersebut, benar-benar tidak adil mengingat kewajiban tugas mendidik adalah sama. Bagaimana mungkin menggaji beda sedangkan pekerjaan mereka sama?, logika apa yang dapat memahami ketimpangan ini?

Beberapa kutipan berasal dari: Fu’at, Een Funainah, 2009, Masih Ada “Air Mata” Oemar Bakrie…, Gema Widyakarya No.08/Th.XIV/2009, pp. 56-57, Jakarta, dan Cerita dari Mr. Andi-Koordinator SGJ SMAN 32 Jakarta. Sumber gambar.

4 thoughts on “Oemar Bakrie Jadi Dua: Posisi GTT di Sekolah Negeri

  1. enak kl smp 1.500.rb sebulan, gmn nkalo jam ngajarnya sedikit..di satu daerah 1 jam cm dihargai 20 ribu…
    —————-
    jangan mengeluh, dan mengaduh…mulailah melawan ketidakadilan!!!!!

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s