Feeds:
Posts
Comments

Archive for August, 2010

Bara Dua Negeri Serumpun

  • Oleh Chusnan Maghribi

HUBUNGAN bilateral Indonesia-Malaysia dari masa ke masa tak pernah sepi dari percikan api konflik dengan berbagai masalah yang melatarinya: mulai sengketa wilayah perbatasan, tenaga kerja Indonesia (TKI) di Malaysia, hingga klaim sejumlah budaya Indonesia oleh Malaysia.

Kini, percikan api konflik itu muncul lagi, dipicu penangkapan tiga petugas Dinas Kelautan dan Perikanan (DKP) Provinsi Kepulauan Riau oleh Polisi Laut Diraja Malaysia di wilayah perairan sebelah utara Pulau Bintan (13/08) dan ancaman hukuman mati 355 TKI yang dianggap bersalah (karena melakukan tindak kejahatan semisal pembunuhan, perkosaan, dan kasus narkoba) oleh Mahkamah Tinggi Malaysia. Kedua kasus itu direspons berbeda oleh pemerintah dan rakyat Indonesia.
(more…)

Advertisements

Read Full Post »

Laptop Baruku…

Setelah gagal membeli laptop pada hari rabu karena hujan deras yang tak berhenti, maka kamis adalah saaatnya. Hadiah sebesar 5 juta hasil juara lomba karya ilmiah, ditukarkan dengan laptop. Awalnya ingin mengincar yang harganya 4 setengah juta, eh ternyata dollar lagi 9 ribu, sehingga model diatas harga tersebut yang terbilang muatannya lebih banyak, adalah pilihanku. Di toko yang bosnya terlihat cina banget (no-racism), tertera harga $555 dengan cash back $20. Alhasil, setelah dikalkulasi tenyata sekitar 4,8 jt. Langsung aku beli, yang terpikir ialah tidak melebihi budget.
(more…)

Read Full Post »

Fakta Sejarah PAPUA

Oleh: Sucipto Ardi

Seperti apakah sejarah Irian Barat/Irian Jaya/Papua, tentunya banyak versi yang beredar. Diluar itu semua, saya ingin menyajikan fakta (belum kisah sejarah)

  1. Istilah Irian dikemukakan oleh Frans Kaisiepo dalam Konferensi Malino, Sulawesi Selatan, tahun 1946 yang menurut salah satu bahasa lokal di sana berarti “sinar yang menghalau kabut”. Kata itu diusulkan untuk mengganti istilah Papua yang konon memiliki konotasi negatif. Papua berasal dari sebutan “papoa” yang berarti “si kriting”, dan Irian seringkali diartikan sebagai “Ikut RI Anti Netherland”.

(more…)

Read Full Post »

(Makalah untuk Seminar tentang Nasionalisme Indonesia pada dan menjelang Abad XXI yang diselenggarakan oleh Yayasan Bina Darma di kampus Universitas Kristen Satya Wacana (UKSW),
Salatiga, 2-5 Juni 1993).
Dr. George Junus Aditjondro

“BAPA, mengapa tidak ada orang Irian yang jadi pahlawan nasional?” tanya seorang pelajar SMA di Jayapura kepada ayahnya di rumah, setelah anak laki-laki itu pulang dengan penasaran setelah mendapatkan pelajaran Sejarah Indonesia dari gurunya di sekolah. Ayahnya, seorang kader Golkar yang aktif dalam berbagai organisasi pemerintah dan [organisasi] non-pemerintah (ornop) di Irian Jaya, agaknya kurang siap menghadapi pertanyaan anaknya itu. Dengan agak gugup, ia menganjurkan anaknya untuk tidak mengajukan pertanyaan itu di sekolah, melainkan hanya terbatas kepada ayahnya saja di rumah. Lalu sang ayah berceritera tentang tokoh-tokoh Irian yang bergerak melawan penjajahan Belanda 12 tahun lebih lama dari pada di Jawa, di mana kekuasaan Belanda secara resmi diakhiri tanggal 27 Desember 1949.
Episode di atas menunjukkan keringnya uraian tentang perjuangan orang Irian (Barat) melawan penjajahan Belanda, dalam pelajaran sejarah Indonesia yang secara resmi dikeluarkan oleh Departemen Pendidikan dan Kebudayaan. Para penulis buku-buku sejarah itu tidak dapat dipersalahkan bahwa mereka tak menampilkan seorang Irian asli pun sebagai pahlawan nasional (Indonesia).
(more…)

Read Full Post »

Proklamasi GAM 1976

PERNYATAAN ACHEH-SUMATRA MERDEKA
Acheh, Sumatra, Desember 4, 1976


BISMILLAHIRRAHMANIRRAHIM

 

KEPADA BANGSA-BANGSA DI DUNIA,

 

Kami bangsa Acheh Sumatra, telah melaksanakan hak hak kami untuk menentukan nasib sendiri, dan melaksanakan tugas kami untuk melindungi hak suci kami atas tanah pusaka peninggalan nenek moyang, dengan ini menyatakan diri kami dan negeri kami bebas dan merdeka dari penguasaan dan penjajahan regime asing Jawa di Jakarta.

 

Tanah air kami Acheh, Sumatera, telah menjadi satu negara yang bebas, merdeka dan berdaulat selama dunia terkembang, Belanda adalah penjajah asing yang pertama datang mencoba menjajah kami ketika ia menyatakan perang kepada negara Acheh yang merdeka dan berdaulat, pada 26 Mart 1873, dan melakukan serangan atas kami pada hari itu juga, dengan dibantu oleh serdadu-serdadu sewaan Jawa, apa kesudahannya serangan Belanda ini sudah tertulis pada halaman muka surat-surat kabar di seluruh dunia, surat kabar London “Times” menulis pada 22 April, 1873:
(more…)

Read Full Post »

Setelah mengetahui pemenang lomba, aku bergegas menemui Kepala Sekolah untuk ijin, bahwa upacara kemerdekaan yang selama ini aku ikuti di sekolah, maka tahun ini: tidak, karena akan upacara dilapangan parkir DPP PDI-Perjuangan. Persiapan dilakukan hingga selasa pagi. Berangkat dari rumah pukul 08.15 WIB, maklum dekat, walaupun upacara mulai pukul 09.00 WIB. Ketika sampai, atas perintah penitia, saya harus kembali pulang ke rumah karena undangan dan surat keterangan aku sebagai pemenang harus dibawa sebagai syarat penerimaan hadiah. Peserta para pemenang, semuanya memegang amplop besar coklat, dan haya aku yang tidak membawanya. Cepat bergegas, tancap gas motor. Keluar parkiran, iring-iringan kendaraan Megawati dan petinggi partai tepat dibelakangku, sebelumnya Puan Maharani telah sampai terlebih dahulu.

(more…)

Read Full Post »

1. Soekarno Sakit Saat Proklamirkan Kemerdekaan
Pada 17 Agustus 1945 pukul 08.00 (2 jam sblm pembacaan teks Proklamasi), ternyata Bung Karno masih tidur nyenyak di kamarnya, di Jalan Pegangsaan Timur 56, Cikini. Dia terkena gejala malaria tertiana. Suhu badannya tinggi dan sangat lelah setelah begadang bersama para sahabatnya menyusun konsep naskah proklamasi di rumah Laksamana Maeda. Saat itu, tepat di tengah2 bulan puasa Ramadhan.

“Pating greges”, keluh Bung Karno setelah dibangunkan dr Soeharto, dokter kesayangannya. Kemudian darahnya dialiri chinineurethan intramusculair dan menenggak pil brom chinine. Lalu ia tidur lagi. Pukul 09.00, Bung Karno terbangun. Berpakaian rapi putih-putih dan menemui sahabatnya, Bung Hatta.
(more…)

Read Full Post »

Older Posts »

%d bloggers like this: