Ketika membaca di koran Kompas dan menonton di televisi bahwa Indonesia melakukan ekspedisi 7  Summit, hatiku mersa gembira. Nasionalisme Indonesia masih melekat. Ekspedisi yang dipatok selam 2 tahun ini, 2010-2012, Wanadri adalah pelakunya, Organisasi pencinta alam yang sudah banyak makan garam di dunia petualangan alam bebas ini, mencoba menaklukan 7 atap tertinggi di benua.
Sejak dicetuskan 1976, hingga saat ini baru 108 pendaki yang melakukan 7 Summit. Dilihat dari asal negaranya, totalnya berasal dari 33 negara di seluruh dunia. Enam di antaranya adalah negara Asia yakni Jepang, China, Korea Selatan, Singapura, Kuwait, dan India. Ternyata Indonesia belum pernah ada. Dari keseluruhan 7 Summit yang terdiri dari Cartenz Pyramid (Puncak Ndugu-Ndugu), Kilimanjaro (Afrika), Elbruz (Rusia), Vinson Massif (Antartika), Mckinley (alaska-USA), Aconcagua (Amerika Selatan), dan Everest (Asia), sejauh sepengetahuan saya, belum ada orang Indonesia (WNI) mampu menjejakan kakinya di Everest, Kilimanjaro, McKinley, Vinson Massif, Elbrus, Aconcagua, dan Cartenz Pyramid dengan sebuah paket berlabel: Ekspedisi  7  Summits.

Kini, Wanadri merencanakan menyabet 7 summit. Gerbang awal untuk menaklukan semuanya ialah Cartenz Pyramid yang oleh masyarakat Papua dikenal dengan Puncak Ndugu-dugu atau secara formal disebut Puncak Soekarno. Semoga Wanadri mampu membawa nama Indonesia setara dengan 33 negara lainnya, malu donk dengan Singapura. Negara yang tidak memiliki gunung, ternyata pendakinya bisa mencapai 7 summit. Indonesia ?…..

UpDate:

Sampai tanggal 23 Agustus 2010, tim tersebut sudah menjejakan kaki mereka di pucak Cartenz, Kilimanjaro, dan Elbrus. Bravo Merah Putih!!!

Sumber dan foto terkait: LipsusKompas. com