Tulisan berikut sebagai pancingan bagi siapa saja yang mau bergabung dengan saya dalam mendiskusikan Ekonomi di Timor leste. Diskusi ini merupakan kesepakatan awal antara saya dengan Maurebe. Beliau adalah WNTT (Warga Negara Timor Leste) yang telah melakukan diskusi hangat disalah satu tulisan dalam blog ini. Kami sepakat diskusi dengan tema tertentu. Atas dasar itulah, saya menyempatkan diri untuk melihat beberapa artikel tulisan, dan pilihan jatuh pada tulisan milik  Asep. Tulisan beliau semata-mata dimuat karena lebih mendekati emosional  “dari dalam”,  pont of viev orang Timor Leste, sekaligus membuat gagasan yang sifatnya futiristik optimis. Selamat berdiskusi.

Berikut tulisannya:

Analisa Potensi Timor Leste

untuk menjadi negara maju

Bila kita menganalisa kemungkinan untuk menjadi negara adidaya atau negara super-power mungkin secara realitas sulit untuk proses menuju kesana. Karena Timor Leste baru menjadi negara merdeka belum genap sepuluh tahun, artinya masih banyak hal yang harus dibenahi dulu serta meningkatkan pembangunan di berbagai aspek supaya kestabilan politik ekonomi dan sosial bisa tercapai, apabila keadaan nasional Timor Leste sudah kondusif maka, Timor Leste bisa berusaha untuk bisa setara dengan negara-negara tetangganya dahulu dengan jalan kerjasama baik bilateral maupun multilaretal. Hal ini penting, karena semua negara tidak bisa berdiri sendiri apalagi Timor Leste yang merupakan negara baru, harus bisa membangun hubungan untuk memenuhi kepentingan nasional yang tidak bisa terpenuhi di dalam negeri.

Potensi yang ada di Timor Leste yang bisa menjadi patokan atau framework antara lain ideologinya yang berupa demokrasi hal ini menjadi potensi karena negara-negara besar sebagian besar pendukung ideologi ini, dengan adanya kesamaan otomatis hubungan kerjasama dengan negara besar bisa lebih lancar. Hal lainnya adalah sumber daya alam yang dimiliki Timor Leste yang kaya dan terkenal dengan aneka hasil tambangnya seperti Timor Gap. Selain digunakan untuk memperoleh devisa negara dari hasil bumi untuk menunjang pembangunan, hal Ini bisa menjadi modal tawar menawar dengan negara lain untuk memberikan bantuan kepada Timor Leste dalam berbagai bentuk.

Bila kita bandingkan dengan negara tetangga. Timor Leste merupakan negara yang paling terbelakang dalam hal pembangunan, tetapi hal ini dikarenakan masih barunya Timor Leste untuk bisa menentukan sendiri pembangunan dan perkembangannya, dan banyaknya konflik yang terjadi, menghalangi pembangunan yang sedang dijalankan. Tetapi apabila Timor Leste bisa memanfaatkan potensi yang dimilikinya dan dengan bantuan negara lain khususnya Australia, Portugal dan Indonesia bukan tidak mungkin perkembangan Timor Leste bisa lebih baik dari negara-negara di Pasifik Selatan ataupun juga negara negara di Asia Tenggara. Karena bila dibandingkan dengan potensi yang dimiliki dengan negara di Pasifik Selatan seperti Kepulauan Solomon, Vanuatu, Tuvalu dan yang lainnya. Timor Leste lebih mempunyai potensi yang lebih baik baik dilihat dari sumber daya atau kepercayaan internasional khususnya negara maju dalam kerjasama internasional. yang diakibatkan dari keprihatinan negara lain terhadap apa yang dialami oleh Timor Leste selama masuk dalam negara Indonesia.

Bila dibandingkan dengan negara di kawasan lain kita bisa bandingkan dengan negara Montenegro atau Kosovo yang baru merdeka bahkan lebih muda dari Timor Leste, mungkin Timor Leste masih tertinggal dengan kedua negara ini, tetapi bila kita analisa adalah perbedaan dari negara induk atau negara yang sebelumnya bersatu dengan mereka. Montenegro dan Kosovo terpisah dari negara Serbia. Satu hal yang sama bahwa banyak konflik terjadi di saat mereka masuk dalam negara Serbia ataupun Serbia Montenegro, tetapi karena bantuan pihak lain khususnya organisasi internasional, yang membantu mereka untuk menjadi negara sendiri setelah mereka merdeka ataupun waktu masih dalam negara Serbia. Serbia merupakan negara Eropa yang pembangunannya lebih baik dari Indonesia apalagi banyak peranan Uni Eropa yang membantu pembangunan Serbia pasca pemerintahan Milosevic. Sedangkan selama dalam negara Indonesia, Timor Leste merasa termarginalisasi dan teranak tirikan, potensi yang ada di Timor Leste tidak bisa di manfaatkan pemerintahan Indonesia untuk pembangunan di Timor Leste sendiri, apalagi dengan adanya Daerah Operasi Militer menyebabkan banyaknya konflik di wilayah tersebut. Sehingga setelah merdeka Timor Leste merasa kesulitan untuk bisa maju terlepas dari Indonesia sehingga memerlukan bantuan dari negara lain.

Tahap-tahap yang bisa dilakukan Timor-Leste untuk bisa setidaknya menjadi negara maju dikawasannya, adalah pertama dengan benar-benar memanfaatkan sumberdaya yang dimilikinya untuk pembangunan dalam negeri, walaupun ada bantuan dari pihak asing hendaknya diperhatikan dulu bentuk kerjasamanya jangan sampai pihak asing malah mengeruk sumber daya yang ada tanpa ada manfaat besar yang di terima oleh rakyat Timor Leste. Yang kedua, isa lebih membangun hubungan baik dengan negara-negara dikawasan khususnya negara tetangga dan negara-negara maju di kawasan lainnya, ini dimaksudkan supaya potensi yang ada bisa di bisa dimanfaatkan secara global yang akan menguntungkan Timor Leste sendiri. Yang ketiga, mengatasi permasalahn konflik di dalam negeri supaya keadaan nasional Timor Leste bisa lebih kondusif dan stabil sehingga investor bisa mendapatkan kepercayaan untuk menanam investasinya di Timor Leste. Yang keempat, Timor Leste harus bisa berperan didalam sistem internasional baik itu aktif dalam berbagai organisasi internasional ataupun forum-forum komunikasi internasional dalam pemecahan masalah-masalah global, hal ini untuk memperlihatkan eksistensi Timor Leste sebagai negara yang aktif di kancah dunia. Dengan tahap-tahap tersebut diharapkan Timor Leste bisa lebih maju di tahun-tahun berikutnya.