Pengakuan kemerdekaan Indonesia oleh Belanda

Belanda mengakui kemerdekaan Indonesia pada 17 Agustus 1945 sesuai dengan proklamasi kemerdekaan Indonesia. Pengakuan ini baru dilakukan pada 16 Agustus 2005, sehari sebelum peringatan 60 tahun proklamasi kemerdekaan Indonesia, oleh Menlu Belanda Bernard Rudolf Bot dalam pidato resminya di Gedung Deplu. Pada kesempatan itu, Pemerintah Indonesia diwakili oleh Menlu Hassan Wirajuda. Keesokan harinya, Bot juga menghadiri Upacara Kenegaraan Peringatan Hari Ulang Tahun ke-60 Kemerdekaan RI di Istana Negara, Jakarta. Langkah Bot ini mendobrak tabu dan merupakan yang pertama kali dalam sejarah.

Pada 4 September 2008, juga untuk pertama kalinya dalam sejarah, seorang Perdana Menteri Belanda, Jan Peter Balkenende, menghadiri Peringatan HUT Kemerdekaan RI. Balkenende menghadiri resepsi diplomatik HUT Kemerdekaan RI ke-63 yang digelar oleh KBRI Belanda di Wisma Duta, Den Haag. Kehadirannya didampingi oleh para menteri utama Kabinet Balkenende IV, antara lain Menteri Luar Negeri Maxime Jacques Marcel Verhagen, Menteri Yustisi Ernst Maurits Henricus Hirsch Ballin, Menteri Pertahanan Eimert van Middelkoop, dan para pejabat tinggi kementerian luar negeri, parlemen, serta para mantan Duta Besar Belanda untuk Indonesia.[1]

Selama hampir 60 tahun, Belanda tidak bersedia mengakui kemerdekaan Indonesia pada tanggal 17 Agustus 1945. Belanda menganggap kemerdekaan Indonesia baru terjadi pada 27 Desember 1949, yaitu ketika soevereiniteitsoverdracht (penyerahan kedaulatan) ditandatangani di Istana Dam, Amsterdam. Di Belanda selama ini juga ada kekhawatiran bahwa mengakui Indonesia merdeka pada tahun 1945 sama saja mengakui tindakan politionele acties (agresi militer) pada 19451949 adalah ilegal.
Continue reading “Pengakuan kemerdekaan Indonesia oleh Belanda”

Indonesia Dijajah 350 Tahun oleh Belanda Hanya Mitos

MEDAN–MI: Sejarah yang menyebutkan kalau bangsa Indonesia pernah dijajah oleh pemerintah kolonial Belanda selama 350 tahun ternyata hanya mitos belaka. Faktanya, Belanda memerlukan lebih dari 300 tahun untuk menaklukkan semua daerah di Hindia Belanda.

Hal tersebut diungkapkan sejarawan Universitas Indonesia (UI) Prof Taufik Abdullah disela seminar nasional pengusulan Sultan Serdang ke-5, Sulaiman Syariful Alamsyah (1881-1945) sebagai pahlawan nasional di Medan, Selasa (18/1/2010).
Continue reading “Indonesia Dijajah 350 Tahun oleh Belanda Hanya Mitos”

Bumi Lorosae, Sebuah Intro

Ini kisah di negeri ‘jauh’, negara tetangga kita yang memiliki latar belakang sejarah kolonialisme yang hampir mirip, negara yang dulu pernah bersatu dengan negara kita namun karena satu dan lain hal akhirnya memilih memisahkan diri dan memiliki kedaulatan sendiri.
sebuah rumah yang ditemui dalam perjalanan ke dili

Bumi Lorosae begitu dekat tetapi jauh. Dekat karena letaknya di timur Pulau Timor, berbatasan dengan Propinsi Nusa Tenggara Timur. Jauh karena untuk menuju ke sana orang harus berbekal paspor dan membayar visa yang tak sedikit, 30 USD. Padahal, bagi orang Timor Barat, orang Timor Leste adalah saudara. Mereka bercakap-cakap dalam bahasa yang sama, paras tubuh pun serupa, makanan dan cara hidup pun tak banyak berbeda.
Continue reading “Bumi Lorosae, Sebuah Intro”