Review Album Slash – Self Titled

“Album ini merupakan bukti kejeniusan Slash dalam meramu vokalis-vokalis ternama dalam beberapa lagu dan jawaban keinginan akan kembalinya aura GN’R !”

17 lagu akan memanjakan pendengaran kamu dengan musik Rock N Roll gaya Slash. Semua ide Slash dalam bermain gitar dan aransemen seakan masuk semua di album ini ditambah dengan kolaborasinya beberapa vokalis ternama akan membuat lagu-lagu di album ini lebih bervariasi dan membuat semua lagu ciptaan S. Hudson (nama asli Slash : red) ini wajib dinikmati.

Dibuka dengan lagu “Ghost” di track #1 feat Ian Astbury seakan membuka album ini dnegan nuansa Rock N Roll yang kental ala Slash. Permainan Slash mengingatkan kembali akan GN’R. Ian Astbury yang dikenal sebagai musisi rock inggris dan vokalis The cult ini berhasil memberikan warna dan karakter yang kuat sebagai track perdana di album ini.

Ozzy Osbourne, bapak legendaris rock ini tampil di track #2 “Crucify The Dead”. Lagu ini diciptakan oleh Slash dan Ozzy Osbourne sehingga tidak aneh jika di track # 2 ini terasa nuansa black sabath di beberapa bar, dan menariknya Slash mampu memberikan sentuhan menarik dari awal sampai akhir lagu.

“Beautiful Dangerous” di track #3 wajib didengarkan tidak hanya satu kali tapi harus berulang-ulang, selain track ini berkolaborasi dengan fergie si centil vokalis dari Black Eyed Peas, di lagu ini Slash mampu memberikan aransemen bergitar mengikuti tempo musik yang dibawakan oleh fergie. Musik lebih terdengar modern, sedikit ada R&B, Hiphop dan Rock N Roll. Dengan efek gitar yang bagus dan permainan solo gitar Slash, track ini salah satu variasi musik yang cukup diperhitungkan di album ini.Disini Fergie mencoba bernyanyi melengking setinggi gaya Axl Rose !

Di track #4 “Back From Cali” feat Myles Kenedy menambah “powerfull” album ini, dengan karakter vokal range yang tinggi, Myles Kennedy yang dikenal sebagai vokalis AlterBridge mampu mewakili tingginya raungan gitar di track ini. Bisa dikatakan range vokal Myles mewakili jenis lagu-lagu GN’R dan velvet revolver. Sebuah track Rock N Roll yang cukup menghentak !

Chris Connell sebagai salah satu icon musisi rock hadir di track #5 “Promise”, Suara Chris Cornell yang sangat khas saat seperti tergabung di SoundGarden akan bersinergi dengan gaya bergitar Slash menjadi sebuah ritme lagu yang menarik dan menjadi single yang diingat di album ini.

“By The Sword” di track #6 dibawakan oleh vokalis Wolfmother Andrew Stokdale, awal permainan gitar slash yang memasukkan unsur akustik menegaskan sebuah lagu buat pendengar yang kangen akan irama klasik rock. Memasuki lagu, Slash kembali mengila dengan sound gitarnya yang meraung diikuti dengan suara Andrew Stokdale yang sedikit berefek dan melengking mengingatkan akan lengkingan lagu-lagu led zeppelin. Track ini adalah salah satu lagu yang wajib didengarkan.

Salah satu kejeniusan di album ini terlihat di track #7 “Gotten”, dengan suara khas Adam Levine sang vokalis Marron 5 siapa yang tidak setuju dengan olah vokal yang begitu khas dan unik. Aura Maroon 5 terasa lebih “rock” di atrack ini dengan sentuhan gitar yang begitu melodius dan berat dari Slash.

Nuansa musik Motorhead sebagai band revolusioner musik metal di dunia tampil di track #8 “Doctor Alibi” diwakili oleh suara khas Lemmy Klimister. Bermain lugas dan brutal dengan beberapa melodi-melodi gitar yang meraung dan suara serak Lemmy membuat lagu ini begitu “riuh”.

Dilanjutkan dengan track # 9 “Watch This” seakan menjadi track estafet dari track sebelumnya yang begitu “riuh”. di track ini hanya berisi instrumen permainan Slash di gitar, Dave Grohl di drum dan Duff Mckagans di bass.Sebuh track instrumen yang begitu sinergi seakan permainan mereka menyuruh kita untuk berteriak “lihatlah kita bermain !”

Kid Rock tampil di track #10 “I Hold On”, Kid Rock tampil lebih kalem dengan sedikit sentuhan country yang dibalut dengan sentukan gitar Slash yang lebih rock menjadikan Track ini “asyik” untuk didengarkan dan dinyayikan.

Bukti Slash berhasil merangkul para vokalis “saat ini” selain terjawab di track #7 bersama Adam Lavine, di track # 3 bersama Fergie, di track # 11 ini, Slash juga berhasil meramu musik yang mengikuti musik yang sedang tren saat ini, M Shadow mewakili musik Avanged Sevenfold mampu mewakili musik yang begitu “fresh & young” di track “Nothing To Say” ini. Slash juga mampu memberikan sentuhan khusus ala “avenged Sevenfold”.

Myles Kennedy tampil dua kali di album ini, di track #12 “Starlight”, Myles kembali berduat dengan Slash dan cukup diakui karakter Myles Kennedy lebih “masuk” dengan permainan gitar di album ini. range suara Myles yang tinggi dan permainan gitar Slash seakan mengingatkan akan karya-karya GN’R tapi tentunya dengan versi Slash terbaru.

Di track berikutnya, Slash berduet dengan Rocco De Luca. “Saint Is A Sinner” tampil lebih kalem dan klasik tapi dengan suara kas Rocco dan aransemen musik yang rapi, track ini asyik untuk dinikmati dan membuat kita berpikir .. “Saint is a siner too ?”

Di track #12 “We’re All Gonna Die”, Slash kembali berduet dengan legendaris rock Iggy Pop. Dengan mengusung tema musik Punk Rock dan Glam Rock track ini terasa segar. Bisa dibilang sampai track 12 ini lagu-lagu dari album ini belum membosankan.

Permainan gitar yang cepat dan dinamik ala GN’R dan velvet revolver terlihat di track ini “Sahara”. Track ini terasa istimewa karena diisi oleh suara vokal Koshi Inaba, salah satu vokalis rock dari jepang. Dijamin ketukan dan kocokan gitar Slash akan membuat anda bergoyang Rock N Roll dan waktunya untuk bernostalgia gaya bermusik GN’R. Bisa dibilang Koshi Inaba berhasil membawakan track ini dnegan bagus. Apakah ini menjadi daya tarik buat warga jepang yang notabene jumlah fans GN’R terbanyak di negara sakura ini ?

Setelah di track #15 yang bernuansa musik GN’R dilanjutkan dengan track # 16 “baby Can’t Drive” ayng masih bercorak GN’R diperkuat dnegan aransemen ulang “Paradise City” di track #17 apakah Slash ingin bernostalgia sedikit dengan GN’R di akhir album ini ? apapun itu Alice Cooper mampu memberikan beberapa lengkingan yang tinggi di track #16 ini. Slash berduet dengan Alice Cooper & Nicole Scherzinger mampu memberikan roh alice Cooper & GN’R bangkit kembali ditambah sentukan Nicole yang leboh modern.

Lagu sepanjang masa “Paradise City” di akhir album ini ini menjadi penghujung yang memakau ditambah aransemen ulang yang memasukkan unsur rap rock ala Cypres Hill dan suara centil Fergie membuat lagu ini menjadi lagu akhir untuk sebuah pesta yang “klimaks”. Take Me Down To Paradise City, where the grass is green and the girls are pretty.. like Fergie ? ouuuhhh yearrrghhh !!!!!

Album ini “absolutly” bisa dibilang album fenomenal di tahun 2010 ini dan wajib dimiliki oleh siapapun pecinta musik rock !

Sumber: dontlot lagunya, djwirja

3 thoughts on “Review Album Slash – Self Titled

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s