Sebab PPDB DKI Jakarta 2010 Gagal

Adalah hal yang menarik, menjadi sorotan media, bahkan mencengangkan, hadir sebuah fakta bahwa pendaftaran siswa baru, PPDB (Penerimaan Peserta Didik Baru) DKI Jakarta mengalami kegagalan. Kenapa menjadi boombastis?, ada beberapa alasan, misalnya: Jakarta adalah kota besar dengan tingkat pendidikan tinggi, Jakarta adalah ibu kota negara, Jakarta telah melaksanakan PPDB setidaknya sejak SBY menjadi presiden periode pertama, dan Jakarta diantara beberapa provinsi yang menggunakan internet untuk pendaftaran, yang  terbilang: gagal.

Lebih jauh, yang juga menjadi pertanyaan menarik adalah terkait dengan penyebabnya. Sebabnya apa PPDB DKI Jakarta 2010 gagal?.

Perlu diketahui, dari mulai pelatihan untuk koordinator ataupun operator, didepan layar (ada juga yang dibelakang layar) banyak yang menyangsikan tentang kemampuan personil Dinas Pendidikan Jakarta dalam menyelesaikan hajatan tiap tahun ini. Dari mulai dengan resikonya, hingga yang teknis juga ditanyakan (baca: termasuk diingatkan). Saya sendiri orang yang termasuk tidak yakin, PPDB DKI Jakarta 2010 ini lancar, mengingat para pelaksana (Dinas Pendidikan DKI JAkarta), menurut saya “bukan jago komputer”, ditambah lagi pengalaman saya menjadi Tim SASOnline yang juga dipegang oleh personil Dinas DKI Jakarta. Keduanya sama lemot. “Pengalaman adalah guru yang terbaik”, gumamku. Ketidakyakinan semakin menjadi, ketika instruktur pelatihan PPDB tahun ini mengungkapkan alasan kenapa tidak memakai SIAPOnline seperti tahun lalu dengan menjawab: agar lebih murah, selanjutnya pertanyaan saya tentang support untuk program situs PPDB, sang instruktur menjawab: semua bisa, akan tetapi beberapa hari kemudian dijawab melalui pengumuman di situsnya: pakai Mozilla. Saya beritahu kebeberapa teman tentang ketidakyakinan ini, dan mereka berkata: semoga PPDB tahun ini lancar. Sayangnya, do’a temanku ditolak…hehehehehehehe….

Saya bukanlah ahli IT yang mengetahui secara teknis, namun saya meyakini ada beberapa sebab PPDB tahun ini gagal sebagai berikut:

1. personil PPDB yang kini dikelola oleh Dinas Pendidikan DKI Jakarta, tidak memiliki kemampuan teknis pertahanan virtual yang memadai. Kenapa?, budaya kerja mereka adalah “wayangan” yang isinya kerja borongan karena ada tender proyek, artinya ketika tidak ada proyek, mereka tidak “menyentuh” tentang program, terlebih untuk PPDB, sehingga kemampuan mereka kalah dengan personil yang “makan, berak, tidur, didepan komputer untuk ngurusin program”. Dengan kata lain, kalau belum pernah nge-jebol atau nge-hack situs, maka jangan ke-PD-an buat sistem situs sendiri!.

2. usaha mengurus sendiri PPDB 2o10 oleh Dinas Pendidikan DKI Jakarta harus diapresiasi namun disisi lain, bukan hal yang tidak merugikan pihak lain. Boleh jadi, lawan politik para pemegang proyek sekarang (baik dari dinas itu sendiri atau dari luar) ataupun lapak-lapak lainnya yang pernah atau tidak lulus tender dengan dinas tersebut, mengalami “sakit hati”. Sekali lagi, boleh jadi, mereka “mengganggu” situs http://sma.ppdbdki.org/ yang sampai Senin ini (5 Juli) masih mati, tertulis: page load error. Untuk PPDB DKI Jakarta tingkat SMP, ternyata diserang 2000 hecker, gimana yang SMA ya?. Selain itu, apalagi mengingat bahwa PPDB adalah proyek besar, anggarannya mencapai 5 milliar rupiah.

3. secara resmi, dalam siaran pers yang diterbitkan di situs Dinas Pendidikan Provinsi Jakarta, yang menjadi penyebab errornya situs PPDB adalah: “terjadi beban lebih (overload) pemrosesan data”. Membaca hal itu, bukan hanya saya, berpendapat bahwa betapa lemahnya persiapan. Bagaimana mungkin, ini tidak diperhitungkan?, sedangkan mereka mengetahui jumlah siswa yang lulus SMP di DKI, dan perkiraan yang daftar dari luar kota mengingat Jakarta telah melakukan proses PPDB bertahun-tahun. ALasan resmi itu, kemudian menjadi bahan tertawaan, hinaan, bahkan pertyanyaan bahwa ada yang disembunyikan. Bagaimana mungkin sistem melalui situs PPDB yang mengurusi tingkat provinsi sampai luput tentang masalah daya tampung pendaftar?.

4. yang terakhir adalah terkait dengan sebab teknis infrastruktur. Saya kurang memahaminya, tapi saya yakin juga menentukan kinerja situs PPDB. Terkait dengan itu, mengutip pendapat Budi Rahardjo, seorang pakar telekomunikasi yang juga sebagai dosen ITB dan pernah menjadi konsultan IT KPU untuk Pemilu 1999 dan 2004, bahwa aplikasi laman internet membutuhkan sejumlah faktor, dari desain sampai ke aplikasinya. Layanan data bisa saja sudah baik, tetapi kinerjanya belum maksimal atau bermasalah kinerja sebuah aplikasi laman internet tergantung pada unsur infrastruktur, seperti bandwidth, server, dan aplikasi. Infrastruktur menyangkut bandwidth yang harus mencukupi untuk akses internet. Faktor server terkait dengan masalah memori dan sebagainya. Adapun faktor aplikasi menyangkut database dan sebagainya.

Semoga, dengan peristiwa kegagalan dalam PPDB tahun ini yang dikelola sendiri oleh Dinas Pemerintah DKI Jakarta, kita semua dapat pelajaran bahwa segala sesuatu haruslah dengan persiapan (plan) yang benar-benar baik. Jangan sampai ada istilah: nafsu kuda, tenaga ayam…..

Analisis lainnya dari Kompas sebagai berikut:

Kisruh Pendaftaran SMA
Inilah, 5 Kemungkinan Penyebab Eror Itu!
Rabu, 7 Juli 2010 | 11:15 WIB

JAKARTA, KOMPAS.com — Kendati sudah meminta maaf secara tidak langsung di media massa, penyebab eror dan kacaunya pendaftaran penerimaan peserta didik baru online atau PPDB online SMA/SMK DKI Jakarta belum juga dijelaskan secara tuntas oleh pihak Dinas Pendidikan DKI Jakarta.

Kali terakhir, seperti yang diberitakan di Kompas.com, Senin (5/7/2010), di hadapan anggota Komisi E DPRD DKI, Kepala Dinas Pendidikan DKI Jakarta Taufik Yudi Mulyanto hanya menyatakan bahwa masalah tersebut terjadi akibat tidak mampunya sistem online menampung banyak peminat dalam waktu bersamaan dalam PPDB pekan lalu (1-3 Juli).

“Pendaftar yang membeludak dan terjadinya kerusakan server mengakibatkan PPDB online tak sesuai prediksi awal,” katanya seraya menolak menyebutkan kontraktor PPDB online tersebut.

Sehari sebelumnya, Minggu (4/7/2010), jawaban yang dilontarkan pihak dinas pendidikan lebih aneh lagi. Kepala Humas Disdik DKI Bowo Irianto mengaku tak bisa menjelaskan soal teknis gangguan sistem online.

Bowo Irianto mengatakan, sistem PPDB online tahun ini diserang banyak hacker atau peretas. Karena serangan itu, sistem pada PPDB SD dan SMP sempat ngadat, tetapi bisa segera diatasi.

“Waktu masih PPDB SMP saja sudah ada 2.000-an hacker yang menyerang sistem kita,” ujarnya.

Lima penyebab

Lepas dari keinginan baik Dinas Pendidikan DKI Jakarta untuk memberi penjelasan yang diharapkan bisa memuaskan banyak pihak, pengamat IT, Wigrantoro Roes Setiyadi, mengungkapkan kepada Kompas.com melalui surat elektronik dan wawancara langsung mengenai kemungkinan penyebab eror.

Setidaknya, kata Wigrantoro, ada lima kemungkinan penyebab terjadinya kekacauan PPDB online tersebut. Pertama, aplikasi PPDB, baik untuk laman internet maupun back office-nya masih mengandung kesalahan atau belum sempurna.

“Baik yang disebabkan oleh kualitas rancangan program atau aplikasi maupun proses penulisan program atau coding yang tentu saja melibatkan banyak personel, yang belum diuji tuntas, tetapi sudah langsung di-on-kan,” kata Wigrantoto kepada Kompas.com di Jakarta, Rabu (7/7/2010).

Kedua, lanjut dia, database lulusan dan sekolah yang digunakan untuk mendukung PPDB masih bermasalah. Mestinya, database bisa dibagi untuk sekolah, siswa, dan wilayah.

Ketiga, perangkat keras seperti server atau storage disk mendapat masalah. Semisal, kata dia, kapasitas server atau hard disk tidak memenuhi syarat atau tidak mendukung concurrent access sampai ratusan, bahan ribuan users pada saat bersamaan.

“Mengenai perangkat keras, hal ini bisa menyangkut kapasitas server yang kecil dan memori yang juga kecil,” ujarnya.

Faktor keempat, jaringan dan perangkat jaringan menemui kendala, baik itu jaringan lokal di lokasi server dan pelayanan, maupun jaringan akses ke internet. Adapun faktor kelima, lanjut Wigrantoro, adalah prosedur layanan yang masih memungkinkan terjadinya bottle neck.

“Dari kelima hal tersebut, saya menduga sistem belum sepenuhnya diuji secara tuntas, yaitu untuk menemukan masih ada eror atau bug. Namun, karena terbatasnya waktu, sudah langsung di-online-kan,” kata Wigrantoro.

Saya menduga sistem belum sepenuhnya diuji secara tuntas, yaitu menemukan ada eror atau bug, tetapi sudah langsung di-online-kan.
— Wigrantoro Roes Setiyadi

2 thoughts on “Sebab PPDB DKI Jakarta 2010 Gagal

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s